Apa Arti Mimpi Melihat Pernikahan?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
- visibility 82
- comment 0 komentar

Pernah nggak sih kamu mimpiin ada pernikahan?
Entah itu kamu yang jadi tamu undangan, atau cuma sekadar lihat dari kejauhan ada pasangan berdiri di pelaminan, saling senyum, dan ruangan dipenuhi tawa serta bunga?
Sekilas, kedengarannya seperti mimpi yang biasa aja. Tapi pernah nggak kamu coba tanya ke diri sendiri:
“Kenapa sih aku mimpiin pernikahan?”
Padahal kamu lagi gak mikirin nikah, gak ada undangan masuk, dan lagi gak stalking akun wedding organizer juga.
Apa iya itu cuma bunga tidur?
Atau bisa jadi… alam bawah sadar kita lagi mau nyampaikan sesuatu?
Coba deh kita tarik napas sebentar.
Lalu pikirin, sebenarnya apa sih arti pernikahan buat kamu?
Bukan dalam arti pesta, dekorasi, atau katering, tapi makna di baliknya.
Karena mungkin, mimpi melihat pernikahan bukan soal pengantin, tapi soal “penyatuan”.
Mungkin itu simbol bahwa ada bagian dalam hidup kamu yang mulai bersatu.
Antara logika dan perasaan.
Antara niat dan tindakan.
Atau bahkan antara luka lama dan proses penyembuhan yang pelan-pelan mulai selesai.
Atau mungkin juga, mimpi itu datang karena kamu lagi berada di titik di mana kamu diam-diam ngerasa sendiri.
Dan melihat pernikahan—meskipun hanya dalam mimpi—membuatmu merasa hangat.
Ada simbol cinta di sana.
Ada simbol harapan.
Ada simbol bahwa kehidupan bisa terasa utuh bersama seseorang yang tepat.

Tapi ya, belum tentu orang yang kamu lihat di pelaminan itu adalah orang yang kamu kenal.
Kadang dalam mimpi, kita lihat orang asing.
Dan anehnya, kita ngerasa tenang.
Padahal gak tahu siapa dia.
Mungkin… itu bukan soal orangnya.
Tapi tentang harapan yang selama ini kamu simpan diam-diam di pojok hati.
Harapan tentang kebahagiaan.
Tentang perasaan dicintai tanpa syarat.
Tentang ingin pulang, dan tahu bahwa ada seseorang yang menunggu di rumah, dengan mata hangat dan tangan yang gak akan pergi.
Tapi bisa juga sebaliknya.
Mimpi melihat pernikahan justru muncul saat kamu lagi ngerasa kehilangan.
Pernah gak sih, justru pas kamu mimpiin pesta bahagia, kamu bangun dengan perasaan sedih yang gak kamu ngerti?
Mungkin karena alam bawah sadar kita sedang mengajak kita berdamai.
Bahwa kebahagiaan itu mungkin sedang jauh, tapi tetap ada di ujung jalan.
Mimpi itu, bisa jadi bukan peringatan…
tapi pengingat.
Pengingat bahwa hidup tidak selalu tentang pencapaian, tapi tentang penyatuan.
Bukan hanya dengan orang lain, tapi juga dengan diri sendiri.
Karena gimana kita mau bersatu dengan seseorang, kalau sama diri sendiri aja kita masih berseberangan?
Masih sering menolak rasa.
Masih suka pura-pura kuat.
Masih ngegas waktu lagi rapuh, dan ngambek waktu hidup gak sesuai skenario.
Mungkin, mimpi melihat pernikahan adalah cara semesta untuk bilang:
“Yuk, pulang dulu ke hati sendiri. Biar nanti pas waktunya tiba, kamu bisa benar-benar hadir. Utuh. Gak separuh-separuh.”
Dan ya…
Kita gak pernah benar-benar tahu 100% arti mimpi itu.
Karena setiap orang punya jalan hidup yang beda.
Apa yang jadi simbol pengharapan buat kamu, bisa jadi simbol ketakutan buat orang lain.
Sama seperti hal-hal di dunia nyata.
Kita lihat orang nikah mewah, bisa aja mikir: “Wah, pamer nih.”
Padahal siapa tahu, itu bentuk syukur mereka.
Atau sebaliknya, kita lihat orang nikah sederhana, lalu bilang: “Ih, pelit banget sih.”
Padahal bisa jadi itu cara mereka menghormati sakralnya janji, bukan pesta.
Jadi sebelum kita mengartikan mimpi orang lain—atau bahkan milik kita sendiri—dari luarnya aja,
mungkin kita perlu duduk sebentar, dan nanya ke hati kecil:
“Lagi apa sih kamu, sampai dikasih mimpi ini?”
Karena kadang…
mimpi itu bukan sekadar bunga tidur.
Tapi pesan.
Tapi kode.
Tapi pintu kecil menuju pemahaman yang lebih besar.
Dan mimpi melihat pernikahan,
bisa jadi bukan tentang pengantin,
tapi tentang kita…
yang sedang belajar bersatu dengan luka,
menerima masa lalu,
dan akhirnya,
membuka ruang baru untuk masa depan yang lebih tenang.
Jadi, kalau kamu bangun dan masih keinget mimpinya,
jangan buru-buru buka ramalan.
Coba tanya dulu ke hati:
“Apa yang sedang ingin aku satukan?”
Karena jawaban terbaik,
kadang gak datang dari luar.
Tapi dari dalam diri sendiri.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar