Apa Arti Mimpi Membaca Al-Qur’an?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
- visibility 74
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, kamu kebangun tengah malam gara-gara mimpi? Tapi bukan mimpi horor atau dikejar-kejar sesuatu, melainkan mimpi yang malah bikin kamu merasa… adem. Tenang. Damai.
Contohnya, mimpi lagi baca Al-Qur’an.
Bukan di masjid besar yang megah. Bukan juga di acara pengajian rame-rame. Tapi sendirian, di tempat yang kamu sendiri bahkan gak terlalu ingat. Tapi yang kamu ingat jelas banget adalah… kamu lagi membaca Al-Qur’an. Suaranya pelan, tapi hati kamu terasa penuh.
Pertanyaannya: kenapa mimpi kayak gitu bisa muncul?
Apakah itu cuma bunga tidur?
Atau… sebenarnya itu adalah bentuk komunikasi hati yang selama ini kita abaikan?
Kita hidup di zaman yang sibuk. Banget.
Bangun tidur langsung cek HP, belum sempat mengucap syukur. Siang sibuk ngejar deadline, malam kehabisan energi bahkan buat ngobrol sama diri sendiri. Dalam kejar-kejaran waktu dan ekspektasi, sering kali kita lupa… bahwa hati kita juga butuh waktu untuk didengar.
Nah, mimpi seperti membaca Al-Qur’an itu bisa jadi salah satu cara lembut yang hati pakai buat ngomong ke kita.
Bisa aja itu semacam panggilan.
Bukan panggilan azan yang keras terdengar, tapi panggilan batin.
Panggilan buat balik sebentar ke sesuatu yang lebih murni. Lebih tenang. Lebih dekat ke pencipta.
Tapi apakah mimpi seperti itu pasti artinya positif?
Yuk, kita bahas dari beberapa sudut.
1. Tanda Keinginan Hati untuk Mendekat
Kadang kita merasa jauh dari Tuhan, tapi diam-diam hati kita rindu. Dan karena dalam hidup nyata kita sering gak punya waktu buat mendengarkan bisikan itu, hati kita “berbicara” lewat mimpi.
Mimpi baca Al-Qur’an bisa jadi tanda bahwa hati kita sebenarnya pengen balik. Pengen disucikan. Pengen ngerasain ketenangan yang udah lama hilang. Dan Al-Qur’an, sebagai petunjuk hidup, hadir dalam mimpi sebagai simbol bimbingan dan harapan.
2. Refleksi dari Pikiran Bawah Sadar
Kamu pernah gak, denger suara murattal Al-Qur’an sebelum tidur? Atau lagi mikir tentang dosa-dosa yang kamu lakuin? Bisa jadi, pikiran itu kebawa dalam mimpi. Tapi bukan cuma sekadar “kebawa,” kadang pikiran bawah sadar menyampaikan sesuatu yang penting—yang mungkin selama ini kamu tunda-tunda untuk hadapi.
Seperti: “Kapan terakhir kali kamu baca Qur’an bukan karena kewajiban, tapi karena pengen?”

3. Simbol Pembersihan Jiwa
Mimpi membaca Al-Qur’an juga sering dimaknai sebagai pertanda bahwa seseorang sedang—atau akan—melewati proses pembersihan jiwa. Gak melulu artinya kamu udah jadi suci. Justru kadang itu muncul saat kamu lagi rapuh, lagi butuh pegangan.
Dan lewat mimpi, mungkin kamu dikasih “pegangan” itu.
Bukan berupa uang, bukan juga berupa pelukan, tapi ayat-ayat yang menenangkan.
Yang menarik adalah… kadang kita gak ingat ayat mana yang kita baca. Tapi sensasinya masih kebayang: damai, sejuk, enteng.
Mungkin itu tandanya, makna ayatnya bukan cuma buat diingat di kepala, tapi dirasa di hati.
Dan mungkin, justru itu yang Tuhan pengen: bukan sekadar hafal kata-katanya, tapi ngerti rasa dan arahnya.
Tapi… gak semua mimpi harus dicari maknanya secara mistis juga.
Kadang, mimpi ya cuma mimpi.
Tapi kalau dia mampir dan meninggalkan jejak rasa yang kuat—itu berarti dia punya pesan.
Dan pesan itu, bisa jadi sederhana banget:
“Kamu udah capek ya? Yuk, pulang dulu sebentar.”
Pernah gak kita berpikir… bahwa mungkin Tuhan tahu kita terlalu sibuk buat berdoa, terlalu lelah buat mengadu, terlalu takut buat memulai lagi dari awal.
Jadi, Dia datang pelan-pelan…
Lewat mimpi.
Lewat suara lirih ayat-ayat-Nya.
Lewat pengalaman tidur yang gak bisa kamu ceritain dengan logika, tapi kamu tahu: “ada sesuatu yang beda.”
Mungkin itu bukan kamu yang mimpiin Qur’an.
Tapi Qur’an yang ‘datang’ ke kamu.
Lalu apa yang harus kita lakukan setelahnya?
Gak harus langsung jadi alim. Gak harus tiba-tiba khatam dalam semalam. Tapi mungkin bisa dimulai dengan buka satu halaman. Satu ayat. Satu momen untuk mendengarkan.
Karena kalau mimpi itu datang sebagai panggilan, kita cuma perlu satu hal: menjawabnya.
Pelan-pelan aja.
Gak usah buru-buru.
Yang penting… mulai dulu.
Akhir kata, kalau kamu pernah mimpi baca Al-Qur’an dan merasa itu bukan mimpi biasa…
Mungkin itu memang bukan sekadar mimpi.
Mungkin itu adalah cara semesta berkata:
“Hatimu belum mati. Jiwamu belum hilang. Kamu hanya… perlu diingatkan bahwa cahaya itu masih ada.”
Dan Al-Qur’an, dalam mimpimu, mungkin adalah lentera kecil…
yang sedang menunjukkan jalan pulang.
Tenang aja.
Kamu gak sendirian.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar