Apa Arti Mimpi Berada di Tengah Badai?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
- visibility 68
- comment 0 komentar

Pernah gak, kamu mimpi lagi ada di tengah badai? Angin kencang, hujan deras, semuanya gelap, kamu sendirian, dan gak tahu harus ke mana. Rasanya kayak semua arah itu salah. Mau ke kanan, ketutup pohon tumbang. Mau ke kiri, ada petir nyambar. Mau diam aja? Ya, bisa kedinginan sampai mati. Mimpi yang kayak gini tuh bukan cuma bikin jantung dag dig dug pas bangun, tapi juga bikin kita mikir: sebenernya… kenapa sih mimpi kayak gitu?
Tapi… yuk coba kita lihat dari sudut yang berbeda.
Gak semua badai itu tentang kehancuran. Kadang, badai justru muncul buat ngeberesin kekacauan yang udah terlalu lama kita biarin. Mungkin hidup kita selama ini keliatannya baik-baik aja dari luar. Tapi, jauh di dalam, kita tahu ada yang salah. Ada keputusan yang kita tunda. Ada perasaan yang kita tekan. Ada luka yang kita pura-pura gak kerasa.
Dan akhirnya… alam bawah sadar kita ngajak ngobrol, lewat mimpi.
Mimpi berada di tengah badai itu bisa jadi simbol.
Simbol bahwa ada kekacauan batin yang udah gak bisa kita abaikan lagi. Ada tekanan, ada stres, ada konflik, entah itu dengan orang lain atau sama diri sendiri. Tapi… bukan berarti ini pertanda buruk. Justru sebaliknya, bisa jadi ini momen transisi. Kayak waktu langit mendung sebelum pelangi muncul.
Badai itu gak muncul buat menghancurkan kita. Tapi buat menggugurkan yang gak lagi kita butuhin.
Coba bayangin, kamu lagi berdiri di tengah badai. Angin keras, suara guntur, ranting beterbangan. Tapi kamu gak lari. Kamu berdiri, diam, dan pelan-pelan… kamu sadar: “Gue masih di sini. Masih berdiri.”
Itu bukan kelemahan. Itu kekuatan.
Kadang kita harus “tersesat” dulu di badai biar tahu arah pulang.
Sama kayak waktu kita ngerasa kehilangan. Entah kehilangan orang, pekerjaan, atau mimpi yang gak tercapai. Hidup jadi berantakan. Tapi justru di situ, kita mulai bisa bedain mana yang penting dan mana yang cuma nyampah di hidup. Kita jadi bisa lihat, siapa yang datang bantuin, siapa yang malah ninggalin.
Mimpi berada di tengah badai juga bisa jadi cermin.
Cermin tentang betapa seringnya kita nyari ketenangan di luar, padahal badai yang sebenarnya itu justru ada di dalam hati kita sendiri. Kita berharap orang lain bisa tenangin kita, kasih kepastian, kasih validasi. Tapi pada akhirnya… yang bisa nenangin kita ya cuma diri sendiri.

Dan gini ya…
Kalau kamu lagi sering mimpi kayak gitu, jangan buru-buru panik.
Mungkin itu pertanda bahwa kamu sedang dalam proses.
Proses jadi versi kamu yang lebih kuat.
Gak semua orang siap hadapin badai. Tapi kalau kamu mimpi kamu ada di tengah badai, berarti kamu udah cukup kuat buat dilewatin.
Dan kamu tahu gak, hal paling menarik tentang badai?
Gak peduli seberapa gelap, seberapa kencang anginnya…
badai itu selalu sementara.
Cepat atau lambat, pasti reda.
Setelah itu, dunia terasa lebih segar. Udara lebih bersih. Daun-daun yang jatuh diganti tunas baru. Jalanan jadi basah tapi bersih. Langit jadi biru lagi. Dan kita… jadi orang yang beda.
Jadi, mungkin yang kamu mimpiin itu bukan akhir. Tapi pembersihan.
Pembersihan dari luka lama yang belum kamu sembuhin.
Pembersihan dari ekspektasi yang bukan datang dari kamu, tapi dari orang lain.
Pembersihan dari beban yang udah terlalu lama kamu gendong sendirian.
Kadang kita pikir mimpi itu cuma bunga tidur. Tapi seringnya… dia adalah pesan.
Dan pesan itu gak selalu pakai kata-kata. Kadang cuma lewat gambar.
Kayak badai.
Kayak kamu yang berdiri sendirian di tengah kegelapan.
Kayak tubuhmu yang gemetar tapi gak roboh.
Itu bukan kelemahan. Itu keberanian.
Akhir kata, kalau kamu pernah bermimpi tentang badai,
jangan buru-buru cari artinya di internet,
tapi coba tanya dulu ke hati sendiri:
“Apakah aku lagi lari dari sesuatu?”
“Apakah aku lagi menyimpan luka yang belum aku akui?”
“Apakah ini saatnya aku belajar melepaskan dan percaya bahwa setelah badai… akan ada terang?”
Karena bisa jadi… mimpi itu bukan peringatan. Tapi ajakan.
Ajakan untuk kembali ke diri sendiri.
Ajakan untuk berdamai.
Ajakan untuk tumbuh.
Dan kalau pun kamu lagi beneran ada di tengah badai kehidupan,
ingat satu hal ini baik-baik:
Badai memang datang untuk mengacaukan,
tapi juga datang untuk membentuk kamu jadi seseorang yang lebih kuat dari sebelumnya.
Kalau kamu mimpi badai, kamu kuat.
Kalau kamu bangun dengan perasaan gak enak, itu artinya hatimu masih sadar, masih peduli, dan masih hidup.
Dan selama hati kamu masih hidup…
kamu pasti bisa lewatin apa pun yang sedang kamu hadapi sekarang.
Pernah gak kamu mimpi kayak gitu juga?
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar