Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Gaya Hidup » Kenapa Mimpi Kehilangan Anak?

Kenapa Mimpi Kehilangan Anak?

  • account_circle langkahsejati
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • visibility 74
  • comment 0 komentar

Pernah gak kamu mimpi kehilangan anak?
Bangun-bangun, dada sesak, napas terburu, dan mata nyari-nyari ke samping tempat tidur buat pastiin si kecil masih ada.
Dan pas dia kelihatan lagi tidur pulas, rasanya pengen langsung meluk seerat mungkin, seolah dunia barusan kasih peringatan yang bikin jantung nyaris copot.

Tapi… pernah gak kamu coba mikir dari sudut pandang yang lain?

Kenapa sih mimpi kayak gitu bisa muncul?
Apakah ini pertanda? Atau cuma ilusi acak dari otak yang kebanyakan pikiran?

Kadang, mimpi kehilangan anak bukan soal kehilangan itu sendiri.
Tapi lebih ke arah:
“Apa yang sebenarnya belum selesai dari hubungan kita dengan anak?”

Mungkin kita lagi ngerasa bersalah.
Karena beberapa hari terakhir sibuk banget kerja dan gak sempet ngobrol, apalagi main bareng.
Atau kita lagi merasa gak cukup baik sebagai orang tua.
Atau bisa jadi… kita lagi takut.
Takut suatu saat dia pergi, dewasa, punya dunianya sendiri, dan gak lagi butuh kita kayak sekarang.

Karena kehilangan dalam mimpi… seringnya cuma cerminan dari kekhawatiran yang belum pernah kita ucapkan.
Dan anak—dalam mimpi itu—bisa jadi simbol dari sesuatu yang sangat kita sayangi, yang kita takut akan hilang.

Kayak ketika ada orang bermimpi kehilangan anak padahal dia belum punya anak.
Aneh ya?
Tapi bisa jadi itu bukan soal “anak secara literal”, tapi soal harapan, mimpi, atau bagian dari dirinya sendiri yang pernah dia jaga, tapi kini terasa menjauh.
Bisa jadi itu simbol dari proyek yang dia perjuangkan tapi kini terasa gagal.
Atau hubungan yang dulu begitu indah tapi sekarang sudah tidak utuh lagi.

Mimpi itu bukan ramalan.
Tapi bisa jadi cermin—yang memperlihatkan apa yang selama ini kita pendam dan coba kita anggap “gak apa-apa”.

Dan kadang…
Kita terlalu sering bilang “gak apa-apa”, sampai lupa kalau hati kita tuh gak bisa dibohongin.
Akhirnya, yang gak kita ungkap di dunia nyata, munculnya di mimpi.

Coba deh bayangin…
Kalau hari ini kamu mimpi kehilangan anakmu, dan kamu bangun dalam keadaan panik,
bukannya langsung nyari tafsir di internet yang isinya bikin tambah resah,
gimana kalau kamu berhenti sejenak, dan tanya ke diri sendiri:

“Apakah aku sudah cukup hadir buat dia?”
“Apakah ada bagian dalam diri yang merasa bersalah?”
“Atau justru… apakah ada rasa takut kehilangan yang belum pernah aku akui?”

Kadang, mimpi itu bukan ancaman.
Tapi pengingat.

Pengingat bahwa waktu kita sama mereka—anak-anak kita—gak akan selamanya seperti ini.
Hari ini mereka masih nyamperin ke kamar buat minta dipeluk.
Masih nempel kayak perangko kalau lagi nonton bareng.
Masih cerita hal-hal remeh kayak “Mama, aku lihat semut gendong makanan loh!”

Tapi nanti?
Akan ada masanya kita yang nyamperin kamar mereka dan mereka bilang,
“Ma, aku lagi sibuk. Nanti ya…”

Jadi, kalau kamu mimpi kehilangan anak,
mungkin itu bukan tentang kehilangannya.
Tapi tentang betapa berharganya waktu bersamanya.
Tentang rasa takut yang selama ini gak kita sadari.
Tentang keinginan untuk bisa lebih dekat, lebih hangat, dan lebih hadir lagi.

Mimpi itu unik.
Kadang terasa nyata banget, padahal cuma terjadi dalam beberapa detik.
Tapi rasanya bisa nempel seharian, bahkan berhari-hari.

Tapi justru dari mimpi itu, kita bisa belajar sesuatu:
Tentang hubungan.
Tentang kasih sayang.
Tentang kerentanan kita sebagai manusia yang sayang banget tapi gak berani ngomong.

Karena kehilangan dalam mimpi… seringnya bukan tentang “kehilangan”.
Tapi tentang “betapa takutnya kita kehilangan sesuatu yang sangat berarti.”

Dan kalau ditarik lebih dalam lagi,
kadang itu adalah alarm.
Alarm buat lebih sadar.
Alarm buat lebih menghargai.
Alarm buat bilang,
“Aku mau lebih ada buat kamu.”

Tapi ya… mimpi tetap mimpi.
Gak perlu ditakuti.
Gak perlu dibawa sampai jadi beban.
Tapi juga gak perlu langsung dilupakan begitu saja.

Karena mimpi yang bikin kamu nangis,
bisa jadi adalah cermin dari hal-hal yang paling kamu pedulikan.

Dan kalau hari ini kamu masih bisa peluk anakmu,
masih bisa denger suara tawanya,
masih bisa bilang “Mama sayang kamu”…
Maka mimpi itu bukanlah malapetaka.

Tapi kesempatan.
Untuk lebih hadir.
Lebih sadar.
Dan lebih menghargai apa yang kamu miliki hari ini.

Jadi…
Daripada sibuk cari arti mimpi di luar sana,
kenapa gak mulai dari sini:
dari perasaan yang kamu rasain waktu kamu bangun.
Dari air mata yang jatuh,
dan dari detak jantung yang sempat berdegup kencang.

Karena bisa jadi, itu bukan tentang mimpi kehilangan anak.
Tapi tentang betapa dalamnya cinta yang kamu punya.
Dan betapa berharganya setiap detik bersamanya.

 

 

 

  • Penulis: langkahsejati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alat Apa yang Harus Anda Gunakan untuk Mencuci Muka?

    Alat Apa yang Harus Anda Gunakan untuk Mencuci Muka?

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mikir… kenapa ada orang yang cuci muka sampai pakai alat khusus segala, padahal kita selama ini cukup pakai tangan aja? Ada yang pakai cleansing brush, ada yang pakai waslap, ada juga yang punya alat elektrik dengan getaran halus yang katanya bisa bantu membersihkan pori-pori lebih dalam. Lalu muncul pertanyaan lanjutan: emangnya […]

  • Apa Arti Mimpi Melihat Danau Tenang?

    Apa Arti Mimpi Melihat Danau Tenang?

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi lagi duduk di pinggir danau? Airnya tenang banget. Gak ada riak, gak ada ombak, cuma diam… memantulkan langit biru dan ranting pepohonan. Suasananya damai. Seolah-olah semesta lagi ngajak kamu ngobrol—tapi pakai bahasa yang gak keluar dari mulut, tapi dari rasa. Dan begitu bangun, kamu jadi kepikiran. “Maksud mimpi itu apa […]

  • Kenapa Mimpi Rumah Dimasuki Maling?

    Kenapa Mimpi Rumah Dimasuki Maling?

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu kebangun tengah malam, keringetan, jantung deg-degan, gara-gara mimpi rumah kamu kemasukan maling? Dan mimpi itu terasa nyata banget. Seolah-olah kamu barusan beneran lihat seseorang merangkak masuk lewat jendela, nyari-nyari barang, dan kamu cuma bisa teriak tanpa suara. Rasanya kayak tubuh kaku, tapi otak teriak “tolooong!” Tapi setelah bangun, kamu mulai mikir… […]

  • Apa Arti Mimpi Melihat Kecelakaan?

    Apa Arti Mimpi Melihat Kecelakaan?

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kamu bangun dari tidur dengan dada sesak, gara-gara mimpi melihat kecelakaan? Rasanya kayak baru aja nonton film thriller, padahal cuma tidur di kasur empuk, AC adem, dan selimut tebal. Kadang, kita langsung mikir, “Aduh, ini firasat buruk apa gimana ya?” Tapi… pernah gak coba lihat dari perspektif yang berbeda? Karena bisa aja, […]

  • Apa Makna Mimpi Melihat Pelangi?

    Apa Makna Mimpi Melihat Pelangi?

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kamu tidur nyenyak, lalu tiba-tiba di dalam mimpimu… muncul pelangi? Bukan pelangi biasa. Warnanya lebih terang, udaranya lebih segar, dan rasanya tenang banget. Kamu bangun sambil senyum-senyum, tapi lalu mikir… “Eh, ini mimpi tadi maksudnya apa ya?” Mimpi melihat pelangi sering kali bikin kita bertanya. Bukan karena warnanya aja yang memikat, tapi […]

  • Apa Arti Mimpi Diberi Uang Banyak?

    Apa Arti Mimpi Diberi Uang Banyak?

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pernah gak sih lo bangun tidur sambil senyum-senyum sendiri karena habis mimpi dikasih uang segambreng? Rasanya kayak… “Wah, jangan-jangan ini pertanda gue bakal kaya.” Padahal pas melek, dompet masih sama kurusnya. Uang di rekening juga gak nambah, malah mungkin kepotong auto-debet cicilan. Tapi ya, begitulah manusia. Suka banget cari makna dari hal-hal kecil, termasuk mimpi. […]

expand_less