Berapa lama saya harus mencuci muka sebelum tidur?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
- visibility 78
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kita nanya ke diri sendiri, “sebenernya, berapa lama sih gue harus cuci muka sebelum tidur?”
Apakah cukup asal basah, sabunin dikit, bilas, selesai? Atau harus kayak ritual panjang lengkap dengan musik slow dan lampu remang-remang?
Tapi sebelum kita bahas waktunya, yuk coba kita balik dulu sebentar. Kita pikirin dulu… kenapa sih kita cuci muka sebelum tidur?
Coba bayangin:
Seharian muka kita tuh kayak medan perang.
Ada debu yang numpang lewat, polusi yang nempel kayak mantan yang susah move on, keringat, minyak, sisa makeup, bahkan tangan-tangan jahil yang gak sengaja (atau sengaja) nyentuh muka.
Jadi pas malam datang, dan mata kita udah tinggal 10 watt, itu bukan sekadar waktunya tidur… tapi waktunya muka kita juga istirahat.
Dan di situlah peran cuci muka.
Tapi bukan cuma asal-asalan.
Bukan cuma karena “ya udah kebiasaan dari kecil”.
Karena kadang… kita ngerasa udah cukup bersih, padahal baru disiram air doang.
Kita pikir udah glowing, padahal itu minyak.
Kita kira udah skincare-an rajin, padahal fondasinya aja belum beres: cuci mukanya gak niat.
Jadi balik lagi ke pertanyaan awal:
Berapa lama sih waktu ideal buat cuci muka sebelum tidur?
Jawabannya mungkin gak sesimpel angka. Tapi kalau mau patokan, sekitar 30 detik sampai 1 menit itu ideal.
Tapi bukan cuma soal waktu ya… tapi kualitas di dalam durasi itu.
Bayangin gini:
30 detik yang niat, pakai gerakan memutar lembut, ngikutin arah otot wajah, sambil benar-benar memperhatikan tiap area — jauh lebih powerful dibanding 2 menit yang cuma asal digosok kayak lagi nyuci piring.
Kadang kita suka lupa, wajah kita bukan lap debu.
Dia punya struktur, punya sensitivitas, punya emosi juga mungkin (oke yang ini agak lebay sih).
Tapi serius, muka tuh bisa “tersinggung” kalau kita asal-asalan.
Dia bisa jerawatan, bisa kering, bisa merah, dan semua itu karena dia ngerasa gak diperlakukan baik.
Cuci muka sebelum tidur itu bukan rutinitas,
tapi bentuk penghormatan.

Kayak bilang ke diri sendiri:
“Thank you udah berjuang seharian. Nih, sekarang waktunya bersih-bersih, relax, dan siap buat recharge.”
Karena kita sering banget terlalu sibuk menghargai hal-hal besar,
sampai lupa kalau hal kecil pun pantas dapet perhatian.
Wajah kita adalah salah satu yang paling jujur nunjukin kelelahan.
Maka jangan kita sia-siakan momen sebelum tidur ini cuma karena “ah, males ah”.
Dan tahu gak sih,
momen cuci muka ini juga bisa jadi waktu kita ngobrol sebentar sama diri sendiri.
Refleksi kecil sambil air mengalir pelan.
Kayak, “Hari ini gimana rasanya?”
“Capek ya? Tapi hebat loh, masih bisa berdiri sampai malam.”
Gak perlu lama.
Gak perlu drama.
Cukup 1 menit yang tulus.
Terus, gimana caranya biar cuci muka kita bener?
Gak ribet kok.
Cukup perhatikan 4 hal ini:
- Pilih pembersih yang sesuai dengan jenis kulit.
Biar gak bikin kering atau terlalu berminyak. - Basahi wajah dengan air hangat.
Bukan panas ya. Biar pori-pori kebuka sedikit, dan pembersih bekerja maksimal. - Pijat lembut dengan gerakan memutar.
Mulai dari dahi, turun ke pipi, hidung, dagu. Jangan lupa area rahang juga. - Bilas dengan air dingin dan keringkan dengan handuk bersih.
Tepuk-tepuk pelan, jangan digosok.
Simple kan? Tapi kadang karena saking simpelnya, kita suka meremehkan.
Cuci muka itu bukan soal durasi, tapi niat.
Sama seperti hal-hal kecil lainnya dalam hidup.
Kita bisa kasih waktu 2 jam buat scroll medsos tanpa mikir,
tapi 1 menit buat cuci muka sering kita potong-potong.
Padahal… mungkin di situ, kita sedang belajar menghargai diri sendiri.
Dengan hal yang paling sederhana: merawat wajah sebelum tidur.
Karena di balik pori-pori yang bersih,
ada rasa cinta yang diam-diam kita berikan pada diri kita sendiri.
Dan bukankah itu yang paling penting?
Bukan semata-mata soal glowing.
Tapi soal kita gak pernah lupa… buat pulang ke diri sendiri tiap malam.
Lewat air, lewat sabun, lewat sentuhan yang tulus.
Jadi, pertanyaan “berapa lama harus cuci muka sebelum tidur” itu…
bisa kita ubah jadi:
“Berapa menit yang tulus bisa gue kasih ke diri gue sendiri hari ini?”
Jawabannya?
Setidaknya satu.
Setidaknya, cukup buat bilang ke wajah kita:
“Terima kasih udah nemenin gue hari ini
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar