Apa Arti Mimpi Mengejar Kereta?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
- visibility 66
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi lari terbirit-birit ngejar kereta?
Koper nyaris jatuh, napas ngos-ngosan, dan detik-detik sebelum pintu kereta tertutup, kamu berhasil loncat… atau malah enggak.
Terus kamu bangun dengan jantung masih deg-degan, dan langsung mikir: “Jangan-jangan ini pertanda gue ketinggalan sesuatu dalam hidup ya?”
Lucu sih, gimana alam bawah sadar bisa ngasih sinyal lewat hal yang sebenernya sederhana.
Tapi coba deh pikirin pelan-pelan.
Apa iya itu cuma mimpi random?
Atau ada hal-hal yang lagi “ketinggalan” dalam hidup kamu, dan mimpi itu adalah alarm halusnya?
Mimpi ngejar kereta itu kayak simbol dari hal-hal yang gak sempat kita kejar di kehidupan nyata.
Kadang kita gak sadar ada banyak hal yang kita tunda, atau bahkan kita anggap gak penting—padahal itu justru kunci dari arah hidup kita.
Kereta dalam mimpi bisa jadi lambang dari kesempatan.
Bisa karier, hubungan, atau bahkan versi diri kita yang sebenarnya kita pengen jadi, tapi gak kita perjuangin.
Dan kita, yang ngos-ngosan lari di peron itu, mungkin cerminan dari kita yang sebenarnya gak mau kehilangan itu… tapi juga gak cukup berani buat ngejar dari awal.
Coba bayangin gini:
Kamu punya impian lama yang dulu kamu simpen rapat-rapat.
Misalnya pengen jadi penulis, atau buka bisnis kecil, atau pindah kota buat hidup baru.
Tapi karena hidup keburu sibuk ngasih tugas lain—cicilan, kerjaan, ekspektasi orang tua—kamu taruh itu di rak paling tinggi.
Sampai suatu hari, saat kamu udah siap ngambilnya lagi, ternyata keretanya udah jalan duluan.
Mimpi ngejar kereta bisa jadi bentuk “penyesalan” atau “kesadaran mendadak” bahwa ada hal yang pengen banget kamu lakuin, tapi kamu gak punya cukup waktu atau keberanian buat mulai.
Dan sekarang, di alam mimpi, kamu lagi dikasih simulasi rasa paniknya kalau hal itu beneran kelewat.

Tapi jangan buru-buru sedih.
Kadang mimpi itu bukan peringatan kalau semuanya udah terlambat.
Bisa jadi itu justru dorongan terakhir dari hati kamu: “Ayo, kejar. Mumpung masih bisa.”
Karena jujur aja, banyak dari kita baru sadar pengen ngejar sesuatu justru setelah itu makin menjauh.
Kamu mungkin pernah denger orang bilang, “kalau itu jodoh, gak akan kemana.”
Tapi jarang yang ngingetin: “kalau kamu diem-diem aja, ya dia bisa kemana-mana juga.”
Begitu pun dengan mimpi, cita-cita, dan semua hal penting yang gak bisa nunggu kamu terus menunda.
Ada juga mimpi ini muncul karena kamu lagi ngerasa hidup kamu lari terlalu cepat… dan kamu sendiri belum siap.
Kereta itu bisa jadi simbol waktu.
Dan kamu?
Masih berdiri di peron, bingung mau naik atau enggak.
Mungkin kamu lagi di fase hidup yang serba buru-buru.
Lulus kuliah harus langsung kerja, kerja harus cepat naik jabatan, umur segini harus udah nikah, umur segini harus punya rumah.
Dan kamu ngerasa tertinggal.
Bukan karena kamu malas, tapi karena kamu butuh waktu buat yakin.
Buat mikir ulang: bener gak sih ini kereta yang mau gue naikin?
Atau cuma karena semua orang naik, jadi gue takut dibilang ketinggalan?
Mimpi ngejar kereta juga kadang muncul karena kamu lagi terlalu keras sama diri sendiri.
Kamu takut banget gagal.
Takut telat.
Takut gak sesuai timeline.
Sampai-sampai, saat tidur pun, kamu masih ngerasa dikejar-kejar oleh versi “ideal” dirimu sendiri.
Dan saat kamu bangun, kamu ngerasa capek… padahal belum ngapa-ngapain.
Kadang, tubuh itu cerdas.
Dia tahu kapan kita lelah, meski kita pura-pura tegar.
Dan dia ngasih sinyal lewat mimpi.
Bukan buat nakut-nakutin.
Tapi buat nyuruh kamu berhenti sebentar.
Lihat sekeliling.
Tanya lagi ke hati kecilmu:
“Kamu beneran mau naik kereta itu? Atau kamu cuma takut ditinggal?”
Karena hidup itu bukan perlombaan.
Gak semua orang harus sampai di stasiun yang sama di jam yang sama.
Dan gak semua kereta itu harus kamu kejar.
Kadang, duduk sebentar di peron dan nunggu kereta yang cocok, itu jauh lebih bijak daripada maksa lari masuk gerbong yang salah.
Dan kalaupun kamu beneran ketinggalan… itu bukan akhir cerita.
Kereta berikutnya akan datang.
Selalu.
Selama kamu tahu apa yang kamu tunggu.
Dan kenapa kamu pengen naik.
Akhir kata, kalau kamu baru aja mimpi lari-lari ngejar kereta, jangan buru-buru cari tafsir mistis atau panik soal pertanda buruk.
Mungkin itu cuma alam bawah sadar kamu yang pengen ngobrol.
Yang selama ini kamu cuekin.
Yang cuma mau bilang:
“Ada sesuatu yang penting, yang harus kamu kejar.
Tapi sebelum itu… pastiin dulu kamu tahu, kenapa kamu mau ngejarnya.”
Dan kalau kamu ngerasa keretanya udah jauh…
Ingat satu hal:
Kamu bukan ketinggalan.
Kamu cuma lagi nyari jalan yang paling sesuai buat kamu.
Karena perjalanan yang benar, gak harus cepat.
Cuma harus jujur.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar