Apa Arti Mimpi Dicium Seseorang?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
- visibility 112
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu bangun pagi dengan perasaan aneh? Dada sedikit sesak, senyum mengembang samar-samar, tapi juga bingung. Soalnya kamu baru aja mimpi… dicium seseorang. Entah itu orang yang kamu kenal, mantan yang udah lama hilang kabar, atau bahkan orang asing yang mukanya aja samar-samar.
Dan yang lebih bikin kepikiran: kenapa harus mimpi itu?
Apakah itu tanda dia juga mikirin kamu? Apakah kamu sebenarnya rindu tapi pura-pura lupa? Atau… cuma bunga tidur yang gak penting?
Tapi sebelum kita terlalu jauh menerka-nerka, yuk coba lihat mimpi itu dari sudut yang sedikit lebih dalam.
Karena mungkin, itu bukan sekadar mimpi dicium. Tapi simbol dari sesuatu yang sedang ingin kamu peluk—dalam hidup nyata.
Mimpi dicium itu bukan hal yang aneh. Tapi anehnya, kita sering langsung menyimpulkan maknanya cuma sebatas: “Oh, pasti karena aku naksir dia.”
Padahal bisa jadi… bukan.
Kadang mimpi seperti itu bukan tentang dia—tapi tentang kamu.
Mungkin kamu lagi haus akan rasa disayang. Mungkin udah lama gak ngerasa dihargai. Atau mungkin kamu sedang rindu pada versi dirimu yang dulu, yang lebih hangat, yang lebih percaya cinta, yang lebih terbuka sama dunia.
Dan otakmu, yang gak tahu cara ngomong secara langsung, akhirnya ngasih pesan lewat mimpi.
Lewat ciuman.
Karena dalam dunia bawah sadar, ciuman itu bukan cuma soal bibir ketemu bibir. Tapi bisa berarti penerimaan. Bisa berarti koneksi. Bisa berarti… kamu pengen merasa utuh lagi.
Bayangin ini:
Kamu bermimpi dicium oleh seseorang yang udah lama gak kamu temui. Padahal kalian udah gak kontak, bahkan mungkin udah gak saling follow. Tapi dalam mimpi itu, suasananya tenang. Hangat.
Apakah itu pertanda kalian harus balikan?

Belum tentu.
Bisa jadi, itu adalah bagian dari dirimu yang belum selesai. Ada cerita yang tertinggal. Ada kalimat yang belum terucap. Ada luka yang masih berdenyut pelan—dan kamu butuh menenangkannya, bukan menyambung kisah lama.
Mimpi itu mungkin bukan undangan untuk kembali, tapi undangan untuk berdamai.
Dan berdamai itu bentuk cinta juga, loh.
Cinta pada diri sendiri.
Lalu, gimana kalau kamu mimpi dicium oleh orang yang gak kamu kenal?
Banyak orang langsung mikir: “Wah, soulmate nih!”
Atau lebih hebohnya: “Jangan-jangan dia jodoh gua!”
Lucu ya. Kita sering banget nyari makna besar dari hal yang bahkan belum kita pahami.
Padahal bisa aja… itu adalah representasi dari harapan.
Mungkin kamu sedang berharap akan hadirnya seseorang dalam hidupmu. Bukan sosok spesifik. Tapi seseorang yang bisa nerima kamu apa adanya. Yang bisa bikin kamu ngerasa cukup. Yang bisa nyium kamu bukan cuma karena kamu cantik, ganteng, atau menarik—tapi karena kamu berarti.
Ciuman dalam mimpi itu mungkin bukan tentang siapa…
Tapi tentang “apa” yang kamu butuhkan.
Ada juga yang mimpi dicium terus merasa bersalah setelah bangun.
Soalnya dalam mimpi itu, kamu udah punya pasangan. Tapi yang nyium bukan dia.
Terus kamu mikir: “Wah, jangan-jangan gua gak setia.”
Tapi lagi-lagi… mimpi bukan realita.
Bisa jadi itu cuma refleksi dari bagian dalam dirimu yang belum terpenuhi.
Atau bahkan bagian yang dulu pernah bahagia… tapi gak pernah kamu izinkan buat bersuara lagi.
Dan mimpi itu? Hanya panggilan. Supaya kamu dengerin dirimu lebih dalam.
Karena manusia tuh rumit. Kita bisa cinta, tapi juga ragu. Bisa bahagia, tapi tetap merasa kosong. Dan mimpi itu seringkali datang bukan buat nunjukin jawaban—tapi buat nanya balik ke kita:
“Kamu beneran bahagia?”
Jadi… apa arti mimpi dicium seseorang?
Itu bisa jadi apa aja.
Bisa jadi kamu lagi jatuh cinta.
Bisa jadi kamu butuh merasa dicintai.
Bisa jadi kamu belum selesai dengan masa lalu.
Bisa jadi kamu sedang membuka diri untuk sesuatu yang baru.
Bisa jadi kamu cuma butuh pelukan—tapi dunia nyata terlalu sibuk untuk memberikannya.
Dan yang paling penting:
Gak semua mimpi harus dimengerti.
Kadang, cukup dirasain aja.
Karena sama kayak perasaan,
gak semua hal butuh penjelasan yang logis.
Kadang… mimpi datang hanya untuk ngingetin:
bahwa kamu masih punya hati.
Masih bisa rindu.
Masih bisa berharap.
Masih bisa merasa.
Dan itu…
udah lebih dari cukup.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar