Habis Cuci Muka Sebaiknya Pakai Apa?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
- visibility 91
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu berdiri di depan cermin, abis cuci muka, terus bingung… “Habis ini, gue harus ngapain ya?”
Air masih netes-netes, muka dingin-dingin seger, tapi di kepala penuh tanda tanya. Haruskah langsung pakai toner? Atau pelembap? Atau malah biarin aja dulu sambil scroll TikTok? Atau jangan-jangan… itu semua gak penting?
Tapi sebelum ngomongin “habis cuci muka sebaiknya pakai apa”, yuk kita tarik napas sebentar dan lihat ini dari sudut yang lain.
Karena, kadang pertanyaan sesederhana itu nyimpan makna yang lebih dalam. Sesuatu yang bukan cuma soal produk, tapi soal cara kita memperlakukan diri sendiri.
Cuci muka itu ibarat titik balik.
Bayangin ini. Kamu habis keluar seharian, panas-panasan, macet, kerjaan gak kelar-kelar, drama sana-sini, dan akhirnya… kamu sampai rumah. Lalu kamu buka keran, guyur wajahmu, dan di situlah semuanya mulai terasa beda.
Air itu bukan cuma ngehapus debu dan keringat. Tapi kayak simbol: “oke, gue bersihin semuanya. Gue mulai lagi dari nol.”
Dan setelah kamu bersihin muka… pertanyaannya bukan cuma “pakai apa?”, tapi lebih ke… “setelah gue rawat wajah gue, langkah sayang selanjutnya apa?”
Karena ya… habis cuci muka itu bukan akhir, tapi awal.
Nah, kalau ditanya: “habis cuci muka, sebaiknya pakai apa?”
Jawabannya: kasih sayang.
Iya, kasih sayang dalam bentuk skincare.

Mulainya dari toner atau hydrating mist. Kenapa? Karena habis dibersihin, kulit kita kehilangan sedikit kelembapan alaminya. Toner itu kayak ucapan “udah, tenang ya, aku bantu jaga kelembapan kamu.”
Abis itu, boleh masuk ke serum. Tapi inget, bukan asal pilih serum yang viral di medsos, tapi yang memang kulit kamu butuh. Mau untuk jerawat, untuk mencerahkan, atau sekadar melembapkan—yang penting, kamu ngerti isi hati kulitmu.
Dan akhirnya, kunci semuanya dengan pelembap. Mau kamu kulit berminyak atau kering, pelembap tuh tetap penting. Dia yang ngejaga semua nutrisi itu tetap di kulit kamu. Bayangin pelembap kayak peluk hangat yang bilang, “Tenang, aku jagain kamu malam ini.”
Kalau pagi? Tambahin sunscreen. Itu bentuk sayang paling nyata. Karena kamu bukan cuma mikirin hari ini, tapi juga masa depan kulitmu.
Tapi ya, kadang kita ngerasa malas. Apalagi setelah cuci muka, badan udah di kasur, lampu udah mati, dan skincare routine terasa kayak beban hidup. Tapi coba pikir gini:
Bukankah kita juga butuh momen di mana kita bilang ke diri sendiri, “Kamu pantas dirawat. Bahkan di hari yang berat sekalipun.”
Karena merawat wajah bukan soal pengen glowing doang. Tapi soal menghargai tubuh yang udah nemenin kita melewati hari-hari. Kulit ini, saksi bisu kita waktu nangis di kamar mandi, ketawa bareng temen, atau lelah karena kerja keras.
Dan kadang, yang kita butuh tuh bukan produk mahal. Tapi momen hening di depan cermin, saat kita ngusap wajah sendiri sambil bilang dalam hati: “Terima kasih udah kuat hari ini.”
Orang lain mungkin lihat kita rajin skincare-an lalu bilang, “Ih, lebay banget. Rutin banget tiap malam.”
Tapi mereka gak tahu, mungkin itu satu-satunya waktu dalam sehari di mana kita benar-benar memperhatikan diri sendiri.
Dan ya, gak semua orang harus ngerti. Karena yang penting, kamu ngerti alasan kamu sendiri.
Sama kayak ulang tahun yang dirayakan bukan untuk pamer, tapi untuk menghargai perjalanan. Sama kayak kantor yang ditata dengan niat bukan buat flexing, tapi untuk kasih kenyamanan ke tim. Merawat wajah pun bukan soal ikutin tren, tapi soal menghormati diri sendiri.
Bukan sekadar “pakai skincare karena takut jelek”, tapi karena kamu percaya kamu layak dapet yang terbaik. Termasuk dari diri kamu sendiri.
Jadi kalau ada yang nanya lagi:
“Habis cuci muka, sebaiknya pakai apa?”
Kamu bisa jawab sambil senyum kecil:
“Kasih sayang.”
Toner, serum, pelembap, sunscreen… semua itu cuma bentuk konkret dari rasa peduli kita. Dan kamu gak harus punya rak penuh skincare mahal untuk bisa bilang, “Aku peduli sama diriku.”
Cukup satu-dua produk yang kamu pilih dengan penuh kesadaran, dan kamu pakai dengan hati, itu udah lebih dari cukup.
Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan produk yang kamu pakai.
Tapi niat di balik tangan yang menyentuh wajahmu.
Itu yang bikin semuanya berarti.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar