Apa Makna Mimpi Bertemu Teman Lama?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
- visibility 59
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi ketemu teman lama?
Bukan mantan ya, tapi teman. Yang dulu sering satu bangku, satu meja kantin, satu geng jalan pulang, tapi sekarang… sudah entah ke mana. Udah gak pernah saling kabar, gak tahu kabarnya dia gimana, tinggal di mana, bahkan mungkin… kamu gak sadar kalau sebenarnya dia udah lama gak ada di dunia ini.
Tapi tiba-tiba, suatu malam, dia muncul di mimpi.
Bukan mimpi yang dramatis, gak ada air mata, gak ada pelukan sinetron. Kadang sesimpel duduk bareng di bangku sekolah, atau ngobrol di warung dekat rumah. Tapi bangun-bangun rasanya… nano-nano. Ada hangat, ada haru, ada rasa “kok bisa ya?”
Kenapa ya, mimpi itu terasa begitu nyata?
Mungkin, karena alam bawah sadar kita lebih jujur daripada mulut kita sendiri. Ia menyimpan rindu yang gak sempat diucap, maaf yang gak pernah tersampaikan, atau bahkan kenangan yang udah kita kubur dalam-dalam, tapi ternyata belum selesai juga di dalam hati.
Mimpi ketemu teman lama, bisa jadi bukan soal dia. Tapi soal kamu. Soal bagian dari dirimu yang dulu pernah tumbuh bareng sama dia. Soal masa-masa yang membentukmu, tapi lama tak kamu sentuh karena terlalu sibuk jadi “versi dewasa”.
Kadang kita mikirnya:
“Ah, itu cuma mimpi.”
Tapi coba pikir dari perspektif yang berbeda…
Bagaimana kalau itu sebenarnya sinyal?
Bahwa kamu lagi butuh istirahat sejenak dari hidup yang keras dan cepat ini. Bahwa kamu lagi diajak untuk ingat siapa dirimu sebelum semua ambisi dan tanggung jawab menumpuk seperti laundry seminggu gak dicuci.
Karena teman lama itu, dalam mimpi, kadang datang bukan bawa cerita, tapi bawa rasa. Rasa nyaman jadi diri sendiri. Rasa bebas tertawa tanpa jaim. Rasa gak harus jadi siapa-siapa untuk diterima.
Pernah gak sih kita terlalu sibuk ngejar validasi dari dunia, sampai lupa bahwa dulu, ada masanya kita merasa cukup hanya dengan duduk di emperan sambil nyemilin gorengan, ditemani tawa yang tulus?
Mimpi itu, mungkin pengingat.
Bahwa kamu dulu pernah polos. Pernah ceria tanpa harus pencitraan. Pernah punya dunia yang sederhana tapi bikin hati penuh.

Dan kalau sekarang hidupmu terasa kosong, mungkin bukan karena kamu kurang sukses… tapi karena kamu terlalu jauh meninggalkan versi dirimu yang dulu.
Bisa jadi, teman lama itu muncul karena hatimu rindu—bukan hanya padanya, tapi pada dirimu sendiri yang dulu.
Makanya, mimpi itu bikin kita bengong. Bikin kita mikir lama. Bahkan ada yang sampai stalking akun lamanya di media sosial. Mencoba cari jejak. Mencoba buka lembaran yang dulu kita anggap udah selesai.
Tapi tenang. Ini bukan berarti kamu belum move on. Ini bukan soal cinta lama bersemi kembali. Ini tentang jiwa yang sedang mencari arah, dan butuh petunjuk dari masa lalu untuk memahami diri hari ini.
Teman lama itu mungkin udah punya kehidupannya sendiri sekarang. Mungkin dia juga pernah mimpi ketemu kamu, dan rasanya sama: hangat, asing, tapi penuh makna.
Kadang kita terlalu fokus ke masa depan sampai lupa bahwa masa lalu itu bukan musuh. Dia bukan kenangan yang harus kita buang, tapi pelajaran yang bisa kita peluk. Karena siapa kita hari ini, gak mungkin ada tanpa mereka yang pernah ada di cerita kita dulu.
Mimpi bertemu teman lama, kadang bukan untuk membuat kita balik ke masa itu. Tapi untuk ngajarin kita cara menghargai perjalanan. Bahwa kita pernah bersama di titik nol. Pernah belajar, tertawa, berantem, dan tumbuh bareng.
Dan walau sekarang jalannya udah beda-beda, bukan berarti memori itu hilang. Ia cuma bertransformasi jadi pelajaran hidup. Jadi alasan untuk bersyukur.
Bukan gak mungkin, teman lama itu datang di mimpi karena kamu lagi di titik lelah. Titik di mana kamu butuh diingatkan siapa kamu sebelum semua ini dimulai.
Dan kamu tahu?
Terkadang, yang kita butuhkan bukan orangnya… tapi rasa yang dia bawa. Rasa bahwa kita cukup. Bahwa kita dicintai tanpa harus berpura-pura. Bahwa kita dulu pernah bahagia hanya dengan hal-hal kecil yang gak bisa dibeli sekarang.
Akhir kata, kalau nanti kamu mimpi lagi ketemu teman lama, jangan buru-buru bilang itu cuma bunga tidur. Mungkin itu hati kecilmu yang sedang bicara. Mungkin itu Tuhan, yang sedang kirim pesan lewat cara yang paling manusiawi: mimpi.
Dan kalau setelah bangun kamu merasa hening…
Tenang saja.
Itu bukan kekosongan.
Itu ruang, untuk mengingat. Untuk merasakan. Dan untuk pelan-pelan kembali ke dirimu sendiri.
Karena kadang, yang kita cari bukan orangnya…
Tapi bagian dari diri kita yang pernah hidup saat bersamanya.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar