Apa Arti Mimpi Ditolak Cinta oleh Seseorang?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Senin, 26 Mei 2025
- visibility 75
- comment 0 komentar

Pernah gak sih… kamu bangun tidur dengan dada sesak, perasaan campur aduk, dan hati kayak habis diremuk pelan-pelan?
Ternyata, cuma mimpi.
Tapi rasanya? Nyata banget.
Dan yang lebih nyebelin lagi, di mimpi itu… kamu ditolak.
Cinta kamu ditolak sama seseorang yang (bahkan mungkin) kamu gak pernah nyatain apa-apa ke dia di dunia nyata.
Kenapa sih mimpi bisa kayak gitu?
Kenapa harus tentang cinta yang ditolak?
Kenapa bukan mimpi indah yang romantis dan bikin senyum-senyum pas bangun?
Kenapa harus yang bikin kepikiran seharian, kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya?
Mungkin jawabannya gak sesederhana “karena kamu kangen dia.”
Atau “karena kamu suka sama dia diam-diam.”
Atau “karena kamu nonton drama Korea sebelum tidur.”
Kadang, mimpi bukan tentang orang yang hadir di dalamnya.
Tapi tentang rasa yang belum sempat kamu terima atau pahami.
Mimpi ditolak cinta itu… bisa jadi cerminan dari luka lama.
Tentang bagian dari dirimu yang masih belum pulih.
Tentang harapan yang pernah kamu tanam, tapi gak pernah tumbuh.
Atau tentang versi dirimu yang dulu pernah berani mencintai, tapi akhirnya memilih untuk diam dan mundur.
Dan lucunya, kadang orang yang muncul di mimpi itu bahkan bukan siapa-siapa.
Bisa jadi cuma simbol. Representasi.
Dia mewakili seseorang yang dulu pernah kamu harapkan.
Atau mungkin, dia mewakili diri kamu sendiri, yang dulu pernah menolak cinta dari orang lain… dan sekarang baru ngerasa: “oh… ternyata rasanya sakit juga ya ditolak.”

Pernah gak sih kamu berpikir, mungkin mimpi itu bukan tentang dia?
Tapi tentang kamu.
Tentang perasaan yang kamu pendam, yang selama ini kamu pura-pura gak punya waktu buat ngebahas.
Dan yang ditolak dalam mimpi itu… bukan cintamu. Tapi keberanianmu.
Keberanian buat berharap.
Keberanian buat merasa pantas dicintai.
Keberanian buat jujur sama diri sendiri: bahwa kamu ingin dicintai.
Karena sesungguhnya…
Yang paling menyakitkan dari ditolak itu bukan jawaban “nggak.”
Tapi perasaan bahwa kamu gak cukup.
Bahwa kamu kurang baik.
Kurang menarik.
Kurang layak.
Padahal bisa aja…
Kamu sudah cukup dari awal.
Tapi kamu hidup di dunia yang terlalu sering ngasih kamu standar tinggi tentang siapa yang pantas dicintai.
Tentang seperti apa seseorang yang layak diterima.
Makanya waktu kamu mimpi ditolak, rasa sakitnya bukan cuma tentang cinta.
Tapi tentang validasi yang gak kamu dapat.
Dan tentang pertanyaan yang sering kamu pendam sendiri:
“Kalau gue jadi diri gue yang sekarang, cukup gak sih buat disayang?”
Dan hey… mungkin mimpi itu bukan kutukan.
Mungkin itu adalah cara bawah sadarmu mengajak kamu berdamai.
Bukan untuk nyalahin siapa-siapa.
Tapi untuk melihat… bahwa kamu masih punya ruang di hati yang butuh dirangkul.
Bukan sama orang lain.
Tapi sama diri kamu sendiri.
Pernah gak sih… kamu sadar, bahwa kamu terlalu sering nyari cinta di luar, tapi lupa ngasih cinta buat diri sendiri?
Mungkin ini saatnya kamu berhenti nanya:
“Kenapa dia nolak aku?”
Dan mulai tanya:
“Apa aku pernah nerima diri sendiri dengan utuh?”
Karena bisa jadi…
Yang kamu anggap penolakan di mimpi,
adalah pesan halus: bahwa kamu udah saatnya berhenti bergantung pada penerimaan orang lain,
dan mulai percaya bahwa kamu berharga… bahkan ketika gak ada yang milih kamu.
Karena cinta sejati… bukan tentang selalu diterima.
Tapi tentang berani merasa, walaupun belum tentu dibalas.
Dan kalau kamu mimpi ditolak cinta lagi…
peluklah dirimu lebih erat.
Bukan karena kamu lemah.
Tapi karena kamu sedang belajar: bahwa rasa sakit pun, adalah bagian dari tumbuh.
Kita semua pernah patah.
Pernah takut berharap.
Pernah ngerasa gak cukup.
Tapi hidup gak berhenti di situ.
Cinta itu bukan cuma tentang hubungan dua orang.
Kadang, cinta terbesarmu… adalah saat kamu bisa bilang ke diri sendiri:
“Aku mungkin ditolak dalam mimpi. Tapi aku gak akan nolak diriku sendiri di dunia nyata.”
Dan mungkin… mimpi itu hanya ingin bilang satu hal:
“Kamu berhak dicintai. Tapi yang pertama harus mencintaimu… adalah kamu.”
Kalau kamu masih merasa perih karena mimpi itu, gak apa-apa.
Itu tandanya kamu punya hati.
Dan hati yang merasa… adalah hati yang masih hidup.
Yang masih belajar.
Yang masih bisa sembuh.
Dan suatu hari nanti, kamu akan tertawa saat mengingat mimpi itu,
karena kamu tahu…
bahwa yang benar-benar menyakitkan bukan mimpi itu,
tapi betapa kamu dulu meragukan dirimu sendiri.
Tapi sekarang…
kamu gak lagi.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar