Apa Arti Mimpi Berada di Dalam Penjara?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
- visibility 73
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, kamu bangun tidur sambil deg-degan gara-gara mimpi aneh?
Misalnya, mimpi lagi duduk di sel sempit, dindingnya kusam, pintunya jeruji besi, dan kamu merasa… terkurung.
Langsung mikir, “Astaga, apa gue abis ini bakal ketiban sial?”
Tapi, pernah gak kamu coba lihat dari perspektif yang berbeda?
Emangnya semua mimpi tentang penjara itu harus diartikan negatif?
Haruskah langsung menganggap itu pertanda bakal terjerat masalah besar?
Atau mungkin… mimpi itu justru lagi ngasih pesan penting tentang sesuatu yang jauh lebih dalam.
Tentang diri sendiri.
Tentang hidup yang, tanpa sadar, kita penjarain sendiri.
Sama kayak waktu kita lihat orang yang hidupnya super disiplin.
Jadwalnya padat, semua serba teratur, target-target dicapai satu-satu.
Ada orang yang ngelihat ini terus mikir: “Duh, hidupnya kayak di penjara ya, gak santai banget.”
Tapi bisa aja…
Orang itu justru lagi menikmati kebebasannya sendiri.
Karena buat dia, ketertiban itu bukan kurungan. Tapi jembatan menuju mimpi.
Kembali ke soal mimpi penjara.
Kadang, mimpi itu muncul bukan karena ada sesuatu yang buruk akan terjadi.
Bisa jadi, itu cuma refleksi bahwa di dalam diri kita, ada sesuatu yang lagi terkunci.
Mungkin, ada emosi yang kita tahan-tahan.
Ada keinginan yang kita pendam terus-menerus.
Atau mungkin, ada bagian dari diri kita yang selama ini kita ikat rapat karena takut dinilai, takut gagal, takut kecewa.

Jadi mimpi itu datang, bukan buat nakut-nakutin.
Tapi buat nyentil pelan:
“Hei, sampai kapan mau ngepenjarain diri sendiri?”
Sama kayak ketika ada orang yang kelihatannya cuek dan tertutup banget.
Gak pernah curhat, gak pernah nunjukin sisi rentannya.
Kita bisa aja mikir: “Duh, sombong banget sih, kayak gak butuh siapa-siapa.”
Padahal, bisa jadi…
Dia bukannya sombong.
Dia cuma nahan banyak banget rasa takut dan luka di dalam dirinya.
Dia ngejaga diri mati-matian supaya gak jatuh lagi.
Begitu juga dengan mimpi penjara.
Kadang kita bukan sedang dihukum.
Kita cuma lagi diingatkan:
Ada luka lama yang belum kita beraniin buat buka.
Ada impian lama yang kita kunci karena kita takut berharap terlalu tinggi.
Tapi, disclaimer ya.
Kadang-kadang, mimpi penjara juga bisa muncul kalau kita lagi ngerasa beneran “terjebak” dalam situasi hidup.
Mungkin kita stuck di pekerjaan yang gak bikin bahagia.
Mungkin kita ada di hubungan yang terasa lebih banyak sesaknya daripada sayangnya.
Atau mungkin, kita sendiri yang naruh standar hidup terlalu tinggi, sampai akhirnya hidup jadi kayak sel tanpa pintu keluar.
Makanya, kalau abis mimpi kayak gitu, coba deh tanya pelan-pelan ke diri sendiri:
“Apa yang lagi gue tahan-tahan saat ini?”
“Bagian mana dari hidup gue yang terasa kayak dikunci?”
Karena seringkali, jawabannya udah ada di hati kecil kita.
Kita cuma perlu berani jujur.
Sama halnya kayak kalau kita ngeliat orang yang tiba-tiba berani resign dari kerjaan mapan dan ngejar mimpinya.
Ada yang bilang: “Gila, nekat banget sih.”
Padahal mungkin…
Selama ini dia justru ngerasa kayak hidup di penjara.
Setiap hari bangun dengan rasa kosong, ngerasa hatinya jauh dari dirinya sendiri.
Dan keberanian buat keluar dari “penjara” itu adalah bentuk pembebasan paling tulus buat dirinya sendiri.
Jadi, kalau kamu mimpi lagi di dalam penjara, jangan buru-buru takut.
Jangan langsung berpikir itu kutukan atau pertanda nasib buruk.
Mungkin itu cuman cara alam bawah sadar kamu bilang:
“Hei, yuk beraniin diri buat keluar dari tembok-tembok yang kamu bangun sendiri.”
Karena kadang…
Yang nahan langkah kita bukan dunia di luar sana.
Tapi ketakutan kecil yang kita pelihara diam-diam.
Dan ketika kita berani buka pintu itu,
Ketika kita berani lepaskan diri dari belenggu rasa takut,
Kita akan sadar…
Dunia di luar sana jauh lebih luas dan indah daripada yang pernah kita kira.
Akhir kata, sebelum kamu panik gegara mimpi penjara,
coba tarik napas dalam-dalam,
lalu tanya ke hati kecilmu:
“Apakah aku sudah hidup dengan sepenuh jiwa, atau masih setengah-setengah karena takut?”
Karena kadang…
Yang kita butuhin bukan kunci buat keluar dari penjara,
Tapi keberanian buat sadar:
Bahwa jeruji itu, dari awal, cuma ada di kepala kita sendiri.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar