Apakah Setelah Cuci Muka Harus Dilap Pakai Tisu?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
- visibility 88
- comment 0 komentar

Pernah gak sih, kita ngaca setelah cuci muka, terus sempet mikir: “Ini air di muka gue, mending langsung dilap atau dibiarin aja kering sendiri ya?”
Kesannya sepele. Cuma tentang air yang nempel di wajah beberapa detik. Tapi ternyata… pilihan kecil kayak gitu bisa ngasih dampak ke kulit kita, dan kadang—kayak banyak hal lain dalam hidup—semuanya balik lagi ke cara kita memperlakukan diri sendiri.
Coba deh kita tarik sedikit mundur. Ada orang yang habis cuci muka langsung ambil handuk, digosok sampai kering. Ada juga yang lebih milih tisu, ditepuk-tepuk pelan. Tapi ada juga yang justru lebih suka membiarkan wajahnya kering dengan sendirinya, karena katanya itu lebih alami.
Dan di antara semua pilihan itu, kita kadang ngerasa perlu ambil keputusan: mana yang paling benar?
Tapi gimana kalau pertanyaannya kita ubah dikit jadi, “Mana yang paling lembut untuk kulitku?”
Soalnya, kadang kita terlalu fokus nyari cara ‘terbaik’ versi umum, tanpa benar-benar mendengarkan kebutuhan diri sendiri.
Tisu tuh bersih. Praktis. Sekali pakai langsung buang. Cocok banget buat yang nggak mau ambil risiko handuk yang mungkin udah dipakai berulang-ulang dan menyimpan bakteri. Tapi di sisi lain, tisu juga punya sisi yang gak semua kulit suka. Terlalu kasar buat yang kulitnya sensitif. Atau malah bikin iritasi kalau digosok terlalu keras. Belum lagi sisa-sisa tisu yang kadang nempel halus di wajah tanpa kita sadar.
Tapi ya… bisa jadi justru karena itu, seseorang memilih tisu. Bukan karena dia gak tau risikonya, tapi karena dia pengen jaga kulitnya dari kontaminasi luar. Bisa jadi, itu caranya dia menghormati proses perawatan diri yang udah dia jalanin.
Mungkin selama ini dia udah berjuang lawan jerawat, flek, kulit kusam, dan dia cuma gak mau semua usahanya sia-sia cuma gara-gara satu lap pakai handuk kotor.
Dan mungkin… itu bukan sekadar tisu. Tapi bentuk kecil dari rasa sayang ke diri sendiri.
Di sisi lain, ada orang yang rela nungguin air di wajahnya kering sendiri. Kelihatannya aneh, bahkan gak efisien. Tapi siapa tahu, itu adalah waktu sakral buat dia. Waktu di mana dia diam sejenak, ngerasain tetes air terakhir di pipi sebelum skincare masuk.

Kayak semacam momen hening antara satu tahap ke tahap berikutnya. Hening, tapi bermakna.
Kita kadang terlalu cepat. Terburu-buru. Bahkan dalam urusan perawatan diri, kita pengen hasil instan. Tapi orang yang nunggu wajahnya kering dengan sendirinya, mungkin dia justru sedang ngajarin kita satu hal penting: sabar.
Dan kalau kamu lihat ada orang yang tetap pake handuk, bukan berarti dia gak peduli sama kulitnya. Bisa jadi, dia udah nemu handuk yang lembut banget. Dikhususkan cuma buat wajah. Dicuci rutin. Dijaga kebersihannya. Disayang kayak benda berharga.
Kadang bukan tentang ‘apa’ yang kita pakai, tapi ‘bagaimana’ kita memperlakukannya. Termasuk gimana kita memperlakukan kulit kita sendiri.
Di dunia yang serba cepat ini, di mana semua orang berlomba punya kulit glowing, pori-pori kecil, dan tekstur wajah halus bak artis Korea… kadang kita lupa, bahwa kulit bukan untuk dipaksa.
Kulit tuh kayak temen lama. Dia udah nemenin kita dari kecil, dari jerawatan sampai sembuh, dari panas-panasan sampai dingin AC. Dan dia, kayak temen yang baik, cuma minta satu hal: diperlakukan dengan lembut.
Jadi kalau kamu nanya, “Apakah setelah cuci muka harus dilap pakai tisu?”
Mungkin jawabannya adalah: “Tergantung, kamu pengen memperlakukan dirimu seperti apa hari ini?”
Kalau kamu lagi pengen merasa bersih, rapi, cepat—pakai tisu mungkin bisa jadi pilihan. Tapi kalau kamu pengen memberi ruang untuk diam, mungkin biarkan wajahmu kering sendiri adalah bentuk meditasi kecilmu.
Dan kalau kamu lagi pengen sesuatu yang familiar dan nyaman, mungkin handuk yang lembut bisa jadi pelukan hangat buat kulitmu.
Karena ujung-ujungnya, bukan soal tisu, handuk, atau angin yang mengeringkan.
Tapi tentang niat di balik semua itu.
Tentang bagaimana cara kita mencintai diri kita sendiri, bahkan lewat hal-hal yang kelihatannya sepele.
Jadi… yuk mulai lebih sadar. Bahkan dari hal sekecil cara kita mengeringkan wajah setelah mencuci muka. Karena bisa jadi, itu adalah momen paling jujur yang kita berikan ke diri sendiri hari itu.
Dan kalau ada orang yang milih cara berbeda? Gak usah dihakimi.
Karena kita gak pernah tahu, mungkin itu caranya dia bertahan. Caranya dia sembuh. Atau caranya dia bilang ke dirinya sendiri, “Aku layak dirawat, sekecil apapun bentuknya.”
Jadi… kamu, mau pakai tisu, handuk, atau udara?
Yang penting, cintai kulitmu. Dan cintai dirimu.
Setiap hari. Bahkan dari tetes air yang terakhir itu.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar