Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kesehatan » Apa Efek Sering Ganti Sabun Cuci Muka?

Apa Efek Sering Ganti Sabun Cuci Muka?

  • account_circle langkahsejati
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

Pernah gak sih, loh mikir, kenapa kita tuh gampang banget gonta-ganti sabun muka?
Baru pakai seminggu, terus scroll TikTok nemu review sabun lain yang katanya bisa bikin glowing dalam 3 hari, langsung checkout.
Besoknya? Dapet info dari temen: “Eh, yang itu gak bagus loh buat kulit kering. Coba yang ini aja, lebih natural.”
Akhirnya pindah lagi.
Terus terus terus… kayak hubungan tanpa komitmen.

Tapi, pernah gak kita berhenti sebentar dan nanya ke diri sendiri:
“Emangnya muka gue ini tempat eksperimen ya?”
Karena, ya… wajah kita bukan whiteboard yang bisa dihapus dan ditulis ulang tiap ada ide baru.
Kulit punya memori. Punya adaptasi. Dan yang paling penting, punya batas sabar.

Bayangin gini deh.
Lo punya sahabat. Dia udah nemenin lo dari kecil. Dia selalu ada, sabar, gak pernah komplain, dan selalu jadi bagian penting dari perjalanan lo.
Tapi, tiap lo denger gosip soal temen baru yang katanya lebih asik, lo tinggalin dia.
Besoknya balik. Lusa tinggalin lagi. Minggunya balik lagi.
Kira-kira, temen lo bakal gimana?
Capek kan?

Nah, kulit wajah kita tuh kurang lebih kayak sahabat itu.
Dia diem aja, ngikutin kemauan kita.
Tapi lama-lama… mulai muncul jerawat kecil.
Muncul kemerahan.
Mulai kering.
Atau malah terlalu berminyak.
Bukan karena dia rewel, tapi karena dia bingung harus adaptasi sama siapa.

Kadang, yang bikin kita ganti-ganti sabun itu bukan karena sabun sebelumnya gak cocok.
Tapi karena kita gak sabar.
Baru dua hari pakai, kok belum kinclong ya?
Baru seminggu, kenapa pori-pori belum hilang?
Padahal, perubahan itu butuh waktu.
Bukan semua hal bisa instant kayak mie rebus.

Kita sering lupa bahwa skincare itu bukan sulap.
Dia butuh waktu untuk mengenal kulit kita, baru kemudian bekerja.
Tapi kita? Maunya instan.
Satu sabun, semua masalah beres.

Dan lucunya lagi, saat kulit kita akhirnya adaptasi sama satu sabun, kita malah mikir:
“Wah, udah bagus nih. Tapi kalau ganti yang mereknya lebih mahal, pasti lebih bagus lagi dong?”
Kita ganti.
Dan boom.
Jerawat muncul.
Kulit jadi breakout.
Lalu kita panik, dan ganti lagi.

Padahal, bukan sabun mahalnya yang salah.
Tapi karena kulit kita gak dikasih waktu buat istirahat.
Dia terus dipaksa kenalan sama bahan baru, pH baru, aroma baru, bahkan tekstur baru.

Sama seperti kita, kulit juga butuh stabilitas.
Coba aja kalau tiap hari lo pindah-pindah tempat tidur.
Hari ini di rumah, besok di hotel, lusa di sofa kantor.
Yang tadinya lo cuma pusing ringan, lama-lama bisa jadi insomnia.
Karena tubuh lo gak punya sense of comfort.

Nah, kulit juga begitu.
Dia butuh konsistensi, bukan eksperimen terus-menerus.

Tapi jangan salah paham juga ya.
Bukan berarti lo harus setia buta sama satu produk.
Kalau udah jelas-jelas bikin iritasi, gatel, atau perih, ya itu tandanya emang gak cocok.
Tapi bedain antara “gak cocok” sama “gak sabar”.
Kadang kulit kita gak bermasalah, cuma kita yang terlalu cepat menilai.

Ada juga nih tipe orang yang ganti sabun karena ikut-ikutan tren.
“Lah, semua temen gue pakai sabun ini, masa gue enggak?”
Atau karena kemasannya lucu.
Atau karena embel-embel “dipakai artis A”.

Padahal, kulit orang beda-beda.
Yang cocok di dia, belum tentu cocok di kita.
Dan skincare tuh bukan tentang siapa yang paling cepat glowing.
Tapi siapa yang paling ngerti kebutuhan kulitnya sendiri.

Jadi, balik lagi ke pertanyaan awal:
Apa efek sering ganti sabun cuci muka?

Jawabannya bisa macam-macam.
Mulai dari kulit yang gak stabil, munculnya jerawat, kulit jadi terlalu kering atau berminyak, bahkan bisa sampai alergi ringan.
Tapi efek paling dalam sebenernya bukan di kulit…
Tapi di cara kita memandang diri sendiri.

Kalau kita terus-terusan ngerasa ada yang “kurang” sama wajah kita,
kalau kita gak pernah puas dan selalu pengen hasil instan,
itu bukan lagi soal skincare.
Tapi soal penerimaan.

Kadang, kita pikir kita lagi merawat diri.
Padahal yang kita lakukan justru memperlakukan diri sendiri kayak proyek yang harus disempurnakan.
Padahal, merawat diri itu soal menghargai proses.
Soal kasih waktu.
Soal sabar.
Dan soal menerima bahwa gak semua hal harus perfect.

Termasuk kulit kita.

Jadi, sebelum ganti sabun cuci muka lagi, coba tanya dulu ke hati kecil lo:
“Apa gue benar-benar butuh ganti?
Atau gue cuma belum belajar untuk percaya… bahwa yang sekarang, mungkin sebenarnya udah cukup baik?”

  • Penulis: langkahsejati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Arti Mimpi Melihat Kebakaran Hutan?

    Apa Arti Mimpi Melihat Kebakaran Hutan?

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Pernah gak, kamu mimpi lihat hutan kebakar? Langit merah menyala, asap tebal, dan suara gemeretak kayu yang terbakar. Rasanya nyata banget, sampai pas bangun tidur, jantung masih deg-degan. Langsung mikir, “Wah, jangan-jangan ini pertanda buruk?” Tapi… gimana kalau mimpi itu justru bukan tentang bencana? Gimana kalau itu sebenarnya pesan dari dalam dirimu sendiri—yang kamu gak […]

  • Apa Arti Mimpi Berada di Luar Negeri?

    Apa Arti Mimpi Berada di Luar Negeri?

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu kebangun dari tidur dan mikir, “Kenapa tadi gue mimpi lagi jalan-jalan di Paris?” Atau, “Kok gue bisa ngeliat diri gue sendiri di tengah padang gurun Mesir?” Padahal ya… pas bangun, realitanya masih di kasur dengan bantal yang udah kempes separuh. Banyak orang langsung mencari arti mimpi kayak gitu. Ada yang bilang, […]

  • Apa Arti Mimpi Melihat Hujan Meteor?

    Apa Arti Mimpi Melihat Hujan Meteor?

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi lagi berdiri di suatu tempat, terus tiba-tiba langit runtuh… bukan beneran runtuh sih, tapi hujan meteor jatuh satu per satu. Warnanya oranye kemerahan, langit jadi kayak terbakar, dan kamu cuma bisa bengong. Takut, kagum, ngeri, tapi juga… entah kenapa merasa kecil. Nah, mimpi kayak gitu bukan mimpi sembarangan. Dan seperti […]

  • Apa Arti Mimpi Dikejar Orang Tak Dikenal?

    Apa Arti Mimpi Dikejar Orang Tak Dikenal?

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kamu tidur nyenyak-nyenyaknya… lalu tiba-tiba bermimpi dikejar-kejar sama seseorang yang bahkan kamu gak kenal? Rasanya campur aduk: panik, takut, dan anehnya… capek pas bangun. Kayak habis sprint muter satu kompleks. Nah, yang menarik dari mimpi semacam ini bukan cuma soal “kenapa bisa mimpi begitu”, tapi justru tentang: apa sih yang sebenarnya sedang […]

  • Kenapa mimpi berenang di laut?

    Kenapa mimpi berenang di laut?

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kamu tidur nyenyak-nyenyaknya, lalu mimpi lagi berenang di laut? Tapi bukan laut yang menakutkan, justru laut yang luas, biru, tenang, dan kamu merasa damai di dalamnya. Begitu bangun, kamu bengong sebentar sambil mikir, “Itu barusan mimpi doang? Kok kayak nyata ya… dan tenang banget rasanya.” Kita kadang terlalu cepat lupa sama mimpi. […]

  • Apa Makna Mimpi Melihat Hujan Deras?

    Apa Makna Mimpi Melihat Hujan Deras?

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Pernah gak kamu kebangun di tengah malam cuma karena mimpi hujan deras? Bukan cuma gerimis manja atau rintik-rintik romantis ala film Korea, tapi hujan yang sampai bikin langit gelap, suara petir nyamber, dan air yang jatuh seolah lagi numpahin semua beban dunia? Kadang kita bangun sambil mikir, “Aduh… mimpi apaan sih barusan? Kenapa gloomy banget […]

expand_less