Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kesehatan » Bagaimana Cara Mencuci Muka yang Benar?

Bagaimana Cara Mencuci Muka yang Benar?

  • account_circle langkahsejati
  • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
  • visibility 80
  • comment 0 komentar

Pernah gak sih…
kita berdiri di depan wastafel, air mengalir, sabun di tangan, terus tiba-tiba nanya ke diri sendiri:
“Sebenernya gue udah cuci muka dengan benar belum ya?”

Keliatannya sepele. Cuma cuci muka.
Tapi kayak hal-hal kecil lain dalam hidup, justru di situlah kita sering abai.
Kita sering asal gosok, asal bilas, asal keringin.
Tanpa mikir, tanpa hadir sepenuhnya dalam momen itu.
Padahal bisa jadi, itu satu-satunya waktu dalam sehari
di mana kita benar-benar menyentuh wajah kita sendiri dengan lembut.

Dan kadang kita lupa… bahwa kulit juga butuh dihargai.

Cuci muka tuh… bukan sekadar bersihin kotoran.

Tapi juga tentang melepaskan.
Debu dari jalanan, sisa makeup, minyak yang numpuk, keringat dari rasa capek,
semuanya numpuk di permukaan kulit.
Tapi bukan cuma itu—kadang ada beban pikiran juga yang nempel di sana.
Makanya waktu cuci muka, harusnya jadi momen kecil yang bikin kita ngerasa ringan lagi.

Tapi ya, balik lagi.
Cuci muka bisa jadi ritual penuh makna…
atau cuma rutinitas asal lewat.

Jadi… gimana sih caranya cuci muka yang benar?

Bukan cuma soal urutan atau produk. Tapi soal niat.
Karena niat itu ngerubah semuanya.

Pertama, coba mulai dari cuci tangan.
Iya, tangan. Karena tangan itu kendaraan pertama buat nyentuh wajah.
Kalau tangan masih penuh kuman, ya sia-sia semua usaha setelahnya.

Kedua, jangan langsung guyur muka pakai air.
Hangatkan dulu telapak tangan dengan air bersih—bukan panas ya, cukup hangat.
Baru deh, basahi wajah pelan-pelan.
Bukan disiram, tapi disentuh.
Bayangin kayak kamu nyentuh orang yang kamu sayang.
Lembut, hati-hati, penuh rasa.

Lalu soal sabun… jangan asal banyak busa.

Kadang kita pikir makin berbusa makin bersih.
Padahal, gak semua kulit cocok sama sabun yang bikin muka keset.
Kulit itu bukan piring.
Dia butuh kelembapan juga.

Tuang sabun secukupnya, usap perlahan sampai berbusa di tangan dulu,
baru aplikasikan ke wajah.
Dan jangan asal gosok.
Bayangin lagi… kalau wajah itu sahabat.
Gak mungkin dong kamu kasar ke sahabatmu?

Pijat lembut wajahmu.

Area dahi, pipi, hidung, dagu… masing-masing punya cerita sendiri.
Pori-pori yang terbuka karena panas.
Jerawat kecil yang muncul karena hormon.
Kulit kering karena tidur kemaleman.

Sentuh dengan gerakan memutar, sambil tarik napas pelan-pelan.
Biar bukan cuma wajah yang bersih,
tapi juga pikiran.

Dan jangan lupa bilas. Tapi jangan buru-buru.

Kadang kita terlalu cepat. Baru setengah dibilas, udah langsung handuk.
Padahal sisa sabun yang tertinggal bisa bikin kulit iritasi.

Pastikan semua bagian udah bersih.
Lalu keringkan dengan tisu atau handuk lembut yang khusus untuk wajah.
Ditepuk, bukan digosok.
Lagi-lagi, kayak nyentuh sesuatu yang kita hormati.

Setelah itu? Ya kasih dia nutrisi.

Kulit udah bersih, sekarang saatnya rawat.
Toner, serum, atau pelembap—pakai yang sesuai kebutuhan.
Tapi jangan karena FYP atau promosi.
Pakai karena kamu tahu itu yang kulitmu butuhkan.

Karena mencuci muka yang benar itu bukan soal teknik aja,
tapi soal koneksi.
Antara kamu dan dirimu sendiri.

Pernah gak mikir… kenapa kadang kita rajin skincare-an, tapi hasilnya biasa aja?

Mungkin karena kita ngerjainnya kayak kewajiban.
Bukan kayak bentuk sayang.
Padahal kulit juga bisa ngerasain.
Sentuhan yang buru-buru, niat yang setengah hati,
itu semua bisa kebaca.

Sama kayak manusia.
Kita bisa tahu kan, mana yang nyapa karena tulus,
mana yang cuma basa-basi?

Kulit juga begitu.

Cuci muka itu bisa jadi momen reflektif.

Saat kita berkaca,
kita gak cuma ngelihat noda atau pori.
Tapi juga sisa-sisa hari yang berat.
Bekas air mata semalam.
Keringat dari perjuangan hari ini.
Sisa makeup dari senyuman palsu yang kita pasang.

Jadi pas air mengalir dan sabun membilas semuanya,
kita gak cuma bersihin wajah…
tapi juga membersihkan hati.

Akhir kata, cara mencuci muka yang benar itu gak bisa dipatok satu versi.

Karena setiap wajah punya kisahnya sendiri.
Yang penting, jangan anggap enteng momen itu.
Jangan buru-buru. Jangan keras.
Karena kadang, satu-satunya waktu kita bener-bener hadir buat diri sendiri…
ya waktu kita cuci muka.

Jadi besok pagi, atau nanti malam…
pas kamu berdiri lagi di depan cermin,
coba tanya pelan-pelan:
“Gimana kabarmu hari ini?”
Dan semoga, dari wajahmu yang bersih,
kamu bisa lihat bahwa kamu sedang belajar mencintai diri sendiri—
sedikit demi sedikit.

 

 

 

  • Penulis: langkahsejati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Arti Mimpi Melihat Orang Menangis?

    Apa Arti Mimpi Melihat Orang Menangis?

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, bangun tidur dengan perasaan aneh? Bukan karena mimpi jatuh dari ketinggian atau dikejar sesuatu, tapi… karena dalam mimpi itu, kamu cuma melihat seseorang menangis. Dan bukan kamu yang nangis. Tapi orang lain. Entah teman lama, pasangan, atau bahkan seseorang yang udah lama gak kamu ingat. Tapi ekspresi wajahnya… deras air matanya… getar […]

  • Alat Apa yang Harus Anda Gunakan untuk Mencuci Muka?

    Alat Apa yang Harus Anda Gunakan untuk Mencuci Muka?

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mikir… kenapa ada orang yang cuci muka sampai pakai alat khusus segala, padahal kita selama ini cukup pakai tangan aja? Ada yang pakai cleansing brush, ada yang pakai waslap, ada juga yang punya alat elektrik dengan getaran halus yang katanya bisa bantu membersihkan pori-pori lebih dalam. Lalu muncul pertanyaan lanjutan: emangnya […]

  • Apa Arti Mimpi Melihat Danau Tenang?

    Apa Arti Mimpi Melihat Danau Tenang?

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi lagi duduk di pinggir danau? Airnya tenang banget. Gak ada riak, gak ada ombak, cuma diam… memantulkan langit biru dan ranting pepohonan. Suasananya damai. Seolah-olah semesta lagi ngajak kamu ngobrol—tapi pakai bahasa yang gak keluar dari mulut, tapi dari rasa. Dan begitu bangun, kamu jadi kepikiran. “Maksud mimpi itu apa […]

  • Kenapa Saya Mimpi Melihat Cahaya Terang?

    Kenapa Saya Mimpi Melihat Cahaya Terang?

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, lo bangun tidur terus mikir, “Eh barusan gue mimpi lihat cahaya terang banget, tapi rasanya bukan takut, malah damai.” Aneh ya? Karena biasanya yang terang-terang itu identik sama sorotan, spotlight, atau bahkan… lampu interrogasi. Tapi di mimpi, kadang rasanya beda. Terang, tapi adem. Benderang, tapi gak silau. Justru kayak disambut, bukan dihakimi. […]

  • Apa Arti Mimpi Digigit Laba-Laba?

    Apa Arti Mimpi Digigit Laba-Laba?

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pernah gak sih lo bangun tidur dengan keringat dingin gara-gara mimpi digigit laba-laba? Padahal si laba-laba gak segede mobil, gak loncat dari plafon kayak di film horor, tapi tetap aja… rasanya kayak baru keluar dari film thriller. Dan langsung kepikiran: “Apa jangan-jangan ini pertanda buruk?” Tapi yuk, coba tarik napas sebentar, dan kita bahas pelan-pelan. […]

  • Apakah Dokter Kulit Menyarankan untuk Tidak Mencuci Muka?

    Apakah Dokter Kulit Menyarankan untuk Tidak Mencuci Muka?

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mikir, “Lho, masa iya dokter kulit nyaranin buat gak usah cuci muka?” Kayak… gimana ceritanya? Padahal dari kecil udah dicekokin nasihat, “Rajin-rajin cuci muka biar gak jerawatan!” Muka tuh udah kayak papan tulis—tiap pulang sekolah harus dilap biar bersih. Tapi makin dewasa, makin banyak info yang bikin bingung. Ada yang bilang […]

expand_less