Bagaimana Cara Mencuci Muka yang Benar?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
- visibility 79
- comment 0 komentar

Pernah gak sih…
kita berdiri di depan wastafel, air mengalir, sabun di tangan, terus tiba-tiba nanya ke diri sendiri:
“Sebenernya gue udah cuci muka dengan benar belum ya?”
Keliatannya sepele. Cuma cuci muka.
Tapi kayak hal-hal kecil lain dalam hidup, justru di situlah kita sering abai.
Kita sering asal gosok, asal bilas, asal keringin.
Tanpa mikir, tanpa hadir sepenuhnya dalam momen itu.
Padahal bisa jadi, itu satu-satunya waktu dalam sehari
di mana kita benar-benar menyentuh wajah kita sendiri dengan lembut.
Dan kadang kita lupa… bahwa kulit juga butuh dihargai.
Cuci muka tuh… bukan sekadar bersihin kotoran.
Tapi juga tentang melepaskan.
Debu dari jalanan, sisa makeup, minyak yang numpuk, keringat dari rasa capek,
semuanya numpuk di permukaan kulit.
Tapi bukan cuma itu—kadang ada beban pikiran juga yang nempel di sana.
Makanya waktu cuci muka, harusnya jadi momen kecil yang bikin kita ngerasa ringan lagi.
Tapi ya, balik lagi.
Cuci muka bisa jadi ritual penuh makna…
atau cuma rutinitas asal lewat.
Jadi… gimana sih caranya cuci muka yang benar?
Bukan cuma soal urutan atau produk. Tapi soal niat.
Karena niat itu ngerubah semuanya.
Pertama, coba mulai dari cuci tangan.
Iya, tangan. Karena tangan itu kendaraan pertama buat nyentuh wajah.
Kalau tangan masih penuh kuman, ya sia-sia semua usaha setelahnya.
Kedua, jangan langsung guyur muka pakai air.
Hangatkan dulu telapak tangan dengan air bersih—bukan panas ya, cukup hangat.
Baru deh, basahi wajah pelan-pelan.
Bukan disiram, tapi disentuh.
Bayangin kayak kamu nyentuh orang yang kamu sayang.
Lembut, hati-hati, penuh rasa.
Lalu soal sabun… jangan asal banyak busa.
Kadang kita pikir makin berbusa makin bersih.
Padahal, gak semua kulit cocok sama sabun yang bikin muka keset.
Kulit itu bukan piring.
Dia butuh kelembapan juga.
Tuang sabun secukupnya, usap perlahan sampai berbusa di tangan dulu,
baru aplikasikan ke wajah.
Dan jangan asal gosok.
Bayangin lagi… kalau wajah itu sahabat.
Gak mungkin dong kamu kasar ke sahabatmu?

Pijat lembut wajahmu.
Area dahi, pipi, hidung, dagu… masing-masing punya cerita sendiri.
Pori-pori yang terbuka karena panas.
Jerawat kecil yang muncul karena hormon.
Kulit kering karena tidur kemaleman.
Sentuh dengan gerakan memutar, sambil tarik napas pelan-pelan.
Biar bukan cuma wajah yang bersih,
tapi juga pikiran.
Dan jangan lupa bilas. Tapi jangan buru-buru.
Kadang kita terlalu cepat. Baru setengah dibilas, udah langsung handuk.
Padahal sisa sabun yang tertinggal bisa bikin kulit iritasi.
Pastikan semua bagian udah bersih.
Lalu keringkan dengan tisu atau handuk lembut yang khusus untuk wajah.
Ditepuk, bukan digosok.
Lagi-lagi, kayak nyentuh sesuatu yang kita hormati.
Setelah itu? Ya kasih dia nutrisi.
Kulit udah bersih, sekarang saatnya rawat.
Toner, serum, atau pelembap—pakai yang sesuai kebutuhan.
Tapi jangan karena FYP atau promosi.
Pakai karena kamu tahu itu yang kulitmu butuhkan.
Karena mencuci muka yang benar itu bukan soal teknik aja,
tapi soal koneksi.
Antara kamu dan dirimu sendiri.
Pernah gak mikir… kenapa kadang kita rajin skincare-an, tapi hasilnya biasa aja?
Mungkin karena kita ngerjainnya kayak kewajiban.
Bukan kayak bentuk sayang.
Padahal kulit juga bisa ngerasain.
Sentuhan yang buru-buru, niat yang setengah hati,
itu semua bisa kebaca.
Sama kayak manusia.
Kita bisa tahu kan, mana yang nyapa karena tulus,
mana yang cuma basa-basi?
Kulit juga begitu.
Cuci muka itu bisa jadi momen reflektif.
Saat kita berkaca,
kita gak cuma ngelihat noda atau pori.
Tapi juga sisa-sisa hari yang berat.
Bekas air mata semalam.
Keringat dari perjuangan hari ini.
Sisa makeup dari senyuman palsu yang kita pasang.
Jadi pas air mengalir dan sabun membilas semuanya,
kita gak cuma bersihin wajah…
tapi juga membersihkan hati.
Akhir kata, cara mencuci muka yang benar itu gak bisa dipatok satu versi.
Karena setiap wajah punya kisahnya sendiri.
Yang penting, jangan anggap enteng momen itu.
Jangan buru-buru. Jangan keras.
Karena kadang, satu-satunya waktu kita bener-bener hadir buat diri sendiri…
ya waktu kita cuci muka.
Jadi besok pagi, atau nanti malam…
pas kamu berdiri lagi di depan cermin,
coba tanya pelan-pelan:
“Gimana kabarmu hari ini?”
Dan semoga, dari wajahmu yang bersih,
kamu bisa lihat bahwa kamu sedang belajar mencintai diri sendiri—
sedikit demi sedikit.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar