Apa Arti Mimpi Dikejar Orang?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
- visibility 81
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, kamu bangun pagi-pagi sambil ngos-ngosan, keringetan, jantung deg-degan, terus baru sadar:
Ternyata tadi mimpi dikejar orang.
Dan biasanya yang dikejar tuh bukan hal-hal menyenangkan kayak dikejar utang yang udah lunas, atau dikejar mantan yang tobat. Enggak.
Yang sering muncul tuh sosok asing, menyeramkan, atau bahkan nggak kelihatan wajahnya sama sekali. Tapi rasanya… ngeri.
Nah, pertanyaannya: mimpi kayak gitu tuh sebenernya cuma mimpi doang?
Atau ada makna tersembunyi yang selama ini gak kita sadari?
Mari kita coba lihat dari perspektif yang beda.
Kadang, mimpi dikejar itu bukan tentang siapa yang ngejar,
tapi tentang apa yang kita hindari.
Misalnya…
Pernah gak kamu lagi di titik hidup yang ngerasa semuanya serba salah?
Deadline kerja numpuk, omongan orang bikin makin goyah, dan ada keputusan besar yang harus diambil tapi kamu malah ngulur waktu.
Terus malamnya, kamu mimpi dikejar.
Mungkin itu bukan random.
Mungkin itu cara alam bawah sadar kamu ngomong,
“Eh, kamu lagi lari dari sesuatu loh. Dari tanggung jawab, dari ketakutan, atau dari kenyataan yang gak mau kamu hadapi.”
Mimpi dikejar tuh ibarat notifikasi dari hati kita sendiri.
Kadang kita terlalu sibuk, terlalu keras kepala, sampai lupa dengar suara dari dalam diri.
Dan mimpi itu, ya, salah satu bentuk panggilan.
Bukan dari dunia luar. Tapi dari diri kita sendiri.
Bisa aja yang ngejar itu bukan orang. Tapi rasa bersalah. Atau trauma lama yang belum selesai. Atau bahkan ambisi kita sendiri yang udah lama kita pendam karena takut gagal.

Kita lari. Tapi dia tetap ngejar.
Pernah denger gak, kalau mimpi tuh kayak cermin?
Bukan cermin wajah, tapi cermin perasaan.
Apa yang kita pikirkan, rasakan, atau bahkan coba kita lupakan…
Kadang muncul lagi dalam bentuk yang gak kita duga.
Termasuk lewat mimpi.
Jadi, saat kamu mimpi dikejar, bisa jadi itu bukan ancaman,
tapi justru ajakan untuk berani berhenti sejenak dan bertanya:
“Sebenernya, apa sih yang selama ini gue hindari?”
Ada juga yang mikir,
“Lah, tapi gua baik-baik aja, gak ada masalah berat, tapi tetep aja mimpi dikejar. Emang artinya apa dong?”
Ya bisa juga itu bentuk stres kecil yang gak kamu sadari.
Bisa karena rutinitas, ekspektasi orang, tekanan dari lingkungan, atau rasa cemas tentang masa depan.
Gak selalu harus ada alasan besar buat bisa bikin kita lari.
Kadang hal-hal kecil aja cukup bikin mental kita kocar-kacir.
Dan malam hari, saat badan istirahat, pikiran malah kerja lembur.
Tapi yang menarik adalah…
Kenapa kita selalu lari?
Kenapa dalam mimpi itu, kita gak pernah berani berhenti, berbalik badan, dan tanya:
“Eh, kamu siapa sih? Mau apa dari gue?”
Mungkin karena kita lebih terbiasa menghadapi hidup dengan menghindar daripada menghadapi.
Karena menghindar terasa lebih aman.
Padahal belum tentu menyelesaikan apa pun.
Bayangin kalo suatu hari, dalam mimpi itu, kamu berhenti lari.
Kamu lihat si pengejar itu ternyata bukan monster.
Tapi versi dirimu sendiri yang kamu tinggalin jauh-jauh.
Versi yang pernah kecewa.
Versi yang pernah gagal.
Versi yang cuma pengen dipeluk, bukan diabaikan.
Mungkin itu momen di mana mimpi kamu berubah.
Dari horor jadi healing.
Dari pelarian jadi penerimaan.
Tapi tentu aja, gak semua mimpi harus dianalisis serius.
Kadang, ya, mimpi cuma mimpi.
Mungkin kamu nonton film action sebelum tidur.
Atau kamu lagi masuk angin dan perut kembung. Bisa juga itu yang bikin mimpi dikejar-kejar.
Tapi kalau mimpi itu muncul berkali-kali,
dan rasanya makin nyata, makin intens,
mungkin itu tanda buat kamu berhenti sejenak dan ngobrol—bukan sama orang lain, tapi sama diri sendiri.
Akhir kata…
Mimpi dikejar itu bukan selalu pertanda buruk.
Tapi mungkin, itu cara alam bawah sadar ngajak kita untuk berhenti lari.
Dari apa pun itu yang selama ini kita abaikan.
Dari luka yang gak kita obati.
Dari suara hati yang terus kita bisukan.
Karena dalam hidup ini,
yang paling sering ngejar kita bukan monster luar sana…
tapi diri kita sendiri yang belum kita terima sepenuhnya.
Dan kadang…
untuk berhenti bermimpi buruk,
kita cuma perlu mulai berani menengok ke belakang,
dan bilang,
“Gue denger kok. Sekarang gue siap.”
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar