Apa Arti Mimpi Makan Makanan Busuk?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
- visibility 70
- comment 0 komentar

Pernah gak sih lo mimpi makan sesuatu yang… menjijikkan? Kayak daging basi, buah busuk, atau nasi yang udah berjamur. Dan lo bener-bener bisa ngerasain aromanya, teksturnya, bahkan rasa anyirnya yang bikin mual. Padahal cuma mimpi, tapi bangun-bangun rasanya kayak habis makan bangkai.
Lucunya, yang lo pikir sepele ini, kadang malah bikin lo mikir semalaman. “Kenapa sih gue mimpi kayak gitu? Emangnya gue abis makan yang aneh-aneh?”
Tapi mungkin, itu bukan tentang makanannya.
Mungkin… itu tentang lo.
Tentang apa yang selama ini lo “telan” diam-diam.
Bukan makanan, tapi perasaan.
Coba pikir, seberapa sering kita “memakan” hal-hal yang kita gak suka?
Nelen kecewa karena ditinggal orang yang kita percaya.
Nelen marah karena gak bisa ngomong ke atasan yang terus nyalahin.
Nelen sedih karena orang yang kita sayang gak pernah bener-bener ngerti kita.
Dan semua itu kita telan bulat-bulat, diem-diem. Gak ada yang tahu, bahkan kita sendiri pun kadang gak sadar.
Sampai akhirnya malam datang.
Dan mimpi kita, mulai bicara.
Lewat simbol. Lewat rasa. Lewat kejadian absurd kayak makan makanan busuk.
Karena tubuh dan pikiran itu nyatu. Apa yang gak selesai di kepala, sering kali dicoba disampaikan lewat mimpi.
Pernah gak berpikir kalau mimpi itu bukan soal ramalan?
Tapi lebih kayak cermin.
Cermin yang jujur banget nunjukin apa yang kita pendam.
Mimpi makan makanan busuk bisa jadi sinyal bahwa ada hal “beracun” dalam hidup lo yang udah kelamaan lo biarin.
Bisa hubungan.
Bisa pikiran negatif.
Bisa luka lama yang lo pura-pura lupa.
Dan karena siang hari lo terlalu sibuk menyangkal dan keliatan tegar, malam hari jadi satu-satunya waktu buat semua itu keluar.

Lewat simbol: makanan busuk.
Tapi ya, bukan berarti mimpi ini harus ditakutin.
Sebaliknya, mimpi ini tuh bisa jadi wake up call.
Kayak, “eh, lo udah cukup pura-pura bahagia. Saatnya beresin yang busuk-busuk itu.”
Dan lucunya, sering kali yang “busuk” itu bukan orang lain. Tapi kita sendiri.
Pikiran kita yang penuh sangka buruk.
Mulut kita yang sering telan omongan orang tapi gak pernah proses.
Hati kita yang gak jujur sama apa yang dirasa.
Kita terus makan semuanya, setiap hari.
Tanpa sadar, kita udah kenyang banget.
Tapi bukan kenyang yang bikin bahagia,
melainkan kenyang yang bikin sesak.
Dan mimpi itu, jadi cara alam bawah sadar kita bilang:
“Lo butuh detoks. Lo perlu bersihin isi kepala dan isi hati.”
Kebayang gak kalau lo disuruh makan sesuatu yang udah basi, tapi lo harus senyum?
Gak enak, kan?
Persis kayak saat kita pura-pura kuat padahal rapuh.
Dan inilah yang kadang jadi pesan tersembunyi dari mimpi kayak gitu.
Bahwa kita butuh berhenti.
Buat ngakuin ke diri sendiri: “Gue capek.”
Buat berani bilang: “Gue gak suka ini.”
Buat belajar ngelepas apa yang udah gak sehat.
Karena gak semua yang udah lama ada dalam hidup kita, harus kita terus pelihara.
Kadang yang busuk itu justru sesuatu yang kita simpen rapat-rapat karena udah terbiasa.
Kalau sekarang lo lagi sering mimpi aneh, bukan cuma soal makanan busuk…
tapi mungkin mimpi kehilangan, mimpi jatuh, mimpi dikurung…
Mungkin itu bukan pertanda buruk.
Mungkin itu tanda kalau ada yang perlu diberesin.
Dan hal pertama yang bisa kita lakuin?
Duduk sebentar.
Tarik napas.
Tanya ke diri sendiri:
“Apa yang selama ini gue telan mentah-mentah, padahal rasanya gak enak?”
Bisa jadi itu kata-kata orang tua yang masih nyangkut di kepala.
Atau ekspektasi lingkungan yang bikin kita jadi orang yang bukan diri kita.
Atau bisa juga, luka masa lalu yang gak pernah sempat sembuh karena kita keburu move on… tanpa bener-bener pulih.
Akhir kata, mimpi makan makanan busuk bukan soal makanan.
Bukan soal ramalan.
Tapi soal kita.
Tentang apa yang kita simpan, kita telan, dan kita pendam—tanpa pernah benar-benar kita proses.
Dan bisa jadi, itu adalah panggilan.
Untuk mulai menyaring apa yang kita konsumsi—bukan cuma di mulut, tapi juga di hati dan pikiran.
Karena yang kita masukkan ke dalam diri, akan jadi rasa.
Dan rasa itu… kalau gak enak, akan terus muncul—di mimpi, atau di kenyataan.
Jadi, yuk lebih jujur ke diri sendiri.
Daripada terus-terusan makan hal-hal busuk yang bikin hati jadi keruh,
lebih baik mulai pilih-pilih:
Mana yang layak dikunyah,
mana yang sebaiknya dibuang.
Karena hidup ini bukan tentang kenyang,
tapi tentang apa yang kita cerna.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar