Apa Arti Mimpi Dipeluk Orang yang Disukai?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
- visibility 68
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu bangun tidur terus senyum-senyum sendiri? Gara-gara mimpi.
Tapi bukan mimpi dapet warisan dari om tajir yang gak dikenal ya—mimpi yang satu ini lebih absurd tapi lebih bikin deg-degan: mimpi dipeluk sama orang yang kamu suka.
Keliatannya receh. Tapi hati rasanya kayak habis dikasih teh anget di tengah badai. Hangat, tenang, tapi juga… bikin kepikiran.
Mimpi kayak gitu tuh kadang bukan cuma bunga tidur. Kadang, itu cerminan dari apa yang gak bisa kamu sampaikan di dunia nyata. Apa yang kamu rasain, tapi kamu tahan. Apa yang pengen kamu bilang, tapi kamu bungkam karena takut… takut kecewa, takut ditolak, atau bahkan takut merusak yang udah ada.
Dan pelukan dalam mimpi? Itu bukan cuma tentang fisik. Itu tentang pengakuan, tentang kenyamanan, tentang rasa ingin dimengerti tanpa harus banyak kata.
Sama seperti saat kamu lihat seseorang yang kamu suka di dunia nyata—yang mungkin selama ini cuma kamu pandangi diam-diam dari jauh. Kamu mungkin gak pernah benar-benar bicara, tapi kamu simpan semua perasaan itu rapat-rapat di balik senyummu yang biasa-biasa aja.
Di balik candaan receh yang kamu lempar supaya gak terlalu kelihatan, “kalau sebenernya aku suka kamu.”
Dan akhirnya, semua yang kamu tahan itu cari jalannya sendiri. Lewat mimpi.
Lewat skenario absurd tapi manis, dimana kamu gak harus kuat-kuatan ego. Dimana kamu gak perlu pura-pura cuek. Di sana, kamu boleh jujur. Dan anehnya… dia memeluk balik.
Tapi lucunya, bukan cuma tentang dia.
Kadang, pelukan itu datang sebagai simbol bahwa kamu lagi butuh pelukan dari dirimu sendiri. Iya, dari kamu yang sekarang ke kamu yang lagi capek, yang butuh istirahat, yang butuh pengakuan bahwa perasaan itu valid. Bahwa kamu gak perlu selalu terlihat baik-baik aja.
Mimpi kayak gitu tuh kayak hati yang berbisik,
“Gak apa-apa kok kangen. Gak apa-apa kok berharap. Tapi jangan lupa—yang paling perlu kamu peluk duluan, ya diri kamu sendiri.”
Karena kadang, kita terlalu sibuk ngejar perhatian dari orang yang kita suka, sampai lupa ngasih perhatian ke diri kita yang juga butuh dipahami.
Dan tahu gak? Kadang perasaan yang paling dalam tuh justru gak kelihatan di dunia nyata. Tapi dia muncul di dunia tidur. Karena hanya di sana, kita berhenti menjaga image, berhenti mikirin gengsi.
Yang tertinggal cuma kamu, perasaanmu, dan kejujuran yang kamu sembunyikan siang malam.
Jadi kalau kamu mimpi dipeluk orang yang kamu suka, jangan buru-buru GR. Tapi juga jangan buru-buru cuek. Coba tanya pelan-pelan ke hati kamu:
“Kenapa ya aku bisa sampai mimpi dia?”
“Lagi ada yang belum selesai, gak, di hatiku?”

Mungkin kamu memang kangen.
Atau mungkin kamu cuma lagi ngerasa sepi, dan wajah dia jadi simbol dari kehangatan yang kamu cari.
Dan kalau ternyata kamu mimpi itu bukan sekali, tapi berulang, bisa jadi alam bawah sadar kamu lagi ngajak ngobrol. Ngajak kamu untuk berdamai. Bukan sama dia. Tapi sama kenyataan bahwa gak semua rasa harus dimiliki.
Kadang, cukup diakui aja udah cukup melegakan.
Karena gak semua pelukan harus terjadi di dunia nyata untuk punya makna.
Ada pelukan-pelukan yang terjadi dalam mimpi, tapi justru lebih nyata rasanya daripada banyak hubungan yang terjadi karena sekadar takut sendirian.
Dan terakhir…
Jangan malu pernah mimpi hal seperti itu. Itu bukan kelemahan.
Itu bukti kamu manusia—yang bisa rindu, bisa sayang, dan bisa berharap… walau cuma dalam diam.
Peluk itu mungkin gak pernah benar-benar terjadi. Tapi rasa hangat yang kamu rasain saat bangun? Itu nyata. Dan itu cukup.
Sebelum kamu kembali menyimpan perasaan itu ke dalam lemari hati, sambil ngelap sedikit air mata yang entah datang dari mana, coba bilang ke diri sendiri:
“Gak apa-apa sayang, mimpi itu bukan dosa. Itu cuma cara hati bilang… aku masih peduli.”
Dan kadang, itu aja udah cukup buat melanjutkan hari.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar