Apa Arti Mimpi Melihat Gunung Meletus?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
- visibility 74
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu tidur, terus mimpiin gunung meletus? Lava meledak, langit gelap, orang-orang lari panik, bahkan kamu sendiri di dalam mimpi itu ngerasa cemas banget. Terus begitu bangun, langsung googling: “Apa arti mimpi melihat gunung meletus?”
Kebanyakan hasilnya bakal bilang itu pertanda buruk—bakal ada masalah besar, emosi meledak-ledak, atau hal-hal dramatis lain yang bikin kamu makin parno. Tapi… pernah gak sih coba lihat mimpi itu dari perspektif yang lain?
Kayak…
Bagaimana kalau mimpi itu bukan tentang kehancuran, tapi tentang perubahan?
Gunung yang meletus itu, memang kelihatannya destruktif. Tapi letusan itu juga bagian dari proses alam yang sudah berjalan sejak jutaan tahun. Gunung meletus bukan cuma tentang hancurnya satu wilayah, tapi juga tentang bagaimana bumi sedang “membersihkan” dirinya. Abu vulkanik yang menyebar, lama-lama jadi tanah yang subur. Lahar yang panas dan menakutkan, kelak jadi aliran yang membentuk lembah-lembah baru.
Sama kayak manusia.
Kadang, hidup tuh harus “meledak” dulu. Harus ada fase chaos. Harus ada momen di mana semuanya berantakan. Karena di titik itulah…
kita mulai berubah.
Mimpi gunung meletus bisa jadi adalah gambaran dari emosi yang selama ini kamu pendam. Amarah yang selama ini kamu telan mentah-mentah, kecewa yang kamu simpan rapat-rapat, atau mungkin tekanan yang sudah terlalu lama kamu pura-pura kuat hadapi. Dan alam bawah sadar kamu bilang, “cukup.”
“Sudah waktunya ini semua meledak. Sudah waktunya kamu lihat dan rasakan, supaya kamu bisa sembuh.”
Iya, bisa sembuh. Karena kadang… kita gak akan pernah benar-benar bisa sembuh kalau belum ngerasa sakitnya secara utuh.

Ada orang yang mimpi gunung meletus pas lagi di titik hidup yang bikin dia ngerasa stuck. Rasanya kayak dipaksa baik-baik aja padahal hatinya udah penuh sesak. Atau mungkin dia lagi dalam hubungan yang kelihatannya baik-baik aja di luar, tapi dalamnya penuh tekanan. Dan gunung dalam mimpi itu—itu dia sendiri.
Dia yang selama ini diem.
Dia yang selalu tahan.
Dia yang kelihatannya tenang, tapi dalamnya udah gemuruh.
Meletusnya gunung dalam mimpi itu bisa jadi adalah tanda:
bahwa kamu gak bisa terus-terusan menekan semua rasa.
Bahwa kamu perlu ruang untuk marah, kecewa, dan akhirnya… legowo.
Tapi ya, ini bukan ajakan untuk jadi emosional tiap hari ya. Bukan juga pembenaran buat marah-marah gak jelas. Ini lebih ke:
boleh kok, ngerasa lelah.
boleh kok, jujur ke diri sendiri.
boleh banget, nangis.
Karena kadang kita terlalu takut untuk meledak. Takut dianggap lemah. Takut bikin kecewa orang. Takut bikin ribut. Padahal dalam diam itu, justru kita semakin tertekan.
Meledak itu bukan selalu buruk. Meledak itu kadang perlu.
Supaya kamu tahu batasmu.
Supaya kamu gak kehilangan dirimu sendiri hanya karena ingin menyenangkan semua orang.
Dan jangan lupa, setelah gunung meletus… alam selalu menyisakan harapan.
Setelah hangus, tumbuh tunas-tunas baru.
Setelah panas, datang hujan yang menenangkan.
Setelah bencana, hadir kekuatan yang lebih dalam.
Mimpi gunung meletus juga bisa jadi pertanda bahwa akan ada fase baru dalam hidup kamu. Fase yang mungkin awalnya terasa berat, tapi ujungnya justru membentuk versi dirimu yang lebih kuat. Versi yang lebih jujur. Versi yang lebih tahu siapa yang layak kamu perjuangkan, dan siapa yang cuma numpang lewat dalam hidupmu.
Kadang kita nanya ke orang, “Kamu kenapa sih tiba-tiba berubah?”
Tapi gak pernah lihat proses dalam dirinya.
Gak pernah tahu bahwa mungkin dia sudah berkali-kali “meletus” diam-diam.
Sudah berkali-kali nangis di kamar mandi.
Sudah berkali-kali pura-pura kuat supaya gak ngerepotin orang.
Jadi kalau kamu mimpi gunung meletus… jangan buru-buru takut.
Tapi coba tanya ke diri sendiri:
“Apa yang selama ini aku tahan?”
“Bagian mana dari diriku yang butuh aku dengarkan?”
“Mungkin bukan dunia yang mau hancur, tapi aku yang mau pulih.”
Karena mimpi kadang bukan tentang ramalan.
Tapi tentang perasaan.
Tentang isi hati yang berusaha bicara, waktu kamu terlalu sibuk mendengarkan semua orang—kecuali dirimu sendiri.
Dan ya…
kalau mimpi itu bikin kamu bangun dengan perasaan sesak, mungkin itu artinya:
sudah waktunya berhenti menekan segalanya sendirian.
Sudah waktunya mencari tempat aman untuk bercerita.
Sudah waktunya membuka ruang buat sembuh.
Akhir kata…
Gunung memang bisa meletus. Tapi kamu bukan gunung.
Kamu manusia—yang bisa memilih untuk menyembuhkan diri sebelum semuanya benar-benar hancur.
Jadi kalau hari ini kamu merasa “meletus”, gak apa-apa.
Karena setelah ledakan, akan ada pembentukan ulang.
Dan di situ… kamu bisa jadi versi dirimu yang lebih hidup.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar