Apa Boleh Gonta-Ganti Face Wash?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
- visibility 101
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu lagi asik cuci muka, terus tiba-tiba kepikiran,
“Eh, ini face wash gue cocok gak ya sebenernya? Atau jangan-jangan yang satunya lebih oke?”
Lalu beberapa hari kemudian, kamu udah berdiri di depan rak skincare di supermarket, mata nyisir tiap botol, sambil ngebatin,
“Yang ini kayaknya lebih alami deh… Tapi yang ini katanya bikin glowing. Tapi yang itu ada ekstrak greentea, katanya bagus buat jerawat.”
Dan ujung-ujungnya? Kamu beli satu lagi.
Minggu depan? Sama.
Dan minggu berikutnya? Ternyata ganti lagi.
Terus muncul pertanyaan:
“Gue normal gak sih? Apa gak apa-apa ya gonta-ganti face wash kayak gini?”
Tapi sebelum kita bahas soal normal atau enggaknya, mari kita tarik sedikit ke belakang. Ke niat.
Kenapa kita ganti?
Karena penasaran? Karena pengaruh iklan? Karena FOMO ngelihat review glowing dari influencer?
Atau karena kita belum nemuin yang klik di hati dan kulit?
Sama kayak saat kita deket sama orang.
Awal-awal keliatannya cocok. Lucu, nyambung, seru. Tapi setelah beberapa waktu, kok ternyata ada yang gak sreg.
Bukannya langsung nge-judge, “Dia salah.” Tapi lebih ke: “Mungkin kita emang gak satu frekuensi.”
Dan dari situ, kita belajar. Kita kenal diri sendiri lebih dalam. Kita ngerti apa yang bikin kita nyaman, apa yang bikin kita reaktif.

Face wash juga kadang gitu.
Kita gak langsung tahu dari awal mana yang cocok. Kita harus coba dulu, rasain, dan baru bisa bilang,
“Hmm… ternyata ini bikin kulit aku kering.”
“Atau ini lembut sih, tapi jadi muncul jerawat kecil-kecil.”
“Yang ini wanginya calming banget, aku suka.”
Dan dari situ kita mulai nyusun catatan kecil di kepala: sabun dengan kandungan A bikin perih, yang teksturnya gel lebih cocok buat kulitku yang berminyak, dst.
Jadi apakah boleh gonta-ganti face wash?
Secara medis, jawabannya sederhana: boleh, asal dilakukan dengan bijak.
Tapi secara emosional, jawabannya lebih dalam dari itu.
Karena kadang, keinginan kita untuk ganti-ganti bukan soal “skincare”, tapi tentang “mencari versi terbaik dari diri sendiri”.
Ada orang yang tiap bulan ganti parfum.
Ada yang koleksi lipstik walaupun warnanya beda-beda tipis.
Ada yang suka nyobain kafe baru tiap minggu.
Apakah mereka gak setia? Enggak juga.
Mereka cuma lagi ngeksplor. Lagi nyari mana yang benar-benar bikin mereka ‘nyambung’.
Dan kadang kita memang butuh eksplorasi itu, sebelum nemuin yang pas.
Tapi ya… eksplorasi juga perlu jeda.
Kalau tiap minggu ganti, tanpa kasih waktu kulit buat adaptasi, ya susah juga buat tahu mana yang sebenarnya bikin breakout dan mana yang enggak.
Kulit butuh waktu. Sama kayak hati. Gak bisa dipaksa langsung cocok.
Dan… yang menariknya, kadang alasan kita gonta-ganti tuh… bukan karena kulit kita, tapi karena perasaan kita sendiri.
Pernah gak merasa, “Gue pengen coba face wash baru, siapa tahu hidup gue jadi lebih baik”?
Kedengeran berlebihan, tapi jujur deh—kadang kita berharap perubahan kecil itu bisa jadi titik balik.
Kayak potong rambut pas lagi galau.
Atau beli planner baru biar semangat mulai dari nol.
Face wash juga bisa jadi simbol: “Gue mau lebih sayang sama diri sendiri mulai hari ini.”
Dan itu gak salah.
Cuma yang perlu kita jaga adalah kesadaran:
Apakah ini eksplorasi, atau pelarian?
Apakah ini niat mengenal diri, atau sekadar tergoda tren?
Karena beda tipis, tapi dampaknya jauh.
Kalau kita terus-terusan gonta-ganti tanpa tahu kenapa, kita jadi gak punya pijakan.
Kulit bingung, kita bingung, dompet pun ikutan menangis.
Tapi kalau kita gonta-ganti dengan kesadaran, dengan mencatat reaksi kulit, dengan refleksi,
itu bukan sekadar “nyoba-nyoba”,
tapi proses belajar.
Belajar mengenal tubuh.
Belajar peka.
Belajar sabar.
Dan saat kita udah nemu yang pas—bukan karena semua orang pakai itu, tapi karena memang kulit kita bilang “ya”—
di situ kita bisa bilang:
“Akhirnya, gue ngerti apa yang dibutuhin kulit gue.”
Akhir kata, kalau kamu lagi galau,
“Boleh gak sih gue gonta-ganti face wash?”
Jawabannya: boleh, asal kamu tahu kenapa kamu melakukannya.
Bukan karena lagi ikut-ikutan.
Bukan karena pengen dianggap up-to-date.
Tapi karena kamu memang sedang mendengarkan dirimu sendiri,
dan menghargai perjalanan kulitmu yang unik, yang gak bisa disamakan dengan siapa pun.
Jadi, ganti face wash?
Kalau kamu tahu alasannya, dan kamu jalanin dengan tanggung jawab,
itu bukan bentuk ketidaksetiaan.
Tapi bentuk dari cinta—cinta yang ingin menemukan yang paling baik, buat diri sendiri.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar