Biar Muka Kinclong Pake Apa Ya?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
- visibility 76
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu liat seseorang yang mukanya tuh kayak… bersinar?
Bukan cuma bersih atau putih, tapi kayak ada aura tenang dan enak dipandang.
Yang pas kamu liat dia, kamu mikir, “Kok bisa ya mukanya kinclong banget?”
Terus langsung nanya dalam hati:
“Dia pake apa sih? Skincare-nya apa? Facial-nya di mana? Treatment-nya apa?”
Tapi pernah gak kamu berpikir…
Mungkin muka yang kinclong itu bukan cuma hasil dari skincare.
Mungkin… itu hasil dari hidup yang dijalani dengan niat yang tulus, dan hati yang tenang.
Kayak gini, misalnya.
Ada orang yang tiap malam rutin cuci muka, double cleansing, pakai toner, serum, pelembap, sunscreen di pagi harinya, dan minum air putih 2 liter sehari.
Semua langkah itu dia jalanin bukan karena takut jerawat muncul,
Tapi karena dia menghargai tubuh dan wajah yang udah nemenin dia ngadepin banyak hal.
Dia rawat bukan buat impress orang lain,
Tapi karena dia sayang sama dirinya sendiri.
Dan yang menarik…
Kalau kita perhatiin, muka yang kinclong itu seringnya datang dari orang yang hatinya juga bening.
Yang gak suka nyinyir, gak sibuk ngurusin hidup orang lain, gak simpan banyak iri.
Karena ternyata… yang bikin muka kusam itu bukan cuma debu dan polusi.
Tapi juga hati yang gak ikhlas, pikiran yang gak jernih, dan perasaan yang terus-menerus ngeluh.
Biar muka kinclong pake apa ya?
Jawabannya bisa macam-macam—tapi gak selalu ada di rak skincare.

Kadang, muka kinclong itu hasil dari tidur cukup.
Bukan karena takut mata panda, tapi karena dia tahu tubuhnya butuh istirahat.
Kadang, kinclong itu datang dari senyuman yang tulus,
Dari doa-doa yang diselipin sebelum tidur,
Dari melepaskan yang bukan milik kita,
Dan menerima bahwa gak semua harus berjalan sesuai rencana.
Muka kinclong itu juga bisa datang dari hati yang lapang.
Yang udah berdamai sama masa lalu,
Yang udah gak sibuk bandingin hidup sendiri sama orang lain di Instagram.
Yang bangun pagi gak langsung buka explore,
Tapi buka jendela dan tarik napas dalam-dalam,
Sambil bilang: “Hari ini aku mau baik sama diriku sendiri.”
Tapi ya, bukan berarti skincare gak penting.
Penting banget.
Karena kulit juga butuh dirawat.
Tapi, merawat muka itu bukan kayak ngejar nilai 100 di ujian.
Bukan kompetisi siapa yang paling glowing.
Tapi soal komitmen untuk sayangin diri sendiri, setiap hari—di saat kita lagi capek, lagi insecure, bahkan di saat jerawat dateng tanpa undangan.
Jadi, kalau kamu nanya:
“Biar muka kinclong pake apa ya?”
Coba mulai dari yang sederhana dulu.
Cuci muka dua kali sehari dengan lembut.
Pilih sabun yang gak bikin kering.
Gunakan pelembap walau kulitmu berminyak.
Dan jangan pernah skip sunscreen—walau mendung sekalipun.
Tapi setelah itu, rawat juga yang gak kelihatan:
Isi hati.
Isi pikiran.
Isi energi yang kita bawa ke mana-mana.
Karena kadang, kulit wajah itu kayak cermin dari dalam diri.
Kalau kamu terus marah-marah, stress sendiri, gak pernah istirahat,
Biar kamu pake skincare seharga motor pun, yang kinclong ya tetap cuma botolnya.
Coba deh tanya ke diri sendiri:
“Apa aku udah cukup baik sama tubuhku?”
“Udah cukup tidur belum?”
“Udah makan makanan bergizi atau asal kenyang doang?”
“Udah cukup tenang belum hati ini?”
Mungkin jawabannya belum.
Dan itu gak apa-apa.
Karena proses menuju kinclong itu bukan satu malam.
Bukan juga tentang harus pakai produk viral.
Tapi tentang jadi versi terbaik dari diri sendiri,
Sedikit demi sedikit, dengan sabar, dan konsisten.
Biar muka kinclong pake apa ya?
Pake sabun yang lembut, pake niat yang tulus,
Pake hati yang gak mudah baper sama komentar orang,
Dan pake cinta yang gak pelit buat diri sendiri.
Karena ketika kamu rawat diri dengan kasih sayang,
Mukamu gak cuma kinclong,
Tapi juga bersinar—dari dalam.
Dan kalau pun masih ada jerawat nongol sesekali,
Atau bekas luka yang belum hilang juga,
Itu bukan aib.
Itu bukti bahwa kamu manusia.
Yang hidup.
Yang bernapas.
Yang terus bertumbuh.
Dan mungkin… justru itu yang bikin kamu terlihat paling cantik.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar