Apa Arti Mimpi Melihat Orang Menangis?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
- visibility 59
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, bangun tidur dengan perasaan aneh?
Bukan karena mimpi jatuh dari ketinggian atau dikejar sesuatu, tapi…
karena dalam mimpi itu, kamu cuma melihat seseorang menangis.
Dan bukan kamu yang nangis.
Tapi orang lain.
Entah teman lama, pasangan, atau bahkan seseorang yang udah lama gak kamu ingat.
Tapi ekspresi wajahnya…
deras air matanya…
getar bahunya…
semua begitu nyata.
Pertanyaannya: kenapa ya mimpi itu terasa begitu ngena?
Apa karena ada pesan?
Atau sekadar bunga tidur?
Gini…
Pernah gak terpikir kalau mimpi itu bukan cuma cerita ngaco hasil otak kita lagi capek?
Tapi bisa juga cermin—bukan untuk melihat masa depan,
tapi untuk melihat lebih dalam ke dalam diri kita sendiri.
Kadang kita lihat orang lain menangis dalam mimpi,
padahal yang sedang terluka sebenarnya… kita sendiri.
Kita cuma gak sadar.
Atau lebih tepatnya: belum siap untuk sadar.
Kayak waktu kamu lihat temen kamu tiba-tiba nangis sendirian di mimpi,
padahal hubungan kalian di dunia nyata lagi baik-baik aja.
Tapi coba ingat-ingat,
pernah gak kamu merasa bersalah?
Pernah gak kamu pengen ngobrol lebih banyak tapi sibuk terus?
Pernah gak kamu merasa jarak kalian makin jauh tapi pura-pura cuek?
Mimpi itu, bisa jadi suara hati yang udah terlalu lama diem.
Yang akhirnya keluar dalam bentuk simbol.
Tangisan dalam tidur, adalah jeritan sunyi dari hal-hal yang kamu tahan di siang hari.
Atau bisa juga,
itu bukan tentang kamu.
Mungkin itu tentang dia.
Orang yang kamu lihat menangis itu,
mungkin memang lagi gak baik-baik aja.
Dan otakmu yang peka,
yang diam-diam menyerap sinyal-sinyal kecil dari sikapnya, bahasa tubuhnya, postingannya yang berubah…
akhirnya merangkainya jadi satu cerita di malam hari.

Karena hati kita,
meskipun sering dicuekin,
sebetulnya lebih tajam dari logika.
Dia tahu kapan seseorang sedang berjuang.
Dia bisa menangkap luka yang gak kelihatan.
Dan saat logika gak punya cukup bukti untuk bilang “dia sedang sedih”,
hati menyampaikannya lewat mimpi.
Tapi ya… mimpi tetaplah mimpi.
Kadang juga random.
Kadang cuma karena sebelum tidur kamu habis lihat film sedih.
Kadang karena hormon,
atau karena kamu habis terlalu lelah memikirkan semuanya.
Tapi tetap,
kalau mimpi itu terasa dalam…
terasa nyata…
dan meninggalkan bekas di hati bahkan setelah bangun…
mungkin kamu memang perlu duduk sebentar.
Tarik napas.
Dan tanya ke diri sendiri:
“Apa yang sebenarnya sedang aku rasakan?”
Mimpi melihat orang menangis,
kadang datang bukan untuk bikin kita bingung,
tapi untuk ngajak kita kembali peka.
Peka terhadap emosi sendiri.
Peka terhadap hubungan yang mulai renggang.
Peka terhadap luka yang udah lama gak diobrolin.
Karena dalam hidup nyata,
kita sering sok kuat.
Sibuk kerja, sibuk validasi, sibuk nyenengin semua orang.
Sampai-sampai,
kita gak sadar kalau ada bagian dari hati yang udah lama nangis dalam diam.
Dan mimpi itu,
datang bukan buat menakut-nakuti.
Tapi buat nenangin.
Buat ngingetin.
Bahwa kita ini manusia.
Boleh capek.
Boleh nangis.
Boleh berhenti sebentar buat merasa.
Jadi kalau kamu habis mimpi melihat seseorang menangis…
mungkin ini saatnya kamu hubungi dia.
Atau saatnya kamu tanya ke hati kecilmu sendiri:
“Ada apa sih sebenernya?”
“Lagi sedih apa?”
“Siapa yang kamu rindukan, tapi kamu gak berani bilang?”
Karena kadang,
mimpi itu cuma cara lembut semesta buat bilang:
“Udah ya, jangan terus kamu pendam.”
“Ngobrol yuk, sama hati kamu sendiri.”
Akhir kata…
hidup gak selalu harus dimengerti dengan logika.
Kadang kita juga butuh belajar membaca rasa.
Karena apa yang gak sempat kita ucapkan saat bangun,
seringkali terucap saat tidur.
Dan mimpi melihat orang menangis,
bisa jadi adalah caramu sendiri…
untuk mengingat kembali
siapa yang pernah kamu biarkan menangis dalam sunyi.
Atau siapa yang pernah kamu rindukan tapi kamu pendam terlalu dalam.
Jadi jangan buru-buru lupakan mimpi itu.
Karena bisa jadi,
itu bukan cuma tentang dia.
Tapi tentang kamu yang sedang butuh pelukan.
Dari dirimu sendiri.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar