Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kesehatan » Pernah gak sih, habis cuci muka, wajah kamu rasanya kayak ditarik-tarik?

Pernah gak sih, habis cuci muka, wajah kamu rasanya kayak ditarik-tarik?

  • account_circle langkahsejati
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

Bukan ditarik cinta, ya. Tapi ditarik literal.
Kencang. Kaku. Kayak kulit kamu abis dilaminating.
Dan kamu langsung mikir, “Wah, bersih banget nih!”
Padahal… bisa jadi bukan bersih. Tapi justru: kesakitan.

Tapi sebelum kita mulai nyalain sabun, kulit, atau nasib, coba kita tarik napas bentar dan tanya:
Kenapa sih kok bisa begitu?

Gue pernah juga ngalamin itu.
Dulu waktu masih seneng-senengnya nyobain skincare, hampir tiap minggu gonta-ganti face wash.
Ada yang busanya banyak, ada yang wangi lavender, ada yang katanya bisa bikin wajah langsung glowing tiga tingkat kayak lampu sorot.
Dan setiap kali habis cuci muka, rasanya… bersih. Banget.
Sampai-sampai, senyum aja susah karena pipi ketarik ke atas.
Waktu itu gue bangga.
“Tanda sabunnya bekerja!” pikir gue.

Tapi makin ke sini, makin sadar…
Kulit kita tuh bukan piring kotor yang harus digosok sampai licin keset.
Dia punya lapisan pelindung alami, yang namanya skin barrier — semacam tameng tipis yang jaga kulit kita dari kuman, polusi, debu, dan drama kehidupan lainnya.
Dan setiap kali kita pakai sabun yang terlalu keras, terlalu stripping, tameng itu rusak.
Makanya, yang kamu rasain setelah cuci muka itu bukan kesegaran. Tapi sinyal SOS dari kulitmu.

Coba bayangin kamu punya temen, namanya Rani.
Rani ini tipe yang gak pernah ngeluh, tapi sekali ngomong, pasti karena dia udah gak tahan.
Nah, kulit kita tuh kayak Rani.
Diam-diam aja. Gak rewel. Tapi pas dia mulai “menegang”, itu artinya dia udah gak kuat.

Ketegangan habis cuci muka bisa jadi tanda kalau:

  1. pH sabunmu gak ramah buat kulit,
  2. sabunnya ngilangin minyak alami terlalu banyak,
  3. atau… kamu cuci muka terlalu sering.

 

Dan di dunia yang ngajarin kita untuk selalu “glow up”, kadang kita lupa:
Kulit sehat itu bukan yang kenceng kayak drum. Tapi yang lembap, tenang, dan gak drama.

Sekarang mari kita lihat dari sisi lain.
Kenapa kita seneng banget sama sensasi “ketarik” itu?
Karena di kepala kita udah tertanam satu ide: kalau keset = bersih.
Kayak waktu kita nyapu lantai, trus dikasih cairan pembersih sampe licin.
Padahal… kulit bukan lantai.

Sensasi keset itu emang bikin kita ngerasa puas.
Tapi itu rasa puas yang semu.
Kayak ngasih senyum ke orang yang kita gak suka.
Luarannya keliatan oke, tapi dalamnya…?
Berantakan.

Dan kadang… kita baru sadar setelah terlambat.
Setelah kulit mulai merah, perih, ngelupas, atau muncul jerawat kecil yang gak jelas asal-usulnya.
Baru deh panik.
“Skincare apa ya yang cocok buat kulit sensitif?”
Padahal masalahnya bukan pada skincare lanjutan. Tapi… sabun mukanya.

Tapi ini bukan tentang nyalahin kamu yang pernah ngalamin hal itu.
Ini bukan tentang nunjuk: “Tuh kan! Salah pilih sabun sih!”
Tapi ini tentang ngajak kita untuk pelan-pelan belajar mendengar tubuh sendiri.

Kadang kita terlalu sibuk ngejar standar orang lain:

  • pengen putih secepat mungkin,
  • pengen glowing kayak idol Korea,
  • pengen bebas jerawat dalam seminggu. Sampai kita lupa nanya ke kulit kita: “Kamu butuhnya apa sih sebenernya?”

Karena bisa jadi, kulitmu cuma minta sesuatu yang sederhana:
Sabun yang lembut. Yang gak banyak drama.
Yang gak perlu bikin sensasi ketarik untuk membuktikan dia bekerja.

Dan kalau sekarang kamu lagi ngerasa wajahmu sering terasa kencang habis cuci muka, coba deh refleksi:

  • Sabun yang kamu pakai, pH-nya udah sesuai belum?
  • Ada kandungan SLS atau alkohol tinggi gak?
  • Terlalu sering cuci muka gak, sampe tiga kali sehari?
  • Habis cuci muka, kamu langsung pakai pelembap gak?

Kadang jawabannya bukan “apa yang harus gue tambahin?”, tapi “apa yang harus gue kurangi?”
Karena perawatan terbaik, seringkali bukan dari menambah banyak produk, tapi dari menyederhanakan langkah.

Akhir kata, sensasi ketarik habis cuci muka itu bukan tanda keberhasilan.
Tapi bisa jadi peringatan.
Bukan prestasi. Tapi permohonan.
Dan seperti halnya seseorang yang baru bisa terbuka saat kita benar-benar mau dengerin,
kulit kita pun begitu.
Dia gak butuh kita terlalu cerewet atau terlalu keras.
Dia cuma butuh kita peduli.

Karena kulit yang bahagia, bukan yang selalu terlihat glowing dari luar,
tapi yang bisa bernafas tenang… dari dalam.

 

  • Penulis: langkahsejati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Arti Mimpi Melihat Bayi Menangis?

    Apa Arti Mimpi Melihat Bayi Menangis?

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, bangun tidur dengan perasaan aneh karena mimpi semalam? Bukan mimpi yang bikin takut atau senang, tapi lebih ke bingung. Kayak… kenapa tiba-tiba aku mimpi lihat bayi menangis ya? Awalnya kita mikir, “Ah, paling karena sore kemarin lihat postingan bayi lucu nangis di Instagram.” Tapi kok ya rasanya lebih dalam dari itu. Ada […]

  • Apa Arti Mimpi Membaca Al-Qur’an?

    Apa Arti Mimpi Membaca Al-Qur’an?

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kamu kebangun tengah malam gara-gara mimpi? Tapi bukan mimpi horor atau dikejar-kejar sesuatu, melainkan mimpi yang malah bikin kamu merasa… adem. Tenang. Damai. Contohnya, mimpi lagi baca Al-Qur’an. Bukan di masjid besar yang megah. Bukan juga di acara pengajian rame-rame. Tapi sendirian, di tempat yang kamu sendiri bahkan gak terlalu ingat. Tapi […]

  • Apa Makna Mimpi Menatap Lautan Luas?

    Apa Makna Mimpi Menatap Lautan Luas?

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Pernah nggak, kamu mimpi lagi berdiri di pinggir pantai, diam-diam menatap laut yang membentang sejauh mata memandang? Airnya tenang. Tapi luas. Sangat luas. Bahkan bikin dada ikut mengembang dan… sesak, dalam waktu bersamaan. Itu bukan sekadar mimpi random. Kadang, laut di dalam mimpi bukan tentang laut itu sendiri. Tapi tentang sesuatu yang jauh lebih dalam […]

  • Apa Arti Mimpi Kehilangan Sepatu?

    Apa Arti Mimpi Kehilangan Sepatu?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pernah gak sih lo mimpi kehilangan sepatu? Kedengarannya sepele ya. Cuma sepatu. Benda yang bahkan sering kita tendang sembarangan pas nyampe rumah, atau kita tinggal di teras kalau lagi males masukin. Tapi anehnya, pas sepatu itu ilang di mimpi, rasanya tuh… gak enak. Kayak ada yang hilang dari diri kita. Kayak… gak bisa jalan ke […]

  • Pembersih Muka Alami Apa?

    Pembersih Muka Alami Apa?

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kita mikir… Kenapa ya, kita seringkali lebih percaya sama yang mahal? Sabun wajah branded, serum berlapis-lapis, masker yang packaging-nya aja udah kayak produk luar angkasa. Seolah, makin ribet dan makin susah dibaca komposisinya, makin ampuh lah dia. Padahal, kalau dipikir-pikir… Tubuh kita tuh punya caranya sendiri untuk menyembuhkan. Kulit pun begitu. Kadang […]

  • Apa Ciri-Ciri Sabun Cuci Muka Tidak Cocok?

    Apa Ciri-Ciri Sabun Cuci Muka Tidak Cocok?

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kita pakai sabun cuci muka yang katanya “bagus banget”—review di mana-mana bilang glowing lah, bebas jerawat lah, kulit kenyal lah. Tapi pas kita pakai… yang ada malah kulit makin rewel. Jerawat nongol rame-rame, kulit kering kerontang, atau malah jadi merah-merah kayak kepiting rebus. Terus kita mikir, “Apa ini purging ya? Harus ditunggu […]

expand_less