Apakah Lebih Baik Mencuci Muka dengan Waslap atau Tangan?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
- visibility 75
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu lagi cuci muka terus tiba-tiba mikir,
“Sebenernya lebih bagus mana sih, pakai waslap atau tangan aja?”
Pertanyaan sederhana. Tapi… bisa jadi cerminan dari hal yang lebih dalam.
Karena kadang pilihan kita itu bukan cuma soal hasil akhir, tapi soal niat, kenyamanan, dan pemahaman terhadap diri sendiri.
Coba bayangin:
Ada orang yang setiap cuci muka tuh niat banget. Dia punya waslap khusus, lembut, bersih, warnanya bahkan matching sama handuk. Dipakai dengan gerakan memutar pelan, penuh kasih sayang ke kulitnya sendiri. Bukan karena dia gengsi pakai tangan, tapi karena dia ngerasa… dengan cara itu, dia lebih bisa “hadir” untuk dirinya sendiri.
Kayak bilang:
“Nih ya kulitku, aku rawat kamu baik-baik. Aku gak asal gosok, aku kasih waktu, aku kasih sentuhan lembut.”
Tapi ada juga orang yang lebih nyaman pakai tangan. Karena tangannya udah tau ritme kulitnya. Gerakannya refleks, lembut, penuh intuisi. Gak ribet, gak perlu alat bantu. Simpel, tapi tulus.
Dan kamu tahu apa? Dua-duanya valid.
Seringkali kita mikir terlalu teknis.
“Waslap bisa angkat sel kulit mati lebih efektif.”
“Tapi tangan lebih higienis karena gak ada benda luar yang gesekan ke kulit.”
“Waslap itu eksfoliasi fisik, hati-hati kalau kulit sensitif.”
“Tangan lebih aman buat kulit berjerawat.”
Tapi… pernah gak kamu lihat dari sisi yang lain?
Mungkin yang kamu perlukan bukan cuma jawaban benar atau salah. Tapi pemahaman tentang apa yang dibutuhkan kulitmu… dan hatimu.
Karena bisa jadi kamu pilih pakai waslap bukan karena lagi pengen bersih-bersih doang. Tapi karena hari itu kamu lagi pengen slow down. Lagi pengen punya ritual kecil buat nenangin diri. Dan saat waslap itu menyentuh kulitmu, kamu merasa seperti lagi disayang.
Atau sebaliknya, kamu pakai tangan karena kamu pengen lebih terhubung dengan tubuhmu. Pengen ngerasain tekstur kulitmu langsung, tahu bagian mana yang mulai kering, mana yang mulai breakout. Dan dari situ, kamu lebih peka terhadap perubahan-perubahan kecil di wajahmu.
Kita sering banget keburu nge-judge cara orang ngerawat dirinya.
Ngeliat teman cuci muka pakai waslap, langsung mikir: “Ih, ribet amat sih. Mau jadi beauty vlogger?”
Atau ngeliat orang cuci muka pakai tangan aja, komentar: “Ih, gak maksimal. Makanya kulitnya gitu-gitu aja.”
Padahal… kita gak tahu apa yang mereka rasain.
Mungkin yang satu pakai waslap karena itu cara dia healing.
Dan yang satu pakai tangan karena itu caranya grounding.
Kadang yang kelihatan simple… punya makna yang dalam.
Kalo ditanya dari sisi sains dan skincare, jawabannya tetap:
Semua tergantung kulit kamu dan caranya kamu pakai.
Waslap bisa efektif, tapi harus bersih. Jangan dipakai berulang-ulang tanpa dicuci. Jangan terlalu kasar juga.
Tangan lebih aman, tapi harus cuci tangan dulu sebelum menyentuh wajah. Karena yang namanya kuman, suka numpang di mana aja.
Tapi di luar itu semua… penting juga untuk tanya ke diri sendiri:
“Gue ngerasa lebih nyaman yang mana?”
“Yang bikin gue ngerasa lebih terhubung sama diri gue, yang mana?”
“Yang bisa gue lakukan secara konsisten tanpa merasa beban, itu yang mana?”
Karena pada akhirnya, kulit kita tuh ngerti kok… mana yang dilakukan dengan asal, dan mana yang dilakukan dengan cinta.
Jadi, lebih baik pakai waslap atau tangan?
Jawabannya… tergantung.
Bukan tergantung tren, bukan tergantung kata orang,
tapi tergantung kamu—dan hubunganmu sama dirimu sendiri.
Mungkin pertanyaannya bukan lagi: “Mana yang lebih baik?”
Tapi:
“Mana yang paling kamu butuhkan hari ini?”
Karena self-care itu bukan kompetisi.
Bukan soal siapa yang skincare-an paling mahal, paling lengkap, atau paling estetik.
Tapi tentang kamu yang jujur sama dirimu sendiri.
Kadang kamu butuh ritual. Kadang kamu butuh kepraktisan. Kadang kamu butuh waktu untuk pelan-pelan sayangin diri sendiri. Dan kadang… kamu cuma pengen cuci muka cepat karena hari itu capek banget.
Dan semuanya boleh. Gak ada yang salah. Asal… tetap pakai kesadaran. Tetap pakai rasa sayang.
Akhir kata, entah kamu pakai waslap atau tangan…
yang penting bukan medianya, tapi niat dan konsistensinya.
Jadi daripada sibuk mikirin cara orang lain cuci muka,
lebih baik tanya ke diri sendiri:
“Udah gue rawat belum hari ini, orang yang tiap hari nemenin gue ke mana-mana… yaitu diri gue sendiri?”
Karena pada akhirnya, kulit itu bukan cuma lapisan luar.
Dia adalah cermin dari seberapa besar perhatian yang kamu berikan ke dalam.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar