Apa Arti Mimpi Membunuh Seseorang?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
- visibility 228
- comment 0 komentar

Pernah gak sih… kamu bangun tidur dengan perasaan aneh, campur aduk, dan… agak takut sama diri sendiri?
Karena dalam mimpi barusan, kamu ngebunuh seseorang.
Beneran ngebunuh. Sampai berdarah. Sampai dia gak bernyawa.
Dan yang paling bikin merinding… kamu inget rasanya.
Tanganmu gemetar, jantungmu deg-degan, tapi juga entah kenapa… ada sedikit lega.
Mimpi ini gak bisa kamu lupakan begitu aja. Rasanya nempel. Kayak ada yang belum selesai.
Dan di saat seperti itu…
Kita sering nanya ke diri sendiri:
“Apa yang salah sama gue?”
“Kenapa bisa mimpi segelap itu?”
“Jangan-jangan… ada sisi gelap dalam diri gue yang gak pernah gue sadari?”
Padahal, bisa jadi mimpi itu bukan tentang membunuh dalam arti sebenarnya.
Tapi lebih ke… apa yang sedang ingin kamu akhiri.
Coba deh pikir lagi.
Mimpi, kadang bukan pesan harfiah. Tapi simbol.
Dan membunuh dalam mimpi… bisa berarti kamu sedang berusaha mematikan sesuatu dalam hidupmu.
Bukan orang. Tapi perasaan. Atau kenangan. Atau mungkin… versi dirimu yang lama.
Mungkin kamu lagi capek jadi orang yang terus ngalah.
Atau kamu muak jadi versi “baik-baik aja” padahal sebenarnya udah remuk di dalam.
Mungkin kamu udah terlalu lama disakiti, dan sekarang… bawah sadar kamu bilang:
“Udah. Cukup. Gue gak mau jadi korban lagi.”
Jadi kamu mimpi membunuh—bukan karena kamu kejam,
tapi karena kamu lagi pengen bebas dari sesuatu yang selama ini mengekang kamu.
Bisa juga mimpi itu muncul karena kamu lagi berjuang.
Bukan lawan orang lain. Tapi lawan diri sendiri.

Kadang… musuh terbesar kita bukan orang jahat di luar sana.
Tapi suara dalam diri kita sendiri yang terus bilang:
“Kamu gak cukup baik.”
“Kamu gak layak dicintai.”
“Kamu gak akan berhasil.”
Dan dalam mimpi, kamu bisa aja melihat suara-suara itu berwujud orang tertentu.
Mereka bisa aja wajah atasanmu, mantanmu, bahkan orang tuamu sendiri.
Tapi sebenernya… itu adalah simbol dari luka yang belum sembuh.
Dan saat kamu “membunuh” mereka dalam mimpi,
itu bukan kamu jadi jahat… tapi kamu sedang berusaha menyembuhkan.
Tapi… ada kalanya, mimpi membunuh datang dari hal yang lebih sederhana:
emosi yang kamu pendam terlalu lama.
Kita hidup di dunia yang ngajarin kita buat selalu “strong.”
Jangan marah. Jangan sedih. Jangan lemah.
Tersenyumlah. Jaga citra. Tahan perasaan.
Sampai akhirnya…
Semua itu numpuk, kayak balon yang terus ditiup tanpa henti.
Dan ketika malam tiba, ketika kamu tertidur dan semua topeng lepas—
Bum! Meledaklah semua amarah yang gak sempat kamu keluarkan di dunia nyata.
Jadi bukan kamu yang berubah jadi monster.
Tapi kamu yang akhirnya… berani ngebuka pintu gudang emosi yang selama ini dikunci rapat.
Tentu, mimpi membunuh juga bisa jadi alarm.
Kalau akhir-akhir ini kamu lagi ngerasa sangat stres, tertekan, atau ada konflik yang belum selesai,
mimpi kayak gini bisa muncul sebagai peringatan:
“Hati-hati. Lo butuh istirahat.”
“Lo perlu ngobrol. Perlu didengar.”
“Lo gak harus simpan semuanya sendiri.”
Karena kita sering kelihatan tenang di luar, padahal batin kita udah kayak perang dunia ketiga.
Tapi ya… gak semua orang mau ngerti ini.
Kalau kamu cerita ke orang soal mimpi ini, mungkin yang kamu dapet malah:
“Wah, serem banget! Jangan-jangan lo psikopat!”
“Lo harus tobat deh.”
“Jangan-jangan itu firasat buruk!”
Dan itu bikin kamu makin takut. Makin merasa ada yang salah.
Padahal… kadang yang kamu butuh cuma satu hal:
Dimengerti.
Mimpi membunuh bukan selalu soal niat jahat.
Bisa jadi itu tentang keberanian untuk bilang ke dunia:
“Gue gak mau terus-terusan disakiti.”
“Gue pengen hidup versi gue yang lebih damai.”
“Gue berhak buat bebas.”
Dan ya, terkadang proses menuju “bebas” itu… memang menyakitkan.
Ada yang harus kamu relakan. Ada yang harus kamu lepaskan.
Ada bagian dari dirimu yang harus kamu “akhiri” agar kamu bisa jadi versi yang lebih utuh.
Jadi… kalau suatu hari kamu mimpi membunuh seseorang,
jangan buru-buru takut. Jangan langsung nge-judge diri sendiri.
Tapi duduklah sebentar. Diam. Tarik napas.
Dan tanya ke dalam dirimu:
“Apa yang sedang ingin gue akhiri?”
“Apa yang selama ini gue pendam?”
“Dan… kenapa gue ngerasa bersalah buat sembuh?”
Karena bisa jadi…
Yang kamu bunuh dalam mimpi itu,
adalah rasa takutmu sendiri.
Dan kalau itu benar…
Selamat.
Kamu lagi belajar buat hidup lebih jujur sama diri sendiri.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar