Apa Arti Mimpi Tersesat di Jalan?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
- visibility 74
- comment 0 komentar

Pernah gak sih lo mimpi, lagi jalan di tempat asing, niatnya mau ke satu tujuan, eh malah muter-muter, gak nemu jalan pulang?
Mau nanya orang, malah makin bingung. Mau puter balik, tapi kayaknya udah kejauhan.
Akhirnya? Bangun dengan keringet dingin, jantung deg-degan, kepala penuh tanda tanya.
Banyak orang kalau habis mimpi kayak gitu langsung mikir,
“Duh, pertanda buruk nih.”
Padahal… bisa jadi mimpi itu bukan mau nakut-nakutin.
Bisa jadi, itu cuman bentuk lain dari pertanyaan yang sebenarnya udah lama kita pendam:
“Apa gua lagi kehilangan arah dalam hidup?”
Mimpi tersesat tuh kayak refleksi dari apa yang lagi terjadi di dalam diri kita.
Ada kebingungan, ada keraguan, ada ketidakpastian soal jalan mana yang harus diambil.
Kayak GPS internal kita lagi buffering.
Sinyal hilang.
Tapi… apa artinya kita salah? Apa artinya kita gagal?
Belum tentu.
Kadang tersesat itu perlu.
Kadang kita butuh nyasar dulu, baru nemu jalan yang benar-benar cocok buat kita.
Coba bayangin.
Kalau dari awal semua serba lancar, lurus, tanpa hambatan, mungkin kita gak akan pernah benar-benar kenal diri sendiri.
Gak akan pernah tahu seberapa sabarnya kita, seberapa keras kepala kita, seberapa kuat kita berdiri waktu semua terasa gak pasti.
Mimpi tersesat itu kayak hidup kasih reminder,
“Hey, pelan dulu. Lihat lagi ke dalam. Beneran ini jalan yang kamu mau?”
Karena kadang, kita terlalu sibuk ngejar sesuatu, sampai lupa nanya:
“Apa yang gue kejar ini, beneran buat gue?”

Kayak orang yang kerja keras banting tulang, ngejar jabatan, ngejar gaji gede, tapi di dalam hatinya kosong.
Setiap malam nanya ke diri sendiri, “Kenapa ya gue gak bahagia-bahagia juga?”
Atau orang yang ngejar relationship sempurna, tapi tiap ketemu orang baru malah makin ngerasa tersesat, makin gak ngerti dirinya sendiri.
Tersesat, dalam banyak hal, itu bukan kutukan.
Itu ajakan.
Ajakan untuk berhenti sejenak dan evaluasi.
Mungkin selama ini kita terlalu keras ke diri sendiri.
Terlalu takut kelihatan “gagal” di mata orang lain.
Padahal kalau dipikir-pikir… siapa juga yang bisa nge-judge perjalanan hidup kita selain kita sendiri?
Kadang kita ngelihat orang lain udah sukses, udah settle, terus kita panik.
“Nih orang udah di puncak, gue masih muter-muter gak jelas.”
Padahal ya…
setiap orang punya peta hidupnya masing-masing.
Ada yang jalannya lurus, kayak jalan tol.
Ada yang jalannya belok-belok dulu, lewat gang sempit, harus nyebrang sungai, manjat tebing.
Tapi bukan berarti yang belok-belok itu lebih buruk.
Kadang justru di jalanan yang berliku itu, kita nemu hal-hal yang orang lain gak pernah lihat.
Kita nemu versi diri kita yang lebih kuat, lebih lembut, lebih bijaksana.
Mimpi tersesat juga bisa jadi pertanda kalau ada sesuatu di hidup yang belum kita bereskan.
Ada keputusan yang kita tunda-tunda.
Ada rasa takut yang belum kita beraniin buat hadapi.
Kayak… kita tahu harus pindah kerja, tapi takut.
Kita tahu harus putusin hubungan yang gak sehat, tapi berat.
Kita tahu harus berani ngomong “tidak” ke sesuatu yang gak sesuai prinsip kita, tapi ngeri dibilang jahat.
Akhirnya?
Kita jalan terus, sambil bingung.
Dan di dunia mimpi, itu muncul sebagai rasa… tersesat.
Lucu ya, kadang hati kecil kita lebih berani ngomong di mimpi, daripada pas kita bangun.
Tapi tenang…
Kalau kamu pernah mimpi tersesat, itu artinya kamu masih mau cari jalan.
Kamu masih peduli.
Masih mau berusaha.
Masih mau ngerti: apa sih yang sebenarnya hati lo mau?
Beda cerita kalau kamu udah nyerah.
Kalau kamu udah bilang, “Ah, terserah aja deh.”
Kalau udah kayak gitu, malah lebih ngeri.
Karena berarti… kita udah gak mau berusaha nemuin jalan kita sendiri.
Selama masih ada rasa bingung, masih ada rasa gelisah, berarti masih ada nyala di dalam dada.
Masih ada keinginan buat jadi lebih baik.
Dan itu, percaya deh, jauh lebih berharga daripada hidup tanpa arah tapi diem aja.
Akhir kata…
Kalau suatu malam kamu mimpi tersesat lagi, jangan panik.
Jangan buru-buru mikir itu pertanda buruk.
Mungkin itu cuma cara alam bawah sadar kamu buat bilang:
“Hey, gak apa-apa kok.
Nyasar itu bagian dari perjalanan.
Yang penting, jangan berhenti jalan.”
Karena kadang…
jalan yang bener justru ketemu setelah kita berani ngakuin:
“Gue lagi gak tahu arah, tapi gue masih mau cari.”
Dan itu, teman, jauh lebih berani daripada kelihatan “tahu segalanya”, tapi hatinya kosong.
Jadi, apa langkah kecil yang mau kamu ambil hari ini?
Satu langkah aja cukup.
Pelan-pelan.
Gak usah buru-buru.
Yang penting… tetap jalan.
Kalau kamu mau, aku juga bisa buatin versi lainnya dengan sudut pandang yang sedikit lebih emosional atau lebih ringan. Mau sekalian sekalian?
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar