Apa Arti Mimpi Melihat Air Keruh?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
- visibility 151
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi lagi jalan-jalan di pinggir sungai, tapi airnya bukan yang jernih dan mengalir tenang… malah keruh, pekat, bahkan mungkin bau? Rasanya kayak… gak nyaman. Padahal itu cuma mimpi. Tapi kenapa bisa bikin kita bangun dengan perasaan gak enak, ya?
Mimpi memang aneh. Kadang random, kadang absurd, tapi kadang juga terasa terlalu pas dengan apa yang kita rasakan. Dan mimpi tentang air keruh—percaya atau nggak—itu termasuk salah satu mimpi yang paling sering muncul saat batin kita lagi “berisik.”
Tapi sebelum kita buru-buru bilang, “Itu pasti firasat buruk,” yuk kita coba lihat dari sudut yang lebih manusiawi. Lebih dalam. Lebih reflektif.
Karena bisa jadi… itu bukan pertanda sial, tapi justru undangan untuk berdamai dengan sesuatu yang belum selesai.
Air itu simbol. Tapi keruhnya datang dari mana?
Coba kita mulai dari sini: air dalam mimpi sering banget digambarkan sebagai simbol dari emosi. Perasaan. Apa yang tersembunyi di balik wajah tenang kita sehari-hari. Kalau airnya bening, biasanya itu mencerminkan kedamaian atau kejernihan hati.
Tapi kalau airnya keruh?
Bisa jadi, itu cerminan dari pikiran atau hati yang lagi “penuh.” Penuh kekhawatiran, dendam lama yang belum selesai, luka batin yang selama ini kita simpan rapi, atau mungkin rasa takut yang gak pernah kita akui ke siapa-siapa.
Bukan berarti kita orang jahat. Bukan juga berarti kita hidupnya kacau.

Justru… mungkin itu pertanda kalau kita manusiawi. Kita punya rasa. Kita pernah kecewa. Pernah marah. Pernah merasa “gak baik-baik aja,” tapi tetap bangun dan tersenyum, seolah semuanya terkendali.
Dan mimpi itu, bisa jadi… adalah bisikan paling jujur dari alam bawah sadar kita.
Mungkin kita lagi menumpuk terlalu banyak.
Kadang hidup gak kasih kita waktu buat istirahat. Hari ini kerjaan menumpuk. Besok drama keluarga. Lusa ditanya lagi “kapan nikah?” atau “kok masih segini-segini aja sih hidup kamu?”
Lama-lama, kita simpan semuanya. Kita pikir: “Nanti juga hilang sendiri.” Tapi ternyata, gak semua rasa bisa hilang cuma dengan tidur semalam.
Sebagian akan muncul… dalam bentuk mimpi. Seolah hati kita bilang, “Hei, aku masih capek loh. Ayo kita obrolin.”
Dan muncullah air keruh itu. Gak indah, gak tenang, tapi jujur. Kadang itu satu-satunya cara hati kita buat minta didengar.
Apakah selalu berarti buruk? Gak juga.
Mimpi air keruh memang sering dikaitkan dengan kondisi yang ‘gak ideal.’ Tapi bukan berarti itu pertanda buruk yang harus ditakuti.
Kadang, itu justru sinyal bahwa kita sedang berada di masa transisi. Bahwa ada hal dalam hidup yang sedang diaduk—kayak air dan lumpur—biar akhirnya bisa terpisah dan jernih lagi.
Kamu pernah lihat air yang keruh karena habis diguyur hujan?
Awalnya kotor. Tapi lama-lama, lumpurnya mengendap. Dan airnya jadi bening lagi.
Sama kayak hidup. Kadang kita harus “diaduk” dulu sama masalah, sama kekecewaan, sama rasa gak enak. Biar akhirnya kita tahu mana yang harus dilepas, mana yang harus disimpan.
Dan siapa tahu… mimpi itu hadir, bukan buat menakut-nakuti, tapi buat menyadarkan kita kalau sudah saatnya bersih-bersih. Bukan rumah. Tapi hati.
Kita gak perlu langsung ngerti. Tapi coba kita dengerin.
Kadang mimpi cuma sekilas. Kita lupa pas bangun. Tapi kalau kamu sampai inget mimpi air keruh dengan detailnya—warnanya, baunya, bahkan perasaan gak enaknya—bisa jadi itu memang penting.
Bukan untuk ditafsirkan secara mistis atau metafisik.
Tapi untuk dijadikan bahan refleksi:
“Ada gak sih hal yang selama ini aku pendam?”
“Apakah aku terlalu keras sama diri sendiri?”
“Siapa yang mungkin sedang butuh aku maafkan… termasuk diriku sendiri?”
Karena seringkali, mimpi bukan soal masa depan. Tapi tentang masa lalu yang belum benar-benar selesai. Dan sekarang, ia minta disapa.
Akhirnya… semua kembali ke kita.
Kita boleh aja cari arti mimpi di buku atau internet. Tapi yang paling tau maknanya… ya kita sendiri. Karena hanya kita yang tahu cerita lengkap di balik mimpi itu.
Air keruh dalam mimpi bisa jadi cerminan hati yang sedang letih, atau pikiran yang butuh disederhanakan. Dan gak apa-apa.
Karena hidup gak harus selalu jernih untuk jadi bermakna.
Kadang justru dari air yang keruh, kita belajar banyak tentang proses. Tentang sabar. Tentang menerima.
Dan tentang bagaimana… sebelum semuanya jadi tenang, harus ada yang dikocok dulu.
Kalau kamu semalam mimpi air keruh, mungkin itu bukan alarm bahaya. Tapi undangan lembut dari semesta untuk pelan-pelan menata ulang isi hati.
Jangan takut. Dengerin aja.
Karena semua yang muncul dari hati… pasti datang untuk alasan yang tulus.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar