Apa Arti Mimpi Sedang Sholat?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Senin, 21 Apr 2025
- visibility 76
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu bangun tidur dengan rasa hening yang aneh, setelah bermimpi sedang sholat?
Bukan mimpi lari-lari dari kejaran orang, atau mimpi jatuh dari gedung tinggi—tapi justru mimpi yang terasa… tenang.
Kayak kamu lagi ada di ruangan kosong, cuma kamu dan sajadah, dan entah kenapa rasanya adem banget.
Terus kamu jadi mikir,
“Kenapa ya aku mimpi kayak gitu? Apakah itu pertanda? Apakah aku lagi dikasih kode sama yang di atas?”
Karena memang… mimpi itu seringkali bukan sekadar bunga tidur.
Kadang, ia datang sebagai cermin.
Kadang, sebagai pengingat.
Dan kadang juga… sebagai panggilan yang pelan tapi dalam.
Mimpi sedang sholat tuh unik.
Di antara mimpi-mimpi lain yang seringnya absurd dan random, mimpi ini datang dengan aura yang berbeda.
Gak ada adegan heboh. Gak ada efek spesial. Tapi justru itu… yang bikin dia kerasa “ngena”.
Mungkin saat itu kamu lagi capek banget secara emosional.
Mungkin lagi banyak hal yang kamu tahan sendiri, gak bisa cerita ke siapa-siapa.
Dan satu-satunya tempat kamu bisa tenang, ya… di hadapan Tuhan.
Lewat sholat. Lewat sujud yang dalam banget, sampai kamu bisa ‘berhenti’ sejenak dari segala hingar bingar dunia.
Dan saat kamu mimpi sedang sholat, bisa jadi itu adalah versi paling jujur dari dirimu…
yang lagi nyari pulang.
Ada juga orang yang bilang, mimpi sholat itu pertanda baik.
Tanda bahwa batinmu sedang berusaha mendekat ke arah cahaya, bahkan kalau pun secara lahir kamu lagi jauh-jauhnya.
Kayak tubuhmu jalan ke kanan, tapi hatimu diam-diam masih nyari arah kiblat.
Dan itu bukan hal yang harus ditakuti.
Itu justru hal yang patut disyukuri.
Karena gak semua orang dikasih ‘kode’ lewat mimpi.
Gak semua orang hatinya masih cukup peka buat ngerasain sinyal itu.
Kadang kita terlalu sibuk sama dunia,
sampai-sampai lupa caranya duduk diam dan menghadap.
Lupa caranya ‘dengar’ suara hati yang lirih.
Dan akhirnya… semesta harus pakai cara lain buat nyentuh kita.
Lewat mimpi. Lewat simbol. Lewat pengalaman tidur yang gak bisa dijelaskan secara logika.
Tapi tentu saja, makna mimpi itu sangat personal.
Gak bisa dipukul rata.
Sama kayak perasaan orang yang sedang sholat—meskipun gerakannya sama, bacaan sama, tapi rasanya?
Itu bisa beda jauh tergantung hati yang sedang mengucapkannya.
Jadi, kalau kamu mimpi sedang sholat, coba deh tanya ke diri sendiri:

“Apa yang akhir-akhir ini sering aku pikirin sebelum tidur?”
“Apa yang sebenarnya aku rindukan tapi gak aku akui?”
“Apakah aku sedang butuh kedamaian tapi terlalu sibuk buat mencarinya?”
Karena bisa jadi, mimpi itu bukan sekadar visual.
Tapi refleksi dari suara hati yang udah lama gak kamu dengerin.
Kadang, kita terlalu keras sama diri sendiri.
Ngerasa jauh dari Tuhan, ngerasa gak pantes, ngerasa udah keburu kotor.
Padahal, Tuhan tuh gak pernah sejauh yang kita kira.
Yang jauh itu kita.
Karena sibuk. Karena gengsi. Karena denial.
Dan mimpi sholat bisa jadi cara Tuhan buat nyentil kita pelan-pelan,
“Eh, Aku masih di sini loh. Masih nunggu kamu balik.”
Bukan balik dalam arti fisik doang. Tapi balik secara niat. Secara rasa. Secara hadirnya hati.
Tapi ya, jangan buru-buru juga nge-judge diri sendiri setelah dapet mimpi kayak gitu.
Gak usah langsung merasa dosa banget atau jadi takut sendiri.
Karena mimpi itu bukan vonis.
Tapi lebih ke undangan.
Undangan buat refleksi.
Buat mendekat.
Buat istirahat sejenak dari dunia, dan nyambung lagi ke langit.
Dan kalau kamu merasa mimpi itu bikin kamu tergerak, bikin kamu pengen sholat beneran setelah bangun,
ya mungkin itu artinya tepat sekali.
Akhir kata, mimpi sholat itu bukan sekadar mimpi.
Dia bisa jadi jendela.
Jendela yang nunjukin kita:
bahwa dalam diri yang lelah ini, ternyata masih ada sisi yang pengen bersujud.
Masih ada bagian kecil yang gak pernah mati—bagian yang pengen pulang.
Dan kalau kamu dikasih mimpi kayak gitu,
jangan diabaikan.
Bisa jadi, itu adalah doa…
yang bahkan kamu sendiri lupa pernah kamu ucapkan.
Pelan-pelan aja.
Gak perlu sempurna.
Yang penting, kamu datang.
Karena kadang… hal paling suci, justru lahir dari kesadaran yang paling sederhana:
“Ya Allah, aku kangen.”
Dan mungkin, mimpi itu… adalah jawabannya.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar