Apa Arti Mimpi Berada di Lift Jatuh?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
- visibility 88
- comment 0 komentar

Pernah gak sih lo ngerasa kayak lagi naik lift…
Terus tiba-tiba, tanpa aba-aba, zrrrt—lift-nya jatuh.
Bukan lift beneran sih, tapi dalam mimpi. Tapi rasanya nyata banget. Jantung kayak mau copot, napas tertahan, dan ketika lo bangun… lo masih deg-degan. Keringet dingin. Bingung. “Apa barusan mimpi… atau beneran?”
Anehnya, mimpi kayak gitu tuh sering datang tiba-tiba. Gak ada angin, gak ada hujan, tapi tiba-tiba lo merasa “jatuh” ke dalam ketidakpastian.
Dan lo mulai mikir:
“Ini mimpi ada artinya gak ya?”
“Jangan-jangan pertanda buruk?”
Tapi coba kita lihat dari sisi yang beda.
Mimpi tuh kadang bukan soal ramalan masa depan… tapi lebih ke cerminan isi kepala dan hati lo yang sebenarnya.
Yang bahkan lo sendiri, mungkin belum sempat ngerti.
Coba bayangin lift.
Lift itu kan geraknya ke atas atau ke bawah. Cepet, terkendali, dan tujuannya jelas. Tapi kalau mimpi lo malah tentang jatuh di dalam lift… bisa jadi lo lagi ngerasa gak punya kendali atas hidup lo sendiri.
Kayak semua keputusan gak di tangan lo.
Kayak ada sesuatu—atau seseorang—yang narik lo ke bawah, dan lo gak tahu harus gimana buat ngehentikinnya.
Mungkin lo lagi ada di fase hidup di mana semuanya serba gak pasti.
Pekerjaan gak jelas.
Hubungan gak stabil.
Ekspektasi orang makin tinggi, tapi lo sendiri ngerasa makin kecil.
Dan lo takut gagal. Takut kehilangan pegangan.
Takut gak bisa “naik” lagi.

Dan mimpi itu… ya, bisa jadi itu adalah cara alam bawah sadar lo bilang:
“Hey, lo capek, ya?”
“Lo ngerasa gak aman, ya?”
“Lo pengen kontrol balik hidup lo, tapi bingung mulainya dari mana?”
Kadang kita mikir mimpi itu aneh. Tapi jangan-jangan, yang aneh itu justru hidup yang kita jalani sekarang. Kita terlalu sering pura-pura baik-baik aja. Terlalu sering bilang “gue kuat kok”, padahal dalemnya retak.
Dan mimpi itu… datang buat ngingetin kita. Bukan buat nakut-nakutin.
Sama kayak ketika lo naik lift, lo pasti berharap lift itu bawa lo naik. Tapi kalau justru lo dibawa turun, bahkan jatuh, itu jadi alarm keras buat diri lo sendiri.
Bahwa lo lagi butuh pegangan.
Bahwa mungkin, lo harus pelan-pelan take back control atas hidup lo.
Mimpi tentang lift jatuh juga bisa jadi tentang rasa takut akan kegagalan.
Lo udah naik tinggi-tinggi… tapi lo takut semua itu hilang.
Takut tiba-tiba dunia bilang, “Maaf, waktumu udah habis.”
Takut semua yang lo bangun, runtuh gitu aja.
Dan perasaan itu gak salah.
Gak lebay.
Manusiawi banget.
Karena kita semua pernah ada di titik itu.
Titik di mana kita merasa jatuh dan sendirian.
Titik di mana kita pengen banget ada yang narik kita naik lagi.
Tapi gak semua orang ngerti.
Dan gak semua orang bisa.
Maka sebelum lo nyalahin mimpi, coba tanya ke hati lo sendiri:
“Bagian mana dari hidup gue yang ngerasa lepas kendali?”
“Apakah gue terlalu keras sama diri sendiri?”
“Apakah gue lagi butuh istirahat, bukan malah terus memaksa naik?”
Lift yang jatuh bukan cuma soal ketakutan.
Itu juga bisa jadi simbol tentang let go.
Mungkin, lo lagi disuruh belajar melepas.
Melepas ekspektasi yang gak realistis.
Melepas beban dari orang lain yang seharusnya bukan tanggung jawab lo.
Melepas rasa bersalah yang lo pikul sendirian selama ini.
Dan mungkin…
Jatuh dalam mimpi bukan berarti gagal.
Tapi awal dari membangun ulang sesuatu dengan cara yang lebih sadar.
Dengan kendali yang lebih penuh.
Dengan niat yang lebih tulus.
Toh, kita gak bisa naik terus, kan?
Kadang, kita memang harus turun. Harus jatuh.
Biar tahu rasanya hampa.
Biar tahu apa yang sebenarnya penting buat dibawa pas naik lagi.
Jadi, mimpi itu mungkin bukan kutukan. Tapi undangan.
Undangan buat berhenti sebentar.
Buat dengerin isi hati.
Buat ngomong jujur ke diri sendiri:
“Apa yang sebenarnya gue takutin?”
“Dan apa yang bisa gue ubah mulai hari ini?”
Karena hidup itu kayak lift juga.
Ada kalanya kita nunggu lama di lantai bawah.
Ada kalanya kita naik cepat banget, sampai bingung mau turun di mana.
Dan ada juga kalanya… kita merasa jatuh.
Tapi asalkan kita gak lupa caranya bangkit dan pencet tombol yang tepat,
selalu ada kesempatan buat naik lagi.
Dan kalau suatu hari lo mimpi lift jatuh lagi,
senyum aja.
Bilang ke diri lo sendiri:
“Mungkin ini cara semesta ngajarin gue buat lebih kuat, bukan buat takut.”
Akhir kata, jangan buru-buru takut sama mimpi buruk. Kadang, itu adalah cara paling jujur dari pikiran dan perasaan lo sendiri buat bilang…
“Gue cuma butuh dipeluk—oleh diri gue sendiri.”
Dan itu… bukan kelemahan.
Itu adalah kekuatan yang paling lembut.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar