Apa Makna Mimpi Bumi Terbelah Dua?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
- visibility 72
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi bumi terbelah dua?
Langit gelap, tanah retak, lalu tiba-tiba bumi terbuka lebar seperti mulut raksasa yang ingin menelan semuanya—termasuk kamu. Serem? Iya. Tapi coba deh, tahan dulu rasa takutnya sebentar, dan kita ulik bareng-bareng… bisa jadi mimpi itu bukan cuma tentang kiamat atau hal-hal mengerikan lainnya.
Karena kadang…
yang terlihat menyeramkan dalam mimpi, sebenarnya adalah simbol dari sesuatu yang sangat manusiawi: perasaan.
Mimpi tentang bumi yang terbelah bisa jadi refleksi dari kondisi batin yang sedang “retak”, bahkan tanpa kamu sadari.
Pernah gak ngerasa kayak dunia yang kamu bangun perlahan hancur satu per satu? Bukan secara fisik, tapi lebih ke hal-hal kayak:
- Hubungan yang kamu kira solid, ternyata rapuh.
- Pekerjaan yang kamu impikan, ternyata bikin kamu kosong.
- Atau… mungkin kamu baru sadar, bahwa hidup kamu selama ini dibangun dari ekspektasi orang lain.
Dan ketika itu semua mulai goyah…
otakmu, dalam diamnya, memilih cara unik untuk bicara: lewat mimpi.
Kita kadang terlalu sibuk memperbaiki permukaan.
Muka harus glowing, feed harus estetik, hidup harus kelihatan stabil.
Tapi di dalam, ada sesuatu yang terbelah.
Ada bagian dari diri yang bilang: “Kayaknya ini bukan jalan gue.”
Ada sisi hati yang bertanya: “Masih kuat gak sih lo jalan sejauh ini dengan beban sebesar itu?”
Nah, mimpi bumi terbelah itu bisa jadi bukan mimpi buruk, tapi sinyal:
kamu lagi butuh jujur sama diri sendiri.

Tapi ya…
namanya juga manusia, kita suka denial.
Kita pikir itu cuma mimpi aneh,
padahal bisa jadi itu alarm dari alam bawah sadar.
Karena jujur aja, siapa sih yang gak pernah pura-pura kuat?
Kamu bangun pagi, senyum, kerja, ketawa di chat grup,
tapi malamnya nangis sendiri,
merasa kayak ada bagian dari hidup yang gak bisa kamu genggam lagi.
Dan mungkin…
di malam itulah, otakmu memutuskan:
“Aku gak tahu cara bilang ‘aku gak baik-baik aja’, jadi biar aku lukis dalam mimpi aja.”
Dan lukisan itu berbentuk bumi yang terbelah.
Tapi tunggu dulu,
jangan langsung mikir mimpi ini cuma soal kehancuran.
Kadang, sesuatu harus retak dulu biar bisa dibentuk ulang.
Kayak biji yang harus pecah sebelum tumbuh jadi pohon.
Kayak es yang harus mencair dulu biar bisa ngalir.
Mimpi bumi terbelah bisa jadi tanda bahwa hidup kamu butuh ruang baru.
Sesuatu yang lama harus benar-benar selesai,
supaya ada tempat buat yang baru tumbuh.
Tapi ya, gak semua orang akan ngerti.
Ada yang bilang:
“Mimpi kayak gitu? Wah, bahaya tuh. Mungkin ada yang bakal pergi dari hidup lo.”
Atau yang lebih ekstrem:
“Itu tanda kiamat kecil, kamu harus tobat!”
Padahal…
belum tentu semuanya harus ditarik ke arah mistik atau horor.
Kadang, mimpi itu ya cuma representasi dari batin yang lagi proses.
Lagi berantakan, iya. Tapi bukan berarti salah.
Karena proses hancur itu, adalah bagian dari proses membangun ulang.
Pernah lihat rumah tua yang direnovasi?
Sebelum jadi cantik, harus dibongkar dulu.
Dinding dihancurkan, atap dicopot, lantai dibongkar.
Kacau? Banget.
Tapi setelah itu, baru bisa dibentuk jadi versi yang lebih kokoh.
Dan mungkin…
mimpi bumi terbelah itu ya kayak fase bongkaran dalam hidup kamu.
Nggak nyaman, tapi perlu.
Nggak enak, tapi sehat.
Karena kadang, hal yang bikin kita takut, justru yang bantu kita tumbuh.
Jadi, sebelum kamu bangun dengan panik dan googling:
“Apakah mimpi bumi terbelah tandanya akan terjadi bencana besar?”
Coba tarik napas.
Lalu tanya ke diri sendiri:
“Apa yang lagi retak dalam hidupku saat ini?”
“Bagian mana dari diriku yang butuh aku dengarkan?”
“Mungkin ini bukan tentang kiamat, tapi tentang kelahiran ulang.”
Karena pada akhirnya…
Mimpi itu bukan tentang ramalan.
Tapi tentang perasaan.
Dan bumi yang terbelah dalam tidurmu, bisa jadi hanyalah cara hatimu bilang:
“Aku lelah berpura-pura kuat. Boleh gak, kali ini aja… kita mulai jujur?”
Dan kalau kamu berani jujur pada diri sendiri,
percaya deh… bumi itu gak benar-benar pecah,
dia cuma sedang membuka ruang baru—untuk kamu bertumbuh,
dengan lebih tulus, lebih sadar, dan lebih utuh dari sebelumnya.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar