Apa Arti Mimpi Berada di Luar Negeri?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
- visibility 70
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu kebangun dari tidur dan mikir,
“Kenapa tadi gue mimpi lagi jalan-jalan di Paris?”
Atau,
“Kok gue bisa ngeliat diri gue sendiri di tengah padang gurun Mesir?”
Padahal ya… pas bangun, realitanya masih di kasur dengan bantal yang udah kempes separuh.
Banyak orang langsung mencari arti mimpi kayak gitu.
Ada yang bilang, itu tanda mau dapet rezeki.
Ada juga yang ngomong, itu berarti kamu lagi pengen kabur dari rutinitas.
Tapi… pernah gak kita coba lihat lebih dalam?
Mungkin mimpi berada di luar negeri bukan soal tempatnya.
Bukan soal kamu bakal jadi turis beneran di kehidupan nyata.
Tapi lebih tentang perjalanan yang lagi kamu siapin… di dalam diri.
Mungkin itu tentang perubahan.
Tentang keberanian buat melangkah ke wilayah baru yang selama ini kamu takutin.
Kayak ketika kamu resign dari kerjaan nyaman yang udah kamu tempatin 5 tahun, buat mulai usaha sendiri.
Atau saat kamu memutuskan belajar hal baru yang totally beda dari background kamu.
Bisa aja, mimpi itu sebenarnya adalah pesan kecil dari hati:
“Hei, kamu udah siap kok untuk masuk ke dunia yang asing buat kamu.”
Dunia yang mungkin awalnya bikin kamu gugup,
tapi suatu saat nanti justru bikin kamu berkembang.
Sama kayak pas kita liat orang upload foto dia lagi kuliah di luar negeri.
Kadang ada yang langsung mikir:
“Wah, pamer nih.”
Tapi bisa juga, sebenarnya dia cuma mau berbagi cerita soal perjalanan hidupnya.
Cerita tentang ketakutan yang dia hadapi, tentang malam-malam di mana dia homesick, tentang hari-hari saat dia harus survive sendirian tanpa kenal siapa pun.

Mimpi kita tentang luar negeri… mungkin mirip.
Itu bukan tentang betapa kerennya paspor penuh cap imigrasi.
Tapi tentang keberanian menaklukkan rasa asing di dalam diri sendiri.
Kadang, saat mimpi itu datang, kita lagi ada di titik:
Bingung mau lanjut ke mana,
Lagi stuck dan butuh petualangan baru,
Atau diam-diam… sebenernya lagi capek banget dengan rutinitas sehari-hari.
Karena, mari jujur aja, kadang hidup kita tuh kayak jalan tol lurus panjang tanpa belokan.
Semuanya terasa datar.
Datar banget sampai kita gak sadar… kita sebenarnya lagi butuh tantangan baru.
Butuh sedikit belok kanan, belok kiri, bahkan kalau perlu muter-muter dulu kayak di bundaran HI.
Biar ngerasa hidup lagi.
Dan disitulah, mungkin, mimpi tentang berada di luar negeri datang.
Kayak alarm kecil.
Bukan buat bilang kamu harus beli tiket pesawat dan kabur.
Tapi buat ngajak kamu nginget:
“Kapan terakhir kali kamu bikin diri kamu excited sama hidup?”
Tapi ya, penting juga buat diingat…
Gak semua mimpi tentang luar negeri berarti perubahan besar dramatis kayak di film.
Kadang itu cuma refleksi dari keinginan sederhana yang belum sempat diwujudkan.
Mungkin kamu lagi sering nonton drama Korea, jadi kebawa ke mimpi.
Atau kamu abis baca novel tentang backpacker ke Eropa, trus otak kamu ngolah itu jadi sinema dadakan pas tidur.
Gak semua harus dibikin berat.
Kadang, mimpi itu cuma… mimpi.
Sama kayak orang yang beli kopi mahal.
Bukan berarti dia flexing,
bisa aja dia cuma lagi pengen ngerasain nikmatnya hasil kerja keras dia hari itu.
Sama kayak mimpi kamu.
Bisa aja itu adalah hadiah kecil dari diri sendiri yang lagi bilang:
“Yuk, main bentar. Yuk, mimpi bentar.”
Akhir kata, sebelum buru-buru mencari tafsir atau panik,
coba tarik napas panjang-panjang.
Tanya ke diri sendiri:
“Apa sih yang sebenernya lagi gue butuhin sekarang?”
Karena mimpi itu, seringkali, bukan tentang prediksi masa depan.
Tapi tentang percakapan sunyi antara kita… dan diri kita sendiri.
Yang kadang kita terlalu sibuk buat dengar.
Dan mungkin, lewat mimpi itu, diri kita lagi bilang:
“Ayo, berani melangkah sedikit lebih jauh. Dunia ini luas. Hidup ini lebih besar dari yang selama ini kamu lihat.”
Jadi, mau kamu akhirnya jalan-jalan beneran ke luar negeri atau enggak,
yang paling penting adalah:
Berani pergi.
Pergi ke tempat-tempat baru di dalam diri.
Pergi untuk bertumbuh.
Pergi untuk jadi versi yang lebih berani, lebih jujur, dan lebih hidup.
Karena terkadang…
dunia yang paling asing dan menantang itu bukan di seberang samudra,
tapi di dalam hati kita sendiri.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar