Apa Arti Mimpi Berkelahi dengan Saudara?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
- visibility 95
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi lagi berantem hebat sama saudara kandung sendiri? Yang sampe lempar barang, nangis-nangis, atau mungkin diem-dieman penuh amarah?
Pas bangun, rasanya campur aduk. Antara kesel, bingung, dan mikir… “Loh, padahal kemarin ngobrol masih ketawa-ketawa, kok mimpi begini?”
Mimpi kayak gitu sering bikin orang bertanya-tanya.
“Apakah aku lagi ada masalah sama dia?”
“Atau jangan-jangan, ini firasat buruk?”
Padahal… bisa aja, mimpi itu bukan tentang pertengkarannya. Tapi tentang perasaan yang belum sempat kita sadari atau utarakan.
Sama kayak kehidupan nyata. Kadang yang bikin hubungan renggang bukan karena satu kejadian besar, tapi karena ada banyak hal kecil yang dipendam terus-menerus.
Mimpi berkelahi dengan saudara, bisa jadi adalah refleksi dari emosi yang tertumpuk. Mungkin kamu ngerasa dia lebih disayang, lebih berhasil, atau lebih dipahami. Tapi karena kamu gak pengen drama, kamu tahan-tahan aja. Sampai akhirnya, alam bawah sadar bilang, “Udah cukup. Saatnya dibersihkan lewat mimpi.”
Tapi jangan buru-buru mikir ini mimpi buruk.
Kadang mimpi berantem tuh… justru bikin lega.
Karena mimpi itu bisa jadi ruang aman.
Ruang untuk marah tanpa ngerusak hubungan sungguhan.
Ruang buat jujur, meskipun hanya pada dirimu sendiri.
Dan uniknya, mimpi juga bisa jadi cermin hubungan kita dengan diri sendiri.

Misalnya nih, kamu mimpi berantem sama adikmu yang pendiem dan penurut. Bisa jadi itu adalah bagian dari dirimu sendiri yang udah terlalu lama kamu tekan.
Atau kamu mimpi gebukin kakakmu yang cerewet dan dominan? Mungkin kamu lagi kesel sama versi dirimu yang selama ini terlalu banyak menuntut.
Karena sadar gak sih? Saudara kandung itu sering jadi simbol—bukan cuma keluarga, tapi juga bagian dari diri kita yang tumbuh bersama mereka.
Mereka yang pertama kali ngajarin kita soal berbagi, soal rebutan, soal bertahan, dan soal memaafkan.
Jadi saat kamu mimpi berkelahi dengan saudara, coba tanya:
“Apa sih yang sebenarnya aku rasain akhir-akhir ini?”
“Ada gak perasaan yang aku tahan terlalu lama?”
“Atau… ada bagian dari diriku yang selama ini aku abaikan?”
Karena mimpi itu lucu.
Dia gak pernah muncul tanpa sebab.
Tapi dia juga gak selalu literal.
Dan ya… kita memang gak akan pernah bisa menebak isi arti mimpi 100% akurat. Tapi kita bisa belajar memaknainya dari sudut pandang yang lebih luas.
Bisa jadi mimpi itu bukan tentang si “saudara” secara harfiah.
Tapi tentang perasaan yang belum selesai. Tentang luka lama yang belum sembuh. Atau tentang keinginan sederhana: didengar dan dimengerti.
Sama kayak kita ngelihat orang posting story lagi marahan sama saudaranya—terus langsung mikir, “Yah, drama keluarga.”
Padahal siapa tahu… itu satu-satunya cara dia bisa ungkapin rasa kecewa tanpa harus langsung meledak di dunia nyata.
Bukan berarti dia pengen cari simpati. Tapi mungkin dia cuma lelah menyimpan semuanya sendiri.
Dan kalau kamu mimpi kayak gitu, bukan berarti kamu saudara yang buruk.
Justru… itu bisa jadi panggilan untuk lebih jujur sama perasaanmu sendiri.
Mungkin kamu perlu ngobrol, perlu minta pelukan, atau sekadar butuh dimengerti.
Atau malah kamu udah baik-baik aja, dan mimpi itu cuma sisa dari emosi yang dulu belum sempat diberesin.
Karena yang namanya keluarga—sebenci-bencinya, sesering apa pun berantemnya—selalu ada ruang maaf yang gak bisa dijelaskan logika.
Dan mimpi, kadang jadi jembatan halus untuk mengingatkan:
“Hey, hubungan kalian terlalu berharga buat terus diam-diaman.”
Akhir kata…
Sebelum buru-buru merasa bersalah karena mimpi berkelahi dengan saudara, coba tanyakan dulu ke diri sendiri:
“Aku lagi butuh apa, sih?”
Dan… “Udah jujur belum sama perasaanku sendiri?”
Karena mimpi gak pernah datang tanpa maksud.
Dan kadang, lewat mimpi—Tuhan sedang bicara.
Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan:
Bahwa ada hal-hal yang perlu kita selesaikan.
Bukan di alam mimpi. Tapi di dunia nyata.
Kalau kamu berani jujur, siapa tahu… mimpi itu justru jadi awal dari pelukan yang lama tertunda.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar