Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kesehatan » Pernah nggak sih kamu mikir, kenapa kita cuci muka?

Pernah nggak sih kamu mikir, kenapa kita cuci muka?

  • account_circle langkahsejati
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Maksudku, iya sih, buat bersihin wajah. Tapi… itu aja? Cuma sekadar buang kotoran dan sisa minyak? Atau… ada makna lain di balik rutinitas kecil itu?

Karena jujur aja, banyak dari kita yang asal cuci muka—asal basah, asal ada busa, asal wangi. Udah.
Padahal, wajah itu kan gerbang pertama dari diri kita. Tempat semua ekspresi muncul. Tempat lelah, bahagia, sedih, bahkan stres, semua ketahuan cuma dari satu pandangan.

Dan anehnya, justru bagian itu sering banget kita rawat setengah hati.

Coba deh, bayangin kamu punya tanaman kecil di rumah. Tiap hari kamu siram, kamu lap daun-daunnya pelan-pelan, kamu pindah ke tempat yang lebih kena cahaya.
Kenapa kamu ngelakuin itu? Karena kamu sayang.
Karena kamu tahu, hidup itu bukan cuma soal bertahan, tapi soal berkembang.

Nah…
apa iya wajah kita nggak pantas dapet cinta yang sama?

**

Banyak orang mikir cuci muka itu sekadar basahin wajah dan bilas. Tapi, apa iya sesederhana itu?

Sebenernya… cara paling sehat untuk mencuci muka itu bukan cuma soal suhu air, jenis sabun, atau berapa kali sehari. Tapi tentang niat dan perlakuan kita ke diri sendiri.

Air hangat misalnya, katanya bagus buat membuka pori-pori. Tapi, kalau terlalu panas, bisa rusak pelindung alami kulit.
Air dingin? Seger, iya. Tapi nggak cukup kuat buat bersihin minyak yang udah numpuk semalaman.
Terus, sabun muka? Gak semua yang berbusa itu baik. Banyak yang justru nyedot kelembapan kulit kayak spons haus.

Jadi… apa dong jawabannya?

Cuci muka yang sehat itu kayak kamu memperlakukan orang yang kamu cintai. Pelan-pelan. Lembut. Niat. Tanpa buru-buru.

Pertama-tama, kenali dulu kulitmu.
Bukan sekadar tahu “aku oily” atau “aku dry”. Tapi betul-betul kenal—kayak kamu kenal sahabat dekatmu. Kapan dia lagi sensitif, kapan dia butuh lebih banyak perhatian, kapan dia cuma pengen dibiarin aja.

Baru setelah itu, pilih pembersih yang cocok.
Nggak usah yang mahal. Yang penting nggak nyakitin.
Jangan percaya sama produk yang janji instan. Karena wajah bukan papan tulis. Gak bisa dibersihin dalam sekali usap.

Pakai air hangat suam-suam kuku untuk awal, biar pori-pori terbuka dengan ramah.
Lalu pijat sabun wajah secara lembut, seperti kamu memijat kepala anak kecil yang kamu sayangi.
Setelah itu, bilas dengan air dingin, buat nutup pori-pori dan ngasih sensasi fresh.

Dan yang paling penting, jangan gosok wajah pakai handuk. Cukup ditepuk-tepuk.
Karena kulit wajah bukan baju kotor yang perlu disikat.

Lalu… jangan lupa kasih hadiah setelahnya.
Pelembap. Toner. Atau serum sederhana.
Anggap aja itu kayak ucapan terima kasihmu ke kulitmu, yang udah nemenin kamu seharian.

**

Tapi yang sering luput kita sadari adalah… cuci muka bukan cuma soal kulit. Tapi soal menghargai diri sendiri.

Waktu kamu ngaca dan mencuci wajahmu, kamu sebenernya lagi ngobrol sama dirimu sendiri.
Lagi bilang: “Terima kasih ya, udah kuat hari ini.”
Atau: “Maaf ya, aku sempet marah tadi.”
Atau sekadar: “Hai… aku ada di sini buat kamu.”

Dan saat kamu pelan-pelan memijat wajahmu sendiri, kamu lagi merawat bukan cuma kulitmu, tapi batinmu juga.
Karena di dunia yang serba cepat ini, mungkin cuma di momen itulah kamu bisa benar-benar hadir buat dirimu sendiri.

**

Jadi kalau kamu nanya, apa cara paling sehat untuk mencuci muka?

Bukan cuma tekniknya. Tapi hatinya.
Bukan cuma suhu airnya. Tapi bagaimana kamu memperlakukan dirimu sendiri.

Cuci muka yang sehat adalah saat kamu nggak cuma ngelap kotoran dari kulit… tapi juga membersihkan tekanan yang nggak kelihatan.

Karena wajah itu bukan sekadar tampilan luar. Tapi juga cermin dari apa yang kamu rasain di dalam.

**

Akhirnya, semua kembali ke niat.

Sama seperti orang yang dandan bukan karena ingin pamer, tapi karena ingin menghormati dirinya.
Atau orang yang bikin kopi tiap pagi dengan hati-hati, bukan sekadar karena pengen ngopi, tapi karena dia tahu pagi itu berharga.
Atau yang nyalain lilin di kamar sebelum tidur, bukan buat estetika, tapi buat ngasih ruang tenang ke dirinya sendiri.

Karena kadang… hal kecil yang kita lakukan untuk diri sendiri, bisa jadi bentuk cinta paling dalam yang kita punya.

Jadi lain kali saat kamu mencuci muka, coba perlambat sedikit gerakanmu.
Rasakan airnya. Rasakan sentuhannya. Rasakan dirimu yang lagi ada untukmu.

Karena mungkin… itu bukan cuma tentang wajah yang bersih.

Tapi tentang jiwa yang sedang diberi ruang untuk bernapas.

  • Penulis: langkahsejati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Arti Mimpi Mantan Datang ke Rumah?

    Apa Arti Mimpi Mantan Datang ke Rumah?

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pernahkah kamu bermimpi tentang mantan datang ke rumah? Mungkin setelah bangun, perasaan bingung atau bahkan cemas bisa muncul begitu saja. “Kenapa ya mantan bisa datang ke rumah dalam mimpi?” Mungkin ada yang berpikir itu hanya mimpi biasa, tetapi tahukah kamu bahwa mimpi ini mungkin memiliki makna yang lebih dalam dari yang kamu kira? Sering kali, […]

  • Kenapa Mimpi Kaki Tidak Bisa Bergerak?

    Kenapa Mimpi Kaki Tidak Bisa Bergerak?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pernah gak sih ngalamin? Lagi mimpi, pengen banget lari, tapi kaki rasanya berat banget. Kayak nempel di tanah, kayak ada yang nahan. Udah ngeden-ngeden batin dalam mimpi, tetep aja… gak bisa gerak. Terus bangun tidur dengan rasa aneh. Campuran panik, bingung, sama sedikit kesel kenapa mimpi aneh gitu muncul. Tapi pernah gak kamu mikir… mungkin […]

  • Apa Makna Mimpi Melihat Api Besar?

    Apa Makna Mimpi Melihat Api Besar?

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi lihat api besar banget? Yang menyala-nyala, merah-oranye terang, kadang bahkan disertai suara gemuruh, panas, dan kesan seolah dunia mau runtuh? Rasanya nyata banget sampai pas bangun, jantung masih deg-degan. Lalu kamu jadi mikir… “Ini pertanda apa ya? Jangan-jangan bakal ada musibah?” Atau malah jadi overthinking, buka internet, cari-cari arti mimpi […]

  • Apa Arti Mimpi Dilamar Seseorang?

    Apa Arti Mimpi Dilamar Seseorang?

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Pernah gak, tiba-tiba kebangun tengah malam, jantung deg-degan, karena baru aja mimpi… dilamar? Apalagi kalau yang melamar tuh orang yang… bahkan di dunia nyata aja gak pernah ngobrol panjang lebar. Bingung? Merasa aneh? Atau malah GR dikit-dikit? Tapi yuk, sebentar aja, kita lihat dari perspektif yang sedikit berbeda. Apa iya, semua mimpi dilamar itu selalu […]

  • Apa Rahasia Agar Awet Muda?

    Apa Rahasia Agar Awet Muda?

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu ketemu seseorang yang usianya udah kepala lima tapi vibe-nya tuh kayak baru tiga puluhan? Bukan cuma kulitnya yang mulus atau badannya yang fit, tapi ada sesuatu dari dia yang bikin kita mikir, “Ini orang kok kelihatan muda banget ya… bukan cuma dari tampang, tapi dari energi dan cara dia ngomong?” Dan […]

  • Apa Arti Mimpi Memetik Buah Mangga?

    Apa Arti Mimpi Memetik Buah Mangga?

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Pernah gak sih lo bangun tidur dengan rasa aneh, gara-gara mimpi semalem? Bukan mimpi buruk yang bikin teriak, tapi justru yang bikin mikir. Kayak misalnya… mimpi metik buah mangga. Keliatannya receh, ya. Tapi entah kenapa, mimpi itu nempel terus di kepala. Mangga yang lo petik warnanya kuning matang, aromanya semerbak, tangan lo penuh sama buah, […]

expand_less