Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kesehatan » Pernah nggak sih kamu mikir, kenapa kita cuci muka?

Pernah nggak sih kamu mikir, kenapa kita cuci muka?

  • account_circle langkahsejati
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 87
  • comment 0 komentar

Maksudku, iya sih, buat bersihin wajah. Tapi… itu aja? Cuma sekadar buang kotoran dan sisa minyak? Atau… ada makna lain di balik rutinitas kecil itu?

Karena jujur aja, banyak dari kita yang asal cuci muka—asal basah, asal ada busa, asal wangi. Udah.
Padahal, wajah itu kan gerbang pertama dari diri kita. Tempat semua ekspresi muncul. Tempat lelah, bahagia, sedih, bahkan stres, semua ketahuan cuma dari satu pandangan.

Dan anehnya, justru bagian itu sering banget kita rawat setengah hati.

Coba deh, bayangin kamu punya tanaman kecil di rumah. Tiap hari kamu siram, kamu lap daun-daunnya pelan-pelan, kamu pindah ke tempat yang lebih kena cahaya.
Kenapa kamu ngelakuin itu? Karena kamu sayang.
Karena kamu tahu, hidup itu bukan cuma soal bertahan, tapi soal berkembang.

Nah…
apa iya wajah kita nggak pantas dapet cinta yang sama?

**

Banyak orang mikir cuci muka itu sekadar basahin wajah dan bilas. Tapi, apa iya sesederhana itu?

Sebenernya… cara paling sehat untuk mencuci muka itu bukan cuma soal suhu air, jenis sabun, atau berapa kali sehari. Tapi tentang niat dan perlakuan kita ke diri sendiri.

Air hangat misalnya, katanya bagus buat membuka pori-pori. Tapi, kalau terlalu panas, bisa rusak pelindung alami kulit.
Air dingin? Seger, iya. Tapi nggak cukup kuat buat bersihin minyak yang udah numpuk semalaman.
Terus, sabun muka? Gak semua yang berbusa itu baik. Banyak yang justru nyedot kelembapan kulit kayak spons haus.

Jadi… apa dong jawabannya?

Cuci muka yang sehat itu kayak kamu memperlakukan orang yang kamu cintai. Pelan-pelan. Lembut. Niat. Tanpa buru-buru.

Pertama-tama, kenali dulu kulitmu.
Bukan sekadar tahu “aku oily” atau “aku dry”. Tapi betul-betul kenal—kayak kamu kenal sahabat dekatmu. Kapan dia lagi sensitif, kapan dia butuh lebih banyak perhatian, kapan dia cuma pengen dibiarin aja.

Baru setelah itu, pilih pembersih yang cocok.
Nggak usah yang mahal. Yang penting nggak nyakitin.
Jangan percaya sama produk yang janji instan. Karena wajah bukan papan tulis. Gak bisa dibersihin dalam sekali usap.

Pakai air hangat suam-suam kuku untuk awal, biar pori-pori terbuka dengan ramah.
Lalu pijat sabun wajah secara lembut, seperti kamu memijat kepala anak kecil yang kamu sayangi.
Setelah itu, bilas dengan air dingin, buat nutup pori-pori dan ngasih sensasi fresh.

Dan yang paling penting, jangan gosok wajah pakai handuk. Cukup ditepuk-tepuk.
Karena kulit wajah bukan baju kotor yang perlu disikat.

Lalu… jangan lupa kasih hadiah setelahnya.
Pelembap. Toner. Atau serum sederhana.
Anggap aja itu kayak ucapan terima kasihmu ke kulitmu, yang udah nemenin kamu seharian.

**

Tapi yang sering luput kita sadari adalah… cuci muka bukan cuma soal kulit. Tapi soal menghargai diri sendiri.

Waktu kamu ngaca dan mencuci wajahmu, kamu sebenernya lagi ngobrol sama dirimu sendiri.
Lagi bilang: “Terima kasih ya, udah kuat hari ini.”
Atau: “Maaf ya, aku sempet marah tadi.”
Atau sekadar: “Hai… aku ada di sini buat kamu.”

Dan saat kamu pelan-pelan memijat wajahmu sendiri, kamu lagi merawat bukan cuma kulitmu, tapi batinmu juga.
Karena di dunia yang serba cepat ini, mungkin cuma di momen itulah kamu bisa benar-benar hadir buat dirimu sendiri.

**

Jadi kalau kamu nanya, apa cara paling sehat untuk mencuci muka?

Bukan cuma tekniknya. Tapi hatinya.
Bukan cuma suhu airnya. Tapi bagaimana kamu memperlakukan dirimu sendiri.

Cuci muka yang sehat adalah saat kamu nggak cuma ngelap kotoran dari kulit… tapi juga membersihkan tekanan yang nggak kelihatan.

Karena wajah itu bukan sekadar tampilan luar. Tapi juga cermin dari apa yang kamu rasain di dalam.

**

Akhirnya, semua kembali ke niat.

Sama seperti orang yang dandan bukan karena ingin pamer, tapi karena ingin menghormati dirinya.
Atau orang yang bikin kopi tiap pagi dengan hati-hati, bukan sekadar karena pengen ngopi, tapi karena dia tahu pagi itu berharga.
Atau yang nyalain lilin di kamar sebelum tidur, bukan buat estetika, tapi buat ngasih ruang tenang ke dirinya sendiri.

Karena kadang… hal kecil yang kita lakukan untuk diri sendiri, bisa jadi bentuk cinta paling dalam yang kita punya.

Jadi lain kali saat kamu mencuci muka, coba perlambat sedikit gerakanmu.
Rasakan airnya. Rasakan sentuhannya. Rasakan dirimu yang lagi ada untukmu.

Karena mungkin… itu bukan cuma tentang wajah yang bersih.

Tapi tentang jiwa yang sedang diberi ruang untuk bernapas.

  • Penulis: langkahsejati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biar Muka Kinclong Pake Apa Ya?

    Biar Muka Kinclong Pake Apa Ya?

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu liat seseorang yang mukanya tuh kayak… bersinar? Bukan cuma bersih atau putih, tapi kayak ada aura tenang dan enak dipandang. Yang pas kamu liat dia, kamu mikir, “Kok bisa ya mukanya kinclong banget?” Terus langsung nanya dalam hati: “Dia pake apa sih? Skincare-nya apa? Facial-nya di mana? Treatment-nya apa?” Tapi pernah […]

  • Apa Makna Mimpi Melihat Hujan Deras?

    Apa Makna Mimpi Melihat Hujan Deras?

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Pernah gak kamu kebangun di tengah malam cuma karena mimpi hujan deras? Bukan cuma gerimis manja atau rintik-rintik romantis ala film Korea, tapi hujan yang sampai bikin langit gelap, suara petir nyamber, dan air yang jatuh seolah lagi numpahin semua beban dunia? Kadang kita bangun sambil mikir, “Aduh… mimpi apaan sih barusan? Kenapa gloomy banget […]

  • Apa Arti Mimpi Berjalan Tanpa Alas Kaki di Jalan Bebatuan?

    Apa Arti Mimpi Berjalan Tanpa Alas Kaki di Jalan Bebatuan?

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi jalan kaki… tanpa alas… di atas jalan penuh batu? Kerasa banget kan, bahkan dalam mimpi aja rasanya nyeri-nyeri gimana gitu. Tapi anehnya, bangun tidur malah kita jadi mikir, “Ini mimpi maksudnya apa ya?” Bukan mimpi naik gunung, bukan mimpi dapat duit, tapi… kaki lecet di jalan penuh kerikil. Dan di […]

  • Apa Arti Mimpi Digigit Semut Banyak?

    Apa Arti Mimpi Digigit Semut Banyak?

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Pernah gak sih lo mimpi digigit semut? Tapi bukan cuma satu dua ya, ini semutnya rame-rame, kayak lagi demo di depan rumah, tapi yang didemo tuh… tubuh lo sendiri. Aneh ya? Tapi mimpi itu kadang memang bukan sekadar bunga tidur. Kadang, dia kayak notifikasi alam bawah sadar yang muncul karena ada yang belum lo sadari […]

  • Apa Arti Mimpi Melihat Matahari Terbit?

    Apa Arti Mimpi Melihat Matahari Terbit?

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, pas bangun tidur, kamu diem sebentar sambil mikir: “Tadi gue mimpi liat matahari terbit… Apa artinya ya?” Kadang kita terlalu sibuk sama rutinitas, sampe lupa ngasih ruang buat merenung tentang hal-hal kecil tapi dalam. Padahal, gak semua mimpi itu cuma sekadar numpang lewat. Ada yang kayak bisikan kecil dari semesta… atau dari […]

  • Apa Arti Mimpi Diusir dari Rumah?

    Apa Arti Mimpi Diusir dari Rumah?

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Pernah gak kamu kebangun tengah malam, jantung deg-degan, keringat dingin, cuma karena mimpi… diusir dari rumah? Kedengerannya sepele, tapi rasanya? Gila. Kayak ditampar kenyataan. Ada rasa ditolak, gak diinginkan, bahkan seolah gak punya tempat buat pulang. Tapi coba kita tarik napas, duduk sebentar, dan mikir dari sisi lain. Apa iya, mimpi itu cuma sekadar bunga […]

expand_less