Apa Arti Mimpi Naik Kereta Cepat?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Senin, 28 Apr 2025
- visibility 62
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, lo mimpi naik kereta cepat? Yang beneran cepat. Kayak lo belum selesai mikir satu hal, eh tiba-tiba udah pindah stasiun. Belum sempat lihat pemandangan luar, eh tahu-tahu udah nyampe tujuan. Rasanya kayak… hidup ini melaju tanpa sempat lo duduk sebentar dan tarik napas.
Tapi coba deh kita lihat dari perspektif lain. Mimpi naik kereta cepat itu mungkin bukan soal keretanya, bukan juga soal kecepatannya. Bisa jadi… itu tentang perjalanan yang lagi lo alami sekarang. Yang mungkin lo sendiri belum sepenuhnya sadar.
Kayak misalnya gini, lo lagi ada di titik hidup yang semuanya serba gesit. Karier ngebut, relasi berkembang, target hidup mulai satu per satu tercentang. Dari luar keliatannya ideal. Tapi di dalam hati lo, pernah gak sih lo nanya: “Gue ini lagi ngejar apa sih?”
Kereta cepat itu, bisa jadi lambang dari fase hidup yang serba terburu. Lo lagi dikejar waktu, dikejar ekspektasi, dikejar ambisi. Tapi lo lupa, kadang-kadang… dalam hidup, bukan siapa yang paling cepat yang menang. Tapi siapa yang paling sadar lagi ke mana.
Kita suka kagum sama orang yang hidupnya kelihatan “cepat”. Kariernya naik, punya ini-itu, keliling dunia, nongkrong di kafe estetik, caption-nya motivational banget. Tapi kita jarang tanya: “Dia bahagia gak, ya?”
Karena gak semua kecepatan itu sehat. Ada yang ngebut karena tahu arah. Tapi ada juga yang ngebut karena panik gak mau ketinggalan. Atau karena takut menghadapi keheningan.
Mimpi naik kereta cepat itu bisa juga tentang pilihan hidup yang sedang lo buat. Mungkin lo baru aja ambil keputusan besar. Ganti kerjaan. Mutusin hubungan. Pindah kota. Dan sekarang lo lagi duduk di “kursi” itu—dalam kereta cepat bernama perubahan.
Tapi lo gak sendiri.
Kita semua pernah, atau sedang, ada di fase itu. Fase dimana hidup rasanya digiring ke sesuatu yang besar, tapi belum tahu ending-nya gimana. Dan kadang… itu menakutkan.

Tapi bisa juga membebaskan.
Karena justru di saat semuanya berjalan cepat, lo dipaksa buat belajar mempercayai arah. Mempercayai bahwa gak semua harus lo kendaliin sendiri. Kadang lo cuma perlu duduk tenang, buka mata, dan percaya… lo akan nyampe.
Tapi mimpi itu juga bisa jadi wake up call.
Karena mungkin lo lagi kebawa arus. Ikut-ikutan tren. Ngejar validasi. Bikin keputusan berdasarkan “kata orang” dan “apa yang kelihatan keren di story”. Lo udah naik kereta itu, tapi sebenernya gak tahu mau turun di stasiun mana.
Jadi, coba tanyain ke diri sendiri: “Sebenernya gue pengen ke mana?” “Gue naik kereta ini karena pilihan gue, atau karena gue takut jalan kaki?”
Kadang mimpi itu bukan ramalan. Tapi cermin.
Dan kereta cepat dalam mimpi lo, bisa jadi adalah refleksi dari hidup lo yang sekarang. Seberapa cepat lo jalan, seberapa besar lo ngorbanin waktu buat ngejar sesuatu, seberapa sering lo lupa lihat ke luar jendela.
Dan iya… kadang kita butuh berhenti. Atau minimal, pindah ke kereta yang lebih lambat. Yang kasih ruang buat berpikir. Buat ngobrol sama penumpang sebelah. Buat nulis jurnal. Buat sadar: “Oh, ternyata gue udah sejauh ini ya.”
Karena yang sering bikin capek itu bukan jaraknya. Tapi karena lo gak pernah benar-benar tahu: lo jalan buat siapa?
Apakah buat orang lain yang bahkan gak akan duduk di tujuan lo nanti? Atau karena lo takut kalau diam, lo harus berhadapan sama suara hati lo sendiri?
Dan terakhir… mungkin mimpi itu juga ngingetin kita soal waktu.
Karena kereta cepat itu, gak akan nunggu. Lo harus naik pas waktunya. Harus siap pas pintunya kebuka. Harus rela ninggalin yang gak perlu dibawa.
Dan kadang… itu keputusan yang berat.
Meninggalkan zona nyaman. Melepas orang-orang yang udah gak satu arah. Mengucap “terima kasih” ke masa lalu, dan “halo” ke masa depan yang masih blur.
Tapi percaya deh… selama lo tahu ke mana lo mau pergi, dan kenapa lo mau ke sana—lo akan sampai. Mungkin bukan dengan cara yang sempurna, tapi dengan cara yang benar-benar milik lo.
Jadi… mimpi naik kereta cepat?
Bisa jadi itu bukan mimpi biasa.
Tapi cara alam bawah sadar lo bilang:
“Waktu terus jalan. Pilihan udah di tangan. Sekarang, lo siap gak buat naik dan maju ke babak selanjutnya?”
Dan kalau lo udah siap…
Jangan lupa buka jendela.
Lihat pemandangannya.
Karena mungkin, itulah yang paling sering kita lewatkan—saat kita terlalu sibuk ngejar tujuan.
Perjalanan ini, berharga juga, kok.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar