Bolehkah Mencuci Wajah dengan Sabun Mandi?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
- visibility 80
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, di tengah kesibukan atau buru-buru mau pergi, kita langsung ambil sabun mandi—yang ada di rak sabun, udah pasti selalu tersedia—dan langsung cuci muka pakai itu?
Cepat, praktis, tinggal bilas. Selesai.
Apalagi kalau sabunnya wangi banget, busanya melimpah, sensasinya seger. Rasanya bersih maksimal.
Tapi pernah gak kita mikir dari perspektif lain?
Apa iya, kulit wajah kita tuh sesimpel itu?
Apa iya, sabun mandi yang dibuat buat badan, cocok juga buat wajah yang notabene lebih tipis, lebih sensitif, dan punya kebutuhan yang beda?
Mungkin selama ini kita ngira: “Ah, sama aja kali. Toh semuanya buat bersihin.”
Tapi ternyata… gak semua yang kelihatan bersih, itu berarti sehat.
Sama kayak hubungan. Kadang dari luar keliatannya harmonis, tapi di dalamnya ada yang diam-diam merasa dikorbankan.
Kulit wajah kita tuh kayak pasangan yang peka. Gak semuanya bisa diterima mentah-mentah. Termasuk sabun mandi.
Kenapa sih sabun mandi gak disarankan buat wajah?
Bayangin kamu lagi ngasih kopi buat anak kecil. Emang sih kopi enak, bisa bikin melek. Tapi apa anak kecil siap sama kafein dan pahitnya?
Begitu juga wajah.
Sabun mandi biasanya mengandung bahan-bahan pembersih yang kuat. Namanya juga buat badan, yang sering kena keringat, debu, dan kotoran lebih berat. Kulit tubuh lebih tebal, lebih tahan banting. Tapi kulit wajah?
Dia lebih tipis, lebih gampang marah.
Dan sabun mandi seringkali punya pH yang tinggi. Terlalu basa.
Sementara kulit wajah kita lebih suka yang seimbang. Kalau kamu kasih sabun dengan pH yang gak cocok, kulit bakal kaget. Bisa kering, bisa iritasi, bisa jadi malah jerawatan.
Dan yang paling nyebelin: muncul perasaan bersih tapi ketarik.
Yang bilang, “ih bersih banget!”
Padahal itu tanda skin barrier kita lagi teriak
Tapi… gimana kalau aku udah lama pakai sabun mandi dan gak kenapa-kenapa?

Nah, ini nih kalimat klasik yang sering kita denger (dan mungkin ucapin sendiri).
Dan jujur, wajar kok. Semua orang punya pengalaman unik soal perawatan kulit.
Tapi kayak hubungan toxic, kadang yang gak langsung bikin luka justru yang lebih bahaya.
Karena kita gak sadar pelan-pelan disakiti.
Kulit bisa aja keliatan baik-baik aja sekarang. Tapi di balik itu, skin barrier-nya melemah. Kelembapannya pelan-pelan hilang. Dan lama-lama, muncul deh masalah: jerawat, kusam, atau malah penuaan dini.
Tapi karena datangnya pelan-pelan, kita suka gak ngeh penyebabnya.
Lalu kenapa masih banyak orang yang pakai?
Karena kadang kita dibentuk oleh kebiasaan, bukan pengetahuan.
Dari kecil mungkin udah terbiasa: mandi ya sekalian cuci muka. Satu sabun untuk semua.
Dan di saat gak semua orang punya akses ke produk skincare khusus wajah, sabun mandi jadi solusi instan.
Lagi-lagi, bukan karena gak peduli. Tapi karena belum tahu.
Itulah kenapa edukasi soal kulit itu penting. Bukan buat bikin kita insecure. Tapi biar kita bisa sayang sama diri sendiri dengan cara yang lebih tepat.
Kayak ngasih hadiah buat orang tersayang. Kalau bisa kasih yang terbaik, kenapa harus yang asal-asalan?
Jadi, harus pakai apa dong?
Gampang: sabun wajah.
Cari yang sesuai jenis kulit. Kalau kulitmu berminyak, cari yang bisa bantu kontrol minyak tapi gak bikin kering. Kalau sensitif, cari yang lembut dan tanpa pewangi berlebih.
Dan yang penting: pH-nya mendekati pH alami kulit. Supaya skin barrier kita gak perlu kerja keras memperbaiki kerusakan.
Karena kulit yang sehat bukan yang licin ketarik habis dicuci, tapi yang terasa lembap, kenyal, dan tenang.
Tapi kan produk sabun wajah mahal?
Gak harus mahal kok.
Banyak juga produk lokal yang formulanya bagus dan harganya bersahabat. Yang penting kamu tahu kebutuhan kulitmu, bukan ikut-ikutan tren.
Karena perawatan kulit tuh bukan soal seberapa hits brand-nya. Tapi seberapa cocok dia sama kita.
Dan satu hal lagi: mencintai diri sendiri itu gak harus lewat hal besar.
Kadang dimulai dari sekecil memilih sabun yang tepat buat wajah kita.
Akhir kata…
Cuci muka itu bukan cuma ritual bersihin debu.
Itu bentuk kita menghargai diri sendiri.
Sama kayak orang yang dandan rapi tiap hari. Bukan buat pamer. Tapi buat nunjukin rasa hormat ke dirinya dan dunia.
Jadi sebelum kita bilang, “Ah, cukup kok sabun mandi,”
mungkin kita bisa tanya dulu ke diri sendiri:
“Kalau gue emang sayang sama kulit gue, kenapa gue gak kasih yang terbaik buat dia?”
Karena yang kelihatan bersih, belum tentu sehat.
Dan yang murah, belum tentu tepat.
Jadi, yuk mulai lihat perawatan wajah bukan sebagai beban…
Tapi sebagai cara kecil buat bilang ke diri sendiri:
“Kamu berharga. Dan kamu layak dirawat dengan baik.”
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar