Apa Arti Mimpi Menyeberangi Sungai?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
- visibility 70
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi lagi nyebrang sungai? Airnya jernih, tenang… atau malah keruh, arusnya deras, dan kamu ngos-ngosan berusaha sampai ke seberang?
Terus pas bangun, kamu mikir: “Lho, kenapa tiba-tiba mimpi nyebrang sungai? Emangnya kenapa sih?”
Tapi coba deh, kita pikir dari sudut pandang yang berbeda.
Apa sebenarnya makna di balik mimpi itu?
Sungai dalam mimpi sering digambarkan sebagai simbol perjalanan hidup. Karena hidup, kayak sungai, gak pernah diam. Dia terus mengalir. Kadang tenang, kadang deras. Kadang jernih, kadang penuh lumpur.
Dan menyeberangi sungai… bisa jadi lambang dari perubahan besar, peralihan dari satu fase ke fase lain.
Mungkin kamu lagi di titik hidup yang serba “tanggung”. Mau melangkah, tapi ragu. Mau tinggal, tapi juga gak nyaman. Dan mimpi itu muncul… bukan buat nakut-nakutin, tapi buat ngingetin:
“Kamu udah sampai sejauh ini. Yuk, selesaikan penyeberangannya.”
Mimpi menyeberangi sungai itu, sebenarnya bukan tentang airnya. Bukan juga tentang seberapa dalam atau lebarnya. Tapi tentang keputusan buat jalan terus. Tentang keberanianmu untuk ninggalin titik lama dan menuju sesuatu yang belum pasti.
Kayak orang yang resign dari kerjaan tetap demi ngejar passion.
Atau seseorang yang ninggalin hubungan lama yang toksik meski belum tahu bakal nemu yang baru atau nggak.
Atau mahasiswa tingkat akhir yang akhirnya berani nyoba apply kerjaan pertama, dengan deg-degan dan segala ketidakpastian.
Itu semua adalah bentuk nyata dari “menyeberangi sungai”.
Dan… kalau dalam mimpi kamu berhasil sampai ke seberang?
Itu mungkin sinyal baik. Mungkin artinya kamu siap. Siap buat transisi, siap buat babak baru, siap ninggalin zona nyaman dan buka lembaran baru.
Tapi… gimana kalau kamu mimpi terseret arus? Atau malah gak pernah sampai ke seberang?
Bukan berarti kamu gagal.

Mungkin itu cuma gambaran dari hati yang masih ragu. Masih ada yang belum kamu lepas. Masih ada ketakutan, atau luka lama yang belum sembuh.
Dan itu wajar.
Kadang hidup tuh kayak sungai yang kamu gak tahu ujungnya di mana. Tapi kamu tetap harus jalan.
Dan proses menyeberang itu… bisa beda-beda rasanya buat tiap orang. Ada yang pakai jembatan gantung. Ada yang nyebur langsung. Ada yang berenang pelan-pelan. Ada juga yang nunggu arus tenang dulu.
Sama kayak mimpi, cara kita melaluinya beda-beda.
Jadi waktu kamu mimpi menyeberangi sungai, mungkin itu bukan peringatan. Tapi pengingat.
Bahwa kamu sedang — atau akan — menghadapi masa transisi. Entah itu soal pekerjaan, hubungan, kepercayaan diri, atau bahkan hal yang belum kamu sadari.
Dan satu hal yang kadang kita lupa:
Menyeberang sungai itu butuh keberanian. Tapi lebih dari itu, butuh percaya. Percaya bahwa seberang sana bukan tempat yang menyeramkan. Tapi tempat buat tumbuh.
Kita sering banget takut buat “menyebrang”, karena terlalu sayang sama sisi sungai yang sekarang.
Padahal bisa jadi… yang kamu cari selama ini, justru ada di sisi satunya.
Dan bisa jadi, mimpi itu datang bukan buat ngasih jawaban. Tapi buat nyolek pelan-pelan, sambil bilang:
“Eh, kamu gak harus terus-terusan berdiri di pinggir loh.”
Atau jangan-jangan…
Sungai dalam mimpimu itu bukan lambang peralihan… tapi lambang emosi?
Karena air juga bisa mewakili perasaan.
Kalau kamu menyeberangi sungai dengan arus tenang, mungkin kamu lagi damai. Tapi kalau airnya keruh dan kamu merasa cemas, bisa jadi itu cerminan isi hati yang lagi penuh beban, tapi tetap berusaha bergerak.
Intinya, mimpi ini bisa berarti macam-macam. Tapi benang merahnya satu: kamu lagi dalam perjalanan. Dan kamu gak sendiri.
Buat kamu yang pernah mimpi ini… atau bahkan mimpi itu masih terus berulang…
Coba tanya ke diri sendiri:
“Apa yang selama ini aku takutin untuk ‘tinggalkan’?”
“Atau mungkin, apa yang aku rindukan tapi belum berani aku datangi?”
Karena mungkin saja, sungai itu adalah batas. Antara apa yang kamu tahu, dan apa yang belum kamu temui.
Antara masa lalu yang nyaman tapi stagnan… dan masa depan yang menakutkan tapi penuh harapan.
Dan kamu…
ada di tengah-tengahnya.
Akhir kata, mimpi bukan ramalan.
Tapi dia kadang datang sebagai jendela kecil dari apa yang hati kita gak bisa teriak secara lantang.
Dia datang pelan, lewat gambar-gambar aneh, suasana asing, atau cerita samar.
Dan mimpi menyeberangi sungai?
Mungkin itu cuma cara semesta buat bilang:
“Kamu udah cukup kuat.
Sekarang waktunya nyebrang.”
Jadi…
Kamu siap, kan?
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar