Apa Arti Mimpi Naik Pesawat?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
- visibility 86
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu mimpi naik pesawat?
Bukan cuma duduk manis di bangku ekonomi sambil nunggu pramugari bagi kacang, tapi beneran terbang—melewati awan, melihat bumi dari ketinggian, dan ngerasa kayak… “Wah, gue bisa sampai sini.”
Keliatannya sih biasa. Tapi coba deh tanya pelan-pelan ke diri sendiri…
“Kenapa ya gue mimpi itu?”
Kadang hidup suka nitip pesan lewat mimpi. Dan naik pesawat itu, sering kali bukan tentang jalan-jalan atau ingin liburan ke luar negeri. Tapi bisa jadi tentang proses. Tentang perubahan. Tentang keinginan untuk melompat jauh dari tempat kita berdiri sekarang.
Mimpi naik pesawat tuh mirip sama fase hidup ketika kita mulai ninggalin zona nyaman.
Kayak waktu kita bilang, “Gue resign ya.” Padahal kerjaan itu udah kamu jalanin bertahun-tahun. Atau waktu kamu mutusin pindah kota, buka usaha sendiri, ninggalin hubungan yang gak sehat… Itu semua rasanya sama kayak naik pesawat:
meninggalkan tanah yang akrab, buat sesuatu yang belum tentu kamu paham.
Dan jangan salah. Mimpi itu gak selalu indah.
Kadang dalam mimpi naik pesawat itu kita juga ngerasa takut. Deg-degan.
Pesawatnya goyang, turbulensi.
Atau malah jatuh.
Nah, ini bagian yang sering bikin orang panik:
“Wah, mimpi pesawat jatuh. Jangan-jangan ada musibah.”
Padahal bisa aja, itu bukan soal kecelakaan. Tapi cerminan perasaan kamu sendiri.
Kamu lagi goyang. Lagi gak yakin.
Kamu lagi ada di fase transisi besar, tapi kamu takut kehilangan kendali.
Dan mimpi itu, cuma cara otak kamu buat bilang:
“Gue butuh pegangan nih. Boleh panik, tapi jangan lupa tenangin diri juga.”
Coba bayangin.
Saat kita naik pesawat, kita sebenarnya nyerahin hidup ke tangan pilot yang bahkan gak kita kenal. Kita duduk di kursi sempit itu, percaya penuh dia bakal bawa kita sampai tujuan.
Tapi dalam hidup, kita sering banget gak mau lepas kendali.
Kita maunya semua sesuai rencana. Gak ada turbulensi. Gak ada delay.
Padahal… kadang justru yang paling penting adalah belajar percaya.
Bukan ke orang lain. Tapi ke hidup itu sendiri.

Naik pesawat juga berarti kamu lagi naik level.
Dari darat ke udara. Dari biasa ke luar biasa.
Tapi tahu gak? Sebelum terbang, pesawat butuh dorongan besar dulu di landasan.
Butuh kecepatan, tekanan, bahkan suara bising.
Dan itu mirip banget sama fase awal perubahan hidup.
Gak nyaman. Capek. Bingung.
Tapi justru itu yang bikin kamu bisa lepas landas.
Dan yang menarik, gak semua orang dalam pesawat punya tujuan yang sama.
Ada yang ke Bali, ada yang ke Jepang, ada juga yang cuma transit doang.
Artinya apa?
Kita gak bisa terus banding-bandingin hidup kita sama orang lain.
Karena setiap orang punya tujuan akhir masing-masing.
Cuma karena kamu belum sampai, bukan berarti kamu salah arah.
Kadang kita iri lihat orang lain udah sampai “tujuan” mereka lebih dulu.
Tapi kita lupa… bisa jadi mereka naik jet pribadi, sementara kita lagi naik pesawat komersial dengan 3 kali transit.
Dan itu gak apa-apa.
Karena bukan siapa yang paling cepat. Tapi siapa yang paling siap ketika akhirnya mendarat.
Oh, dan satu lagi…
Pernah gak kamu mimpi naik pesawat tapi malah ketinggalan?
Yang lari-lari di bandara tapi boarding gate udah tutup.
Itu sering banget dialami orang yang ngerasa tertinggal dalam hidup.
Ngerasa telat nikah. Telat sukses. Telat punya rumah.
Padahal siapa yang pasang jadwal?
Kadang tekanan itu bukan dari luar, tapi dari ekspektasi kita sendiri.
Dan hidup gak semata soal tepat waktu. Tapi soal tepat arah.
Jadi… kalau kamu mimpi naik pesawat, coba jangan buru-buru cari tafsir yang bikin panik.
Coba duduk sebentar.
Tanya pelan ke hati:
“Apa yang sedang gue tinggalin? Apa yang sedang gue tuju? Kenapa sekarang?”
Karena mungkin… mimpi itu bukan tentang pesawatnya.
Tapi tentang keberanianmu untuk terbang.
Tentang proses kamu ninggalin tempat lama demi sesuatu yang lebih baik.
Tentang kamu yang akhirnya mau percaya: bahwa meskipun di atas sana goyang,
asal kamu duduk tenang, pasang sabuk pengaman, dan tetap berdoa…
kamu akan sampai.
Dan saat pesawat itu akhirnya mendarat, kamu akan tahu:
semua rasa takut, ragu, dan lelah itu… ternyata sepadan.
Karena kamu gak cuma sedang naik pesawat.
Tapi kamu sedang naik kelas dalam hidup.
Jadi, lain kali kalau kamu mimpi naik pesawat…
jangan buru-buru cari arti dari luar.
Karena kadang… jawabannya udah ada di dalam dirimu sendiri.
Cuma butuh tenang… dan percaya.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar