Apa Arti Mimpi Memandikan Jenazah?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
- visibility 87
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, kamu bangun tidur dengan napas masih ngos-ngosan, tangan dingin, dan pikiran belum bisa move on dari satu mimpi aneh yang barusan mampir?
Mimpinya… tentang kamu memandikan jenazah.
Buat sebagian orang, ini mimpi yang bikin ngeri. Serius deh, siapa juga yang gak deg-degan kalau tiba-tiba mimpi ngurusin mayat? Tapi di balik rasa takut itu, pernah gak kamu coba lihat dari perspektif yang lain?
Gimana kalau… itu bukan mimpi seram, tapi pesan halus buat jiwa kita?
Coba deh, kita pikir bareng-bareng.
Kenapa ya, mimpi itu bisa muncul?
Apakah karena kita abis nonton film horor? Atau karena semalam sebelum tidur, sempat lewat depan rumah duka? Mungkin. Tapi bisa juga karena ada sesuatu dalam diri kita yang lagi butuh dibersihkan. Bukan tubuh, tapi hati. Bukan fisik, tapi batin.
Memandikan jenazah dalam dunia nyata itu proses membersihkan tubuh seseorang untuk terakhir kalinya. Simbol penyucian. Simbol pelepasan. Simbol pamit.
Jadi… bisa aja mimpi itu datang bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk ngasih tahu:
“Hei, ada sesuatu yang harus kamu relakan.”
Atau:
“Saatnya kamu menyucikan rasa-rasa yang udah lama kamu pendam.”
Kita sering kali lupa ya, bahwa dalam hidup ini kita gak cuma butuh bersih di luar, tapi juga di dalam. Kita sibuk skincare-an tiap malam, rutin exfoliasi, tapi kapan terakhir kali kita bersihin luka batin yang kita pendam sejak SMP?
Atau dendam kecil ke teman kantor yang masih kita bawa tiap pagi pas berangkat kerja?
Atau rasa bersalah yang gak pernah kita maafkan dalam diri sendiri?

Mimpi memandikan jenazah… bisa jadi sinyal bahwa ada bagian dari diri kita yang udah waktunya “dimakamkan”.
Entah itu kenangan lama, hubungan yang udah gak sehat, ambisi yang terlalu bikin capek, atau ekspektasi yang gak realistis.
Bagian itu harus dibersihkan. Dibungkus baik-baik. Dan kita pamit. Dengan tenang.
Ada juga loh yang bilang, mimpi ini justru pertanda kebaikan.
Katanya, ini bisa berarti kamu lagi dikasih kesempatan buat berbuat baik. Memandikan jenazah, dalam ajaran banyak budaya, itu termasuk ibadah. Sebuah kehormatan.
Jadi, mungkin mimpi ini hadir sebagai pengingat bahwa kamu sebenarnya punya hati yang lembut.
Yang walaupun kelihatan tegar, keras, cuek—tapi di dalamnya ada jiwa yang siap ngebantu orang lain, bahkan di akhir hayat mereka.
Kamu pernah gak, ngerasa gitu?
Tiba-tiba pengen lebih banyak ngasih. Lebih peka. Lebih hadir buat orang lain.
Tanpa kamu sadari, mimpi itu bisa jadi refleksi bahwa batin kamu lagi tumbuh.
Tapi ya… bisa juga mimpi itu muncul karena kamu lagi di fase perubahan besar.
Seperti jenazah yang siap “berpindah”, kamu pun mungkin lagi di titik peralihan.
Antara lama dan baru.
Antara melepas dan menerima.
Antara siapa kamu dulu, dan siapa kamu sekarang.
Kadang, kita gak sadar kita udah berubah.
Tapi batin kita tahu.
Dan dia nyampein pesan itu lewat mimpi.
Tapi jujur aja, gak semua mimpi harus ditafsirkan secara harfiah.
Kadang… ya mimpi, cuma mimpi.
Tapi justru karena dia hadir di saat kita gak siap, di saat otak sadar kita lagi tidur, dia bisa jadi lebih jujur daripada pikiran yang kita pakai pas bangun.
Karena mimpi tuh, kadang kayak cermin.
Dan apa yang muncul di situ, ya… pantulan dari dalam kita yang paling dalam.
Akhir kata…
Kalau kamu baru aja mimpi memandikan jenazah, jangan langsung takut.
Jangan buru-buru nyari arti yang seram-seram.
Coba tarik napas. Lihat ke dalam. Tanyakan ke hati kecil:
“Apa yang sebenarnya lagi pengen aku lepaskan?”
“Apa yang harus aku sucikan dari hidupku?”
“Atau siapa yang perlu aku maafkan—termasuk diri sendiri?”
Karena kadang, mimpi bukan datang buat bikin panik.
Tapi buat ngajak kita ngobrol. Pelan-pelan.
Tentang rasa yang belum selesai.
Tentang luka yang butuh dibersihkan.
Tentang jiwa yang sebentar lagi siap untuk tumbuh… jadi lebih tenang.
Dan kalau itu memang artinya…
Mimpi memandikan jenazah bukan hal yang menakutkan. Tapi justru… bentuk paling sunyi dari sebuah pembersihan.
Yang mungkin selama ini kita butuhkan, tapi gak kita sadari.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar