Apa Arti Mimpi Dikejar Orang Tak Dikenal?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
- visibility 72
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, kamu tidur nyenyak-nyenyaknya… lalu tiba-tiba bermimpi dikejar-kejar sama seseorang yang bahkan kamu gak kenal? Rasanya campur aduk: panik, takut, dan anehnya… capek pas bangun. Kayak habis sprint muter satu kompleks.
Nah, yang menarik dari mimpi semacam ini bukan cuma soal “kenapa bisa mimpi begitu”, tapi justru tentang: apa sih yang sebenarnya sedang ingin dikatakan oleh alam bawah sadar kita?
Karena begini… mimpi itu sering kali bukan sekadar bunga tidur. Kadang, dia kayak kaca pembesar. Memperlihatkan hal-hal yang selama ini kita pendam, yang gak sempat kita urai di siang hari.
Bayangkan:
Kamu mimpi lari ketakutan.
Dikejar orang asing.
Gak tahu siapa dia, tapi kamu tahu satu hal—kamu ingin lari.
Pertanyaannya: kamu lagi lari dari siapa? Atau… dari apa?
Kadang kita pikir, mimpi dikejar itu cuma karena kita nonton film horor malamnya. Atau karena sebelum tidur kita ngebaca thread Twitter soal kasus kriminal. Tapi gimana kalau itu sebenarnya bukan soal siapa yang ngejar… tapi tentang apa yang selama ini kamu hindari?
Mimpi itu simbolis.
Dan si “orang tak dikenal” dalam mimpi itu bisa jadi cuma representasi. Dari ketakutan. Dari tekanan. Dari rasa bersalah.
Mungkin kamu sedang menghadapi sesuatu yang gak berani kamu hadapi di dunia nyata. Mungkin itu tugas, target hidup, masalah keluarga, atau bahkan… perasaan sendiri yang kamu tutupi.
Kayak orang yang bilang,
“Aku baik-baik saja,”
padahal dalam dirinya, ada suara kecil yang teriak:
“Gue capek, gue bingung, gue takut gagal.”
Dan karena di siang hari kamu terlalu sibuk jadi “kuat”,
di malam hari, rasa itu minta panggungnya.

Kalau kamu merasa mimpi ini datang berulang-ulang, coba jujur ke diri sendiri:
Apa sih hal yang selama ini kamu tahu harus kamu hadapi, tapi kamu tunda terus?
Karena bisa jadi, mimpi dikejar orang asing itu bukan tentang sosok menakutkan di luar sana… tapi tentang bagian dari diri kamu sendiri yang terus kamu tolak keberadaannya.
Kita sering lupa,
kadang “orang asing” dalam mimpi itu… ya diri kita sendiri.
Diri kita yang dulu.
Diri kita yang pernah trauma.
Diri kita yang pernah gagal.
Diri kita yang ingin bicara, tapi gak pernah dikasih ruang.
Dan setiap kali kamu bermimpi dikejar, bisa jadi itu karena bagian dari dirimu yang “terluka” merasa diabaikan. Dia ngejar, bukan buat menyakiti. Tapi buat diakui.
Ada satu hal penting yang kadang kita lupakan:
Kita gak harus selalu jadi kuat.
Gak harus selalu tahu jalan.
Gak harus selalu tersenyum padahal hati lagi ribut.
Karena sering kali, yang bikin kita mimpi lari ketakutan,
bukan karena kita lemah…
tapi karena kita terlalu keras pada diri sendiri.
Terlalu takut untuk kelihatan gak tahu arah.
Terlalu malu mengakui bahwa kita juga manusia yang bisa salah langkah.
Terlalu sibuk mengejar ekspektasi orang, sampai lupa apa sebenarnya yang kita kejar dalam hidup ini.
Jadi kalau kamu mimpi dikejar-kejar,
jangan buru-buru cari arti mistisnya.
Coba mulai dengan nanya ke diri sendiri:
“Apa yang sedang aku lari dari dalam hidupku saat ini?”
“Siapa yang belum aku maafkan?”
“Perasaan apa yang selama ini aku sembunyiin?”
Karena bisa jadi, mimpi itu bukan datang buat nakutin…
tapi buat ngajak kamu berdamai.
Berdamai dengan luka yang belum sembuh.
Dengan janji ke diri sendiri yang dulu pernah kamu abaikan.
Dengan sisi rapuh yang selama ini kamu pendam sendiri.
Dan ingat:
Gak semua yang datang dalam mimpi itu buruk.
Kadang, dia datang sebagai pesan.
Sebagai pengingat.
Atau bahkan… sebagai pintu.
Pintu menuju versi dirimu yang lebih jujur, lebih tenang, dan lebih utuh.
Akhir kata,
mimpi dikejar orang asing itu bukan kutukan.
Bukan tanda kamu bakal sial.
Tapi mungkin—cuma mungkin—itu adalah cara lembut dari semesta untuk bilang:
“Hei, berhenti lari. Hadapi. Kamu gak sendiri.”
Karena yang sering kita takutkan,
bukan si pengejar…
tapi kebenaran yang selama ini kita hindari.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar