Apa Makna Mimpi Mendaki Gunung?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
- visibility 78
- comment 0 komentar

Pernah gak kepikiran buat ngelihat mimpi itu dari sudut pandang yang berbeda?
Kayak, kenapa sih kita bisa mimpi mendaki gunung? Apa karena habis nonton film petualangan sebelum tidur? Atau sebenarnya… ada sesuatu yang mau “diceritain” lewat mimpi itu?
Kalau dipikir-pikir, gunung itu kan tinggi, besar, kelihatan kokoh. Dan mendaki gunung itu jelas bukan hal gampang. Ada ngos-ngosan, ada capek, ada pengen nyerah di tengah jalan. Tapi anehnya, ada juga rasa puas luar biasa pas akhirnya kita sampai di puncak.
Mungkin, mimpi mendaki gunung itu bukan sekadar kita “jalan-jalan” di dunia mimpi. Bisa jadi, itu simbol perjalanan kita di dunia nyata. Perjalanan yang… berat, panjang, penuh tantangan, tapi sebenarnya lagi membawa kita ke sesuatu yang lebih besar dari apa yang kita pikir.
Sama kayak orang yang tiap hari bangun pagi buta, kerja keras, ketemu masalah bertubi-tubi, terus kadang nanya ke diri sendiri, “Kenapa sih hidup gue berat banget?”
Padahal siapa tau… semua itu lagi mempersiapkan kita buat “puncak” kita sendiri.
Karena ya… gunung gak mungkin pendek. Kalau pendek, namanya bukit. Dan kalau hidup kita gampang-gampang aja, mungkin gak akan ada rasa bangga luar biasa saat kita akhirnya bisa “sampai”.
Kadang mimpi mendaki gunung juga ngajarin kita satu hal:
Perjalanan itu lebih penting daripada puncaknya.
Iya, puncak emang tujuan. Tapi semua peluh, napas tersengal, kaki pegel, pikiran mau nyerah di tengah jalan… itu bagian dari ceritanya.
Dan jangan salah, kadang di tengah perjalanan itulah, kita ketemu sama diri kita yang sesungguhnya.

Sama kayak hidup.
Kadang orang cuma lihat kesuksesan orang lain dari puncaknya aja.
“Ih, dia enak ya. Kaya, sukses, terkenal.”
Tapi kita lupa, mungkin dia udah jatuh seribu kali.
Mungkin dia pernah sendirian mendaki dalam gelap, waktu gak ada satu pun yang percaya sama dia.
Mimpi mendaki gunung itu kayak reminder kecil:
“Hei, lu lagi berproses. Jangan buru-buru pengen nyampe. Nikmatin aja jalannya.”
Tapi… gak semua pendakian di mimpi itu mulus.
Ada juga mimpi di mana kita mendaki tapi terus jatuh. Atau kehabisan tenaga sebelum sampai puncak.
Apa itu berarti kita gagal?
Belum tentu.
Kadang mimpi kayak gitu datang buat nunjukin bahwa mungkin… ada sesuatu yang harus diperbaiki.
Bisa jadi kita lagi terlalu keras sama diri sendiri.
Bisa jadi kita lagi terlalu fokus sama hasil, sampai lupa ngasih ruang buat menikmati perjalanan.
Atau mungkin, itu pertanda kita lagi butuh istirahat sejenak.
Bukan berhenti.
Cuma… berhenti sebentar, buat ambil napas.
Karena siapa sih yang kuat mendaki terus tanpa pernah berhenti?
Bahkan pendaki profesional pun tau kapan harus break, kapan harus minum, kapan harus bikin tenda dan nginep semalam di tengah jalan.
Bukan karena lemah.
Tapi karena dia tahu: perjalanan panjang butuh strategi.
Kadang, kita terlalu keras sama diri sendiri.
Kita pengen cepat-cepat nyampe, cepat-cepat sukses, cepat-cepat “di atas”.
Padahal mungkin, gunung kita masing-masing tuh punya jalannya sendiri.
Ada yang jalannya terjal dan berbatu.
Ada yang banyak tanjakan curam.
Ada yang indah, penuh bunga liar di pinggir jalur.
Dan gak perlu ngebandingin jalur kita sama jalur orang lain.
Karena yang kelihatan kayak jalur gampang pun, mungkin punya badai tersembunyi yang gak kita lihat.
Mimpi mendaki gunung juga ngingetin satu hal penting:
Kita kuat. Lebih kuat dari yang kita kira.
Saat di mimpi itu kita terus mendaki walau capek, walau ngos-ngosan, itu kayak refleksi dari betapa keras kepalanya kita di dunia nyata.
Betapa kita punya kekuatan untuk tetap melangkah, meski dalam hati kadang ngerasa mau nyerah.
Dan mungkin, itu jawaban buat hari-hari di mana kita ngerasa lemah:
“Kamu bisa. Kamu cuma lagi mendaki. Puncaknya gak kelihatan sekarang, tapi ada.”
Akhir kata, sebelum kita ngeremehin mimpi kita sendiri, atau sebelum kita ngerasa gagal karena belum “sampai puncak”, mungkin kita bisa tanya ke diri sendiri dulu:
“Emangnya gue udah berhenti? Atau gue cuma lagi istirahat sebentar?”
Karena yang namanya perjalanan hidup, gak ada yang instan.
Sama kayak mendaki gunung, semua butuh langkah kecil yang terus-terusan diambil, bahkan saat kaki gemetar.
Dan mungkin…
Mimpi mendaki gunung itu bukan buat kasih tau kita tentang hasil,
tapi buat ngingetin: perjalanan ini layak diperjuangkan.
Mau lanjut mendaki bareng?
Kalau kamu mau, aku juga bisa buatin artikel lain dengan nuansa serupa. Mau sekalian?
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar