Apa Arti Mimpi Bertemu Guru Lama?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
- visibility 94
- comment 0 komentar

Pernah gak, tiba-tiba kamu mimpi ketemu guru lama?
Bukan guru yang kamu temui setiap hari di WhatsApp grup alumni atau guru yang follow kamu di Instagram. Tapi guru yang entah sudah berapa tahun gak pernah kamu lihat. Yang bahkan kamu pikir sudah gak akan muncul lagi di kehidupanmu — apalagi di mimpimu.
Aneh ya?
Kita mimpiin seseorang yang bahkan udah gak pernah kita pikirkan.
Padahal kamu tidur gak sambil liat foto dia, gak baca chat lama, gak kepikiran juga. Tapi dia muncul, berdiri di sana… dengan wajah yang sama seperti dulu.
Mungkin masih pakai baju batik khas hari Kamis, atau senyum kecilnya yang bikin kamu dulu-dulu suka deg-degan tiap beliau manggil nama kamu.
Dan yang paling bikin hati hangat…
Di mimpi itu, kalian ngobrol.
Gak tahu tentang apa. Tapi rasanya damai.
Mimpi kayak gitu tuh, suka bikin orang bangun pagi sambil bengong.
Karena meskipun kita tahu itu cuma mimpi, ada rasa yang nyata banget.
Entah perasaan rindu, atau kayak ada pesan yang belum selesai.
Bisa jadi mimpi itu bukan tentang guru itu sendiri…
Tapi tentang perjalananmu.
Tentang fase hidup yang pernah kamu lewati.
Karena guru, lebih dari sekadar pengajar.
Mereka itu saksi.
Saksi dari siapa kamu dulunya.
Dari masa-masa kamu belum ngerti apa-apa, tapi nekat ngerjain PR semalam suntuk.
Dari saat kamu mulai jatuh cinta pertama kali, dan guru itu satu-satunya yang tahu karena kamu curhat diam-diam di lembar tugas.
Dari momen kamu gagal, dan ada suara pelan bilang: “Gak apa-apa, coba lagi.”
Jadi ketika kamu mimpi bertemu guru lama, mungkin itu bukan tentang dia.
Tapi tentang kamu yang sedang…
merindukan versi dirimu yang dulu.
Versi kamu yang polos, yang semangatnya belum diredam kenyataan.
Versi kamu yang masih percaya dunia bisa diubah dengan selembar kertas bertuliskan cita-cita.
Versi kamu yang dulu, yang berdiri di bangku sekolah dan berpikir: “Suatu hari nanti, aku pasti bisa.”
Dan kadang, alam bawah sadar kita cuma pengen bilang,
“Lihat deh… kamu udah sejauh ini.”
“Masih ingat gak siapa yang dulu bantu kamu berdiri, pas kamu gak tahu arah?”

Kadang kita terlalu sibuk ngejar deadline, ngejar validasi, ngejar mimpi yang makin hari makin tinggi.
Sampai lupa siapa yang dulu ngajarin kita buat pertama kali gimana caranya jalan.
Bukan secara harfiah, tapi jalan sebagai manusia.
Mimpi ketemu guru lama bisa jadi adalah sapaan lembut dari masa lalu.
Sapaan yang bilang,
“Hei, aku bangga sama kamu.”
“Atau mungkin… kamu perlu istirahat sejenak dan ingat siapa kamu dulu.”
Tapi tentu aja, gak semua mimpi harus ditafsirkan terlalu serius.
Kadang otak kita memang ajaib.
Dia simpan ribuan wajah dalam arsip bawah sadar, dan sewaktu-waktu dia muter ulang kayak film nostalgia.
Namun jika mimpi itu datang dengan perasaan yang dalam—entah haru, rindu, atau malah nangis pas bangun tidur—ya mungkin memang ada yang mau disampaikan.
Mungkin kamu sedang kehilangan arah.
Dan mimpi itu hadir sebagai pengingat.
Bahwa kamu pernah punya seseorang yang dengan sabar membimbingmu.
Dan sekarang, kamu bisa jadi sedang butuh bimbingan itu lagi.
Bukan dari orang lain… tapi dari dirimu sendiri.
Karena lucunya, semakin dewasa kita…
kita makin sadar bahwa beberapa guru itu bukan cuma ada di sekolah.
Kadang guru itu datang dalam bentuk kesalahan.
Dalam bentuk kegagalan.
Atau bahkan… dalam bentuk mimpi.
Dan saat kita mimpi bertemu guru lama,
bisa jadi itu alam bawah sadar sedang kasih tahu:
“Jangan lupakan akar. Jangan lupakan siapa yang pertama kali menyalakan lilin, waktu kamu masih gelap.”
Jadi, bukan tentang “kenapa guru itu yang muncul di mimpi?”
Tapi lebih ke…
“Kenapa sekarang aku diingatkan tentang beliau?”
Apa ada sesuatu dalam diriku hari ini yang butuh dikembalikan ke niat awal?
Apa aku sedang berjalan terlalu jauh dan butuh istirahat sejenak untuk mengenang?
Karena pada akhirnya, mimpi bukan sekadar bunga tidur.
Kadang dia adalah surat kecil dari hati kita sendiri.
Yang menulis dalam bahasa simbol dan kenangan.
Biar kita ingat,
bahwa perjalanan ini pernah dimulai dari tempat yang sederhana,
dan dari seseorang yang percaya bahwa kita bisa.
Dan kalau kamu merasa tersentuh oleh mimpi itu,
itu bukan kebetulan.
Itu adalah cara semesta berbisik,
bahwa kamu telah tumbuh…
tapi kamu gak pernah sendiri.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar