Kenapa mimpi berenang di laut?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Senin, 21 Apr 2025
- visibility 65
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, kamu tidur nyenyak-nyenyaknya, lalu mimpi lagi berenang di laut? Tapi bukan laut yang menakutkan, justru laut yang luas, biru, tenang, dan kamu merasa damai di dalamnya. Begitu bangun, kamu bengong sebentar sambil mikir, “Itu barusan mimpi doang? Kok kayak nyata ya… dan tenang banget rasanya.”
Kita kadang terlalu cepat lupa sama mimpi. Padahal, bisa jadi justru dari mimpi-mimpi itulah kita dikasih petunjuk. Dikasih kode dari semesta—atau siapa pun yang kamu percaya—buat istirahat sejenak, dan mulai mendengar isi hati.
Mimpi berenang di laut itu bukan cuma tentang air asin dan ombak. Bisa jadi… itu adalah simbol. Tentang hidup. Tentang perasaan. Tentang perjalanan yang selama ini kita jalani tanpa sempat benar-benar kita resapi.
Coba deh lihat laut. Dia luas, dalam, dan nggak bisa ditebak. Sama kayak hidup. Kadang tenang, kadang berombak. Kadang menyenangkan, kadang menyeramkan. Tapi mau segimanapun bentuknya, dia tetap jadi tempat yang bisa menerima apa saja. Bahkan, luka-luka pun bisa larut di sana.
Jadi, saat kita mimpi lagi berenang di laut, bisa jadi… itu adalah bentuk bawah sadar kita yang sedang belajar menerima. Belajar menikmati perjalanan hidup yang gak selalu bisa dikontrol.
Mungkin, selama ini kita terlalu sibuk berlari. Ngejar target. Nyari validasi. Ngebuktiin ke dunia kalau kita kuat, kita mampu, kita gak lemah. Sampai-sampai, lupa caranya diam. Lupa caranya merasa. Lupa bahwa ada versi hidup yang gak harus “menang terus”, tapi cukup “berjalan dengan sadar”.
Berenang di laut dalam mimpi, bukan cuma berarti kita sedang menjelajah. Tapi mungkin, kita sedang pulang. Ke diri sendiri. Ke hati yang pernah kita abaikan karena terlalu sibuk jadi versi yang orang lain inginkan.
Kadang, mimpi itu kayak reminder kecil yang dibisikkan pelan-pelan: “Hey, kamu gak harus selalu tahu arah. Nikmatin dulu arusnya. Belajar percaya. Bukan pas semuanya jelas, tapi justru pas semuanya kabur.”

Dan laut… laut itu mengajarkan kita untuk tenang. Kalau kamu panik, kamu bisa tenggelam. Tapi kalau kamu belajar untuk rileks, mengalir bersama air, justru kamu bisa terapung. Sama halnya dalam hidup. Saat kita berhenti ngotot, berhenti mengendalikan segalanya, kita bisa mulai melihat—bahwa hidup ini, gak seseram itu kok.
Tapi jangan salah, mimpi berenang di laut juga bisa berarti banyak hal tergantung konteksnya. Kalau kamu ngerasa takut atau kewalahan di dalam mimpi itu, bisa jadi kamu lagi berada di fase hidup yang bikin kamu gak tahu harus gimana. Kamu lagi kejebak di tengah ombak, dan pengen banget nemuin daratan. Pengen aman. Pengen tenang. Tapi gak tahu harus ke mana.
Dan itu gak apa-apa.
Gak semua orang harus selalu tahu jawabannya.
Gak semua orang harus selalu baik-baik aja.
Tapi mimpi itu kadang hadir buat bilang, “Hei, kamu capek ya? Yuk, berhenti sebentar. Dengerin suara hati kamu. Jangan terlalu keras sama diri sendiri.”
Karena hidup itu bukan lomba. Gak semua orang harus nyampe garis finish duluan. Kadang justru yang paling beruntung, adalah mereka yang bisa nikmatin perjalanan meskipun jalannya panjang dan berliku.
Mimpi berenang di laut itu bukan sebuah kebetulan.
Bisa jadi, itu pesan kecil buat kamu… bahwa kamu sedang butuh jeda. Butuh tenang. Butuh momen buat duduk, dan ngobrol sama diri sendiri.
Mungkin kamu gak sadar, tapi tubuh dan pikiran kamu udah ngasih sinyal. Dan mimpi itu, adalah cara paling halus buat ngingetin: “Kamu juga berhak bahagia, loh. Bukan cuma sibuk ngebahagiain semua orang.”
Laut itu luas.
Dan mimpi kamu… bisa jadi adalah ajakan untuk berhenti sebentar, dan merenung.
Karena pada akhirnya, hidup itu bukan soal siapa yang paling sibuk, paling sukses, paling cepat. Tapi tentang siapa yang paling tulus menjalani. Yang paling berani untuk jujur pada dirinya sendiri. Yang paling bisa bilang: “Aku gak apa-apa meskipun belum sempurna. Aku cukup, dengan caraku sendiri.”
Jadi, kalau kamu baru aja mimpi berenang di laut…
Jangan buru-buru lupa.
Mungkin itu bukan mimpi biasa.
Mungkin itu adalah cara semesta menyentuh pundakmu dan berkata:
“Kamu gak sendiri. Kamu cukup. Dan semuanya akan baik-baik saja.”
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar