Apa Makna Mimpi Melintasi Gurun Pasir?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
- visibility 70
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi lagi jalan sendiri di tengah gurun pasir? Panas, kering, sepi, gak ada siapa-siapa, cuma kamu… dan hamparan pasir sejauh mata memandang.
Kedengerannya kayak adegan film, ya. Tapi kalau itu muncul dalam mimpi kita, apakah cuma mimpi lewat aja? Atau sebenarnya ada sesuatu yang lebih dalam yang sedang coba disampaikan oleh alam bawah sadar kita?
Coba kita pikir dari sudut pandang lain.
Gurun pasir itu, bukan cuma sekadar tempat tandus. Tapi simbol dari kesendirian, ujian, dan… proses. Bayangin aja, kamu lagi jalan tanpa arah yang pasti, bawa ransel berat, haus, capek, tapi harus tetap melangkah. Bukankah itu sedikit banyak mirip dengan apa yang kita alami dalam hidup ini?
Kadang, kita juga lagi ngerasa kayak sendirian di tengah “padang pasir kehidupan.” Gak tahu arah, gak tahu mau kemana, yang penting jalan dulu. Kadang gak yakin masih kuat, tapi tetep lanjut karena berhenti juga bukan solusi.
Dan mimpi tentang gurun pasir… bisa jadi itu cara tubuh kita bilang,
“Hei, kamu lagi di masa sulit ya? Tapi kamu tetap jalan. Kamu tetap berjuang.”
Keren gak sih? Bahkan saat kita tidur pun, tubuh kita masih jujur tentang apa yang lagi kita rasain.
Tapi, bisa juga maknanya beda.
Gurun itu kan luas banget. Gak ada batasan, gak ada tanda. Bisa juga mimpi itu jadi simbol bahwa kamu lagi berada di fase hidup yang penuh kebingungan. Kayak kamu punya terlalu banyak pilihan, tapi semuanya terlihat sama aja—kosong, tanpa arah, tanpa hasil yang pasti.
Atau sebaliknya, bisa juga karena kamu justru terlalu terkunci dalam rutinitas. Terjebak dalam satu titik. Gurun itu datar, monoton, gak ada variasi. Mungkin, secara gak sadar, kamu lagi ngerasa jenuh. Butuh arah baru. Butuh “oase” yang bisa segarkan semangat kamu lagi.

Pernah gak ngerasa gitu?
Bangun pagi, kerja, pulang, tidur. Ulang lagi. Hari berganti tapi rasanya kayak ngelewatin gurun yang sama, dengan langkah yang sama, tanpa tahu kapan sampai di tujuan.
Kalau mimpi melintasi gurun itu muncul di tengah fase hidup yang kayak gitu, mungkin itu sinyal:
“Yuk, cari makna baru. Cari arah baru. Hidup ini lebih dari sekadar jalan lurus yang kosong.”
Tapi bisa juga, mimpi gurun itu bukan tentang kesepian, bukan tentang kebingungan… tapi tentang kekuatan.
Bayangin orang yang bisa bertahan di gurun. Mereka pasti kuat banget. Gak semua orang bisa. Dan mungkin, mimpi itu datang justru buat bilang:
“Kamu lebih kuat dari yang kamu kira.”
Kamu bisa aja lagi dalam tekanan besar, entah itu pekerjaan, hubungan, atau soal diri sendiri. Tapi kamu tetap jalan. Kamu tetap hidup. Dan mimpi itu hadir sebagai pengingat… bahwa kamu bisa.
Bahwa kamu gak sendirian, meski rasanya seperti itu.
Karena jujur aja, dalam hidup ini, semua orang pasti pernah melintasi “gurun”-nya masing-masing. Cuma bentuknya aja yang beda.
Ada yang gurunnya berupa perceraian.
Ada yang berbentuk kehilangan orang tua.
Ada yang melintasi gurun berupa krisis kepercayaan diri.
Dan ada juga yang berjalan jauh dalam sepi, bertanya ke Tuhan:
“Sebenarnya hidup ini mau dibawa kemana?”
Jadi saat kamu bermimpi tentang gurun, mungkin itu bukan mimpi buruk. Mungkin itu cermin. Cermin dari perjalanan panjangmu yang sunyi, tapi berani.
Kadang, mimpi memang bukan sekadar bunga tidur. Tapi bisa juga jendela ke dalam batin kita. Tempat kita ngobrol sama diri sendiri yang paling dalam. Yang gak bisa kita temui saat sibuk ngeliatin layar ponsel, sibuk meeting, sibuk ngerjain ini-itu.
Dan lucunya, mimpi itu datang bukan buat nakut-nakutin. Tapi buat ngajak ngobrol.
Ngajak kita nanya:
“Udah sejauh ini, kamu kuat kok. Tapi kamu juga boleh rehat. Boleh cari oase. Boleh minta tolong.”
Karena even di tengah gurun pun, selalu ada titik air—selalu ada harapan.
Akhir kata, sebelum kita mikir aneh-aneh soal arti mimpi, coba deh tanya ke diri sendiri dulu:
“Mimpi ini lagi ngajak aku ngobrol tentang apa ya?”
Mungkin jawabannya gak langsung jelas. Tapi satu hal yang pasti, setiap mimpi—terutama yang datang berkali-kali—pasti punya pesan yang ingin disampaikan. Entah tentang rasa capek, rasa bingung, rasa ingin dimengerti, atau… rasa ingin dimulai dari awal.
Dan jangan anggap remeh proses kamu melintasi gurun itu.
Karena orang yang bisa bertahan di tengah gurun… biasanya adalah orang yang siap menemukan oase yang paling jernih.
Jadi kalau kamu pernah mimpi melintasi gurun pasir, jangan takut.
Mungkin itu bukan tanda kamu tersesat.
Tapi tanda bahwa kamu lagi berproses. Lagi bertumbuh. Lagi kuat-kuatnya.
Dan siapa tahu, oase itu… tinggal satu langkah lagi.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar