Apa Makna Mimpi Menyentuh Salju untuk Pertama Kali?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
- visibility 66
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi menyentuh salju untuk pertama kali?
Padahal kamu tinggal di daerah tropis, gak pernah sekalipun nginjak negara empat musim, apalagi liat salju beneran. Tapi dalam mimpi itu, kamu ngerasainnya jelas banget—dinginnya, teksturnya, bahkan ada sensasi aneh yang gak bisa dijelasin: campuran kagum, tenang, tapi juga sedikit bingung.
Aneh ya, kenapa bisa mimpi hal yang belum pernah kamu alami?
Tapi gini… pernah gak kamu coba lihat mimpi itu bukan sebagai sesuatu yang acak? Tapi sebagai simbol. Sebagai perwakilan dari emosi atau harapan yang selama ini mungkin terpendam di dalam diri kamu?
Menyentuh salju pertama kali itu, mungkin bukan tentang saljunya. Tapi tentang momen baru dalam hidup. Tentang ketenangan yang selama ini kamu cari. Tentang rasa asing tapi menyenangkan. Tentang keberanian untuk menyentuh sesuatu yang belum pernah kamu jangkau sebelumnya.
Kayak… ketika kamu pertama kali jatuh cinta setelah trauma panjang. Atau pertama kali bisa merasa damai setelah sekian lama hidup dalam kekacauan.
Atau bahkan sesederhana ini: kamu lagi belajar berdamai sama diri sendiri.
Karena salju itu kan putih. Bersih. Hening. Tenang. Gak ribut, gak penuh warna, tapi justru karena itulah dia indah.
Mungkin kamu lagi rindu ketenangan itu.
Sama kayak waktu kecil, kita sering ngebayangin salju dari film-film. Dari kartun, dari cerita anak-anak. Kita pikir, hidup di tempat bersalju itu indah banget. Bisa main bola salju, bikin boneka salju, atau duduk manis di jendela sambil minum cokelat panas. Tapi kita gak pernah dikasih tahu kalau salju itu bisa beku banget. Dinginnya sampai tembus tulang. Kadang nyebelin karena bikin jalanan licin, atau bikin jari-jari kesemutan.
Nah, mimpi tentang salju juga begitu.
Kelihatannya indah, tapi bisa aja itu cerminan dari rasa dingin yang lagi kamu rasain dalam hidup. Kamu mungkin lagi ngerasa jauh dari orang-orang. Lagi berusaha keras buat gak keliatan rapuh, padahal dalam hati kamu lagi nyari kehangatan.

Makanya, sensasi menyentuh salju itu bisa berarti ganda.
Di satu sisi, kamu lagi mencoba menyentuh harapan baru. Di sisi lain, kamu juga lagi menyadari bahwa “hal baru” itu gak selalu nyaman di awal. Tapi tetap kamu sentuh. Tetap kamu hadapi.
Dan itu bentuk keberanian juga.
Kadang kita terlalu fokus cari arti literal dari mimpi, padahal mimpi tuh kayak puisi. Penuh simbol, penuh tafsir, tergantung siapa yang baca dan dari mana dia memandang.
Mimpi menyentuh salju mungkin adalah gambaran bahwa kamu lagi ada di masa transisi. Dari kekacauan menuju ketenangan. Dari panas yang membakar menuju dingin yang meredakan. Dari hidup yang lari cepat menuju jeda yang damai.
Kamu mungkin gak sadar, tapi jiwa kamu tahu kamu butuh itu.
Kamu butuh napas baru. Butuh belajar untuk gak selalu terbakar semangat sampai habis. Tapi juga belajar menikmati hening. Menyentuh diam. Merasakan rasa asing yang lama-lama bisa jadi nyaman.
Dan lucunya, mimpi itu kadang lebih jujur dari kenyataan.
Karena di dunia nyata, kita sering pura-pura. Pura-pura kuat, pura-pura gak butuh istirahat, pura-pura semuanya baik-baik aja. Tapi waktu tidur, semua topeng itu jatuh. Yang tersisa cuma versi paling jujur dari kita.
Jadi kalau kamu mimpi menyentuh salju untuk pertama kali, coba tanya ke diri sendiri:
Apakah aku sedang butuh tenang?
Apakah aku lagi rindu rasa damai yang utuh?
Atau mungkin, aku sedang siap memulai sesuatu yang baru… walau aku tahu, awalnya mungkin terasa dingin, sepi, dan asing?
Karena salju di mimpi itu mungkin bukan cuma fenomena cuaca. Tapi cerminan dari kondisi hatimu.
Mungkin kamu selama ini merasa hidupmu panas terus—banyak tekanan, banyak konflik, banyak hal yang bikin emosi naik turun. Dan akhirnya, datang mimpi itu.
Mimpi yang sederhana. Menyentuh salju. Tapi efeknya dalam banget.
Itu mungkin cara bawah sadar kamu bilang:
“Hei, istirahat sebentar gak apa-apa, kok.”
Atau:
“Kamu boleh mulai pelan-pelan. Gak harus langsung nyaman, yang penting berani nyentuh.”
Akhir kata, kita memang gak pernah bisa sepenuhnya paham kenapa kita bermimpi sesuatu. Tapi kita bisa memilih untuk gak mengabaikannya.
Karena kadang… mimpi itu bukan pertanda dari luar, tapi suara pelan dari dalam. Yang bilang, “Kamu tuh pantas hidup dengan tenang.”
Yang mengingatkan kita: gak semua hal harus dikejar. Kadang cukup kita sentuh… dan rasakan. Biarkan mengalir. Biarkan diam sejenak.
Karena dari diam itu, kadang datang kebijaksanaan paling dalam.
Dan dari salju itu… mungkin kamu belajar satu hal:
Bahwa ketenangan yang kamu cari, bisa jadi sedang datang pelan-pelan, dalam wujud yang gak kamu sangka.
Lewat mimpi. Lewat sentuhan pertama. Lewat salju.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar