Apa Makna Mimpi Berbicara dengan Roh?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
- visibility 90
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, kamu mimpi ngobrol sama seseorang yang udah gak ada? Entah itu orang tua, sahabat lama, atau bahkan sosok asing yang terasa… familiar? Kadang mimpinya tuh gak serem, justru terasa hangat. Kadang malah bikin kita bangun dengan dada sesak, mata basah, dan kepala penuh tanda tanya.
“Apa maksudnya, ya?”
Sebagian orang langsung mikir: “Wah, ini mah mistis. Jangan-jangan ada pesan dari alam lain.”
Yang lain mungkin lebih skeptis: “Ah, cuma bunga tidur doang.”
Tapi sebelum buru-buru melabeli, gimana kalau kita coba duduk sebentar… dan lihat ini dari sisi yang berbeda?
Mimpi Itu Bukan Sekadar Mimpi
Kita sering banget menganggap mimpi sebagai hal random. Padahal, sebagian mimpi muncul dari tempat yang sangat dalam…
Tempat yang bahkan kita sendiri gak selalu sadar keberadaannya.
Misalnya, kamu mimpi berbicara dengan almarhum ayahmu. Dalam mimpi itu, kalian duduk bareng, ngobrol santai. Ayah tersenyum, kamu cerita banyak hal yang belum pernah kamu ucapkan saat dia masih ada.
Lalu kamu bangun. Jantungmu deg-degan. Rasanya nyata banget.
Apakah itu roh ayahmu datang menjenguk?
Atau…
apakah itu isi hatimu yang paling dalam, yang akhirnya punya “panggung” untuk bicara karena kamu gak pernah sempat ungkapkan selama ini?
Rasa Rindu yang Belum Selesai
Kadang kita mengira kita sudah ikhlas. Sudah move on. Sudah kuat.
Padahal, bisa jadi…
kita cuma pandai sibuk. Pandai menyapu rindu ke bawah karpet rutinitas.
Dan saat kita tidur, saat pikiran sadar kita istirahat…
yang muncul justru hati kita yang bicara. Rindunya, sesalnya, rindunya lagi.
Bisa jadi mimpi itu bukan pesan dari roh.
Tapi pesan dari kita sendiri—dari sisi terdalam kita yang masih belum selesai memeluk kenangan.
Lalu, Kalau Mimpinya Serem?
Beberapa orang bilang pernah mimpi berbicara dengan roh tapi suasananya mencekam. Roh itu marah, atau ada aura gelap yang bikin gelisah.
Kita langsung parno. Takut. Kepikiran berhari-hari.
Tapi yuk pelan-pelan refleksiin:
Apakah selama ini ada rasa bersalah? Ada kata yang belum sempat diucap?
Apakah ada penyesalan tersembunyi? Atau mungkin ada ketakutan yang belum kita akui?
Bisa jadi, mimpi menyeramkan itu bukan tentang rohnya. Tapi tentang konflik dalam diri kita sendiri—yang lagi cari jalan buat keluar, biar bisa disembuhkan.

Atau Mungkin… Ada yang Ingin Kita Maafkan
Kadang, mimpi berbicara dengan roh bukan tentang mereka. Tapi tentang kita.
Mungkin mimpi itu datang karena kita masih menyimpan luka.
Atau… karena kita belum rela melepaskan.
Pernah gak kepikiran, mungkin mimpi itu adalah “izin” dari diri kita sendiri, untuk memaafkan?
Bukan cuma mereka yang sudah pergi. Tapi juga diri kita sendiri.
Bukan Hal Mistis, Tapi Bisa Jadi Hal Paling Manusiawi
Gak semua hal yang gak kelihatan itu harus ditakuti.
Dan gak semua mimpi tentang roh berarti dunia lain ingin menyampaikan sesuatu.
Kadang, mimpi itu cuma cara hati kita berteriak… dengan cara yang lembut.
Karena dalam hidup ini, terlalu banyak hal yang gak sempat kita ungkapkan.
Dan mungkin, mimpi adalah tempat di mana semua itu bisa menemukan jalannya.
Tapi… Gimana Kalau Memang Itu Adalah Mereka?
Kita gak pernah benar-benar tahu, kan?
Dunia ini luas. Misteri hidup dan mati jauh lebih rumit dari yang bisa dijelaskan akal.
Jadi kalau kamu percaya itu adalah bentuk kunjungan, peluklah keyakinan itu dengan damai.
Kalau kamu percaya itu cuma mimpi, rangkul juga kemungkinan itu dengan lembut.
Yang penting: apa yang kamu rasakan saat bangun?
Lebih tenang? Lebih lega? Lebih ikhlas?
Maka mungkin… itu yang paling penting. Bukan siapa yang datang, tapi apa yang ditinggalkan di hati setelahnya.
Akhir Kata: Sebelum Kita Menilai, Coba Dengarkan Dulu
Mimpi berbicara dengan roh bisa terasa aneh, membingungkan, atau justru sangat menyentuh.
Dan sebelum kita buru-buru menilai—“Itu halusinasi!” atau “Pasti ini gangguan!”—coba tanya dulu ke hati kecil kita:
“Apa yang sebenarnya sedang aku rasakan belakangan ini?”
Karena mungkin, mimpi itu datang bukan untuk menakut-nakuti.
Tapi untuk mengingatkan… bahwa kita masih punya sesuatu yang belum selesai.
Dan itu gak apa-apa.
Namanya juga manusia.
Kadang kita butuh cara tak biasa, untuk memahami hal-hal yang terlalu dalam buat dijelaskan dengan kata.
Jadi, lain kali kamu bermimpi berbicara dengan roh…
Coba jangan langsung takut.
Coba dengarkan dulu.
Mungkin itu bukan gangguan…
Mungkin itu adalah bentuk cinta—yang belum sempat selesai disampaikan.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar