Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kesehatan » Kenapa Habis Cuci Muka Tidak Boleh Pakai Handuk?

Kenapa Habis Cuci Muka Tidak Boleh Pakai Handuk?

  • account_circle langkahsejati
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • visibility 87
  • comment 0 komentar

Pernah gak sih, kamu habis cuci muka, terus refleks ambil handuk yang tergantung di kamar mandi?
Ditepuk-tepuk lah wajah kamu, kadang malah digosok dikit karena buru-buru.
Normal kan ya? Karena dari kecil pun diajarinnya gitu.
Tapi… pernah gak kamu tanya ke diri sendiri:
“Emangnya itu baik ya buat kulit muka gue?”

Kadang kita melakukan sesuatu cuma karena udah biasa, tanpa pernah mempertanyakan, “Ini sebenernya bener gak sih?”
Sama kayak orang yang selalu pake handuk buat keringin muka, karena ya… semua orang juga gitu.

Tapi coba deh kita lihat dari sudut pandang yang beda.
Bayangin handuk itu. Udah dipakai berapa kali?
Udah digantung berapa lama?
Berapa kali dia bersentuhan sama tangan, badan, bahkan mungkin jatuh ke lantai?
Dan… udah dicuci terakhir kali kapan?

Tapi anehnya, kita percaya penuh ke handuk itu untuk menyentuh bagian paling sensitif dari tubuh kita: wajah.

Padahal, kulit wajah itu ibarat kaca kamera. Sedikit noda aja bisa bikin hasil foto jadi buram.
Gak heran kalau wajah gampang jerawatan, kusam, atau tiba-tiba muncul bruntusan padahal udah rajin cuci muka.
Mungkin bukan sabunnya yang salah…
Mungkin bukan skincare-nya yang gak cocok…
Mungkin cuma karena… kita pakai handuk yang salah.

Handuk itu, meskipun terlihat bersih, bisa jadi sarangnya bakteri.
Karena lembap.
Karena sering basah.
Karena dia gak cuma dipakai sekali.
Dan karena, ya, dia tinggalnya di kamar mandi.

Kulit wajah kita habis cuci muka itu dalam kondisi bersih dan pori-porinya terbuka.
Itu momen paling “jujur” kulit kita.
Dia terbuka, rentan, tapi juga siap nerima kebaikan.
Lalu, kita kasih dia… handuk penuh bakteri?

Itu kayak kamu baru selesai mandi, terus langsung duduk di lantai kotor.
Padahal tadi udah bersih banget.

Sebenernya, bukan berarti handuk itu jahat.
Tapi cara kita menggunakannya, itu yang sering sembarangan.
Dan ya, kita gak sadar, karena emang gak pernah dikasih tahu.

Alternatifnya gimana?

Beberapa orang mulai pakai tisu wajah yang bersih dan sekali pakai.
Bukan tisu toilet, ya, tapi tisu yang memang khusus buat wajah.
Atau bisa juga, cukup diangin-anginkan aja.
Biar air di wajah kering sendiri.
Memang butuh waktu sedikit lebih lama, tapi ya itu waktu buat kamu refleksi sebentar sambil nunggu kulit kamu berterima kasih karena gak disentuh handuk.

Ada juga yang pakai tangan, ditepuk-tepuk lembut pakai telapak tangan yang bersih.
Simple, tapi ternyata lebih lembut buat kulit wajah.

Dan kalau pun kamu masih ingin pakai handuk, bisa kok.
Asal… handuknya khusus buat muka.
Gak dipakai buat badan.
Sering dicuci, dikeringkan dengan benar, dan jangan gantung di kamar mandi yang lembap.
Simpan di tempat bersih dan kering.
Perlakukan dia seperti kamu memperlakukan skincare mahal kamu.

Karena kadang, kita rela beli serum ratusan ribu…
tapi lupa, kita tepuk-tepuk kulitnya pakai handuk yang udah seminggu gak dicuci.

Ini bukan soal ribet atau enggak.
Ini tentang menghargai hal kecil yang sering kita anggap sepele.
Karena kebaikan buat kulit kita, seringnya bukan datang dari produk baru…
tapi dari kebiasaan lama yang mulai kita ubah.

Kayak seseorang yang akhirnya sadar bahwa hubungan yang sehat itu gak selalu tentang kejutan besar atau dinner romantis.
Tapi lebih tentang hal kecil yang konsisten.
Kayak dengerin, memahami, dan gak main asumsi.

Sama juga dengan merawat kulit.
Kadang bukan tentang produk apa yang kita pakai, tapi cara kita memperlakukan kulit itu sendiri.

Apakah kita kasar?
Apakah kita buru-buru?
Apakah kita menyentuhnya dengan hal yang kita sendiri gak yakin kebersihannya?

Dan sebelum kamu bilang, “Ah lebay, cuma handuk doang…”
Coba ingat: kulit wajah kamu itu organ terbesar yang selalu kamu bawa ke mana-mana.
Dia gak pernah libur.
Gak pernah protes.
Selalu ngikutin kamu kemana pun kamu pergi.
Dan dia cuma minta satu hal: diperlakukan dengan lembut.

Jadi, lain kali habis cuci muka, sebelum kamu buru-buru ambil handuk, coba tanya ke diri sendiri:
“Ini handuknya bersih gak ya?”
“Perlu gak ya, atau bisa pakai cara lain yang lebih aman?”

Karena merawat diri itu gak harus mewah.
Kadang cukup dengan jadi lebih sadar.

Lebih sadar tentang apa yang menyentuh kita.
Lebih sadar tentang apa yang kita biasakan.
Dan lebih sadar tentang hal-hal kecil yang ternyata… berdampak besar.

Jadi, mulai sekarang… jangan anggap remeh hal kecil seperti cara mengeringkan wajah.
Karena bisa jadi, perubahan terbesar datang dari hal yang selama ini kamu anggap biasa.

 

 

 

  • Penulis: langkahsejati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Arti Mimpi Membeli Emas?

    Apa Arti Mimpi Membeli Emas?

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu bangun tidur dan langsung kepikiran mimpi yang baru aja kamu alami? Misalnya… mimpi beli emas. Bukan cuma satu gram dua gram, tapi sampai berbungkus-bungkus, kayak mau buka toko perhiasan sendiri. Nah, pertanyaannya: itu mimpi pertanda apa ya? Apakah semesta lagi bisikin kamu bahwa rezeki besar sedang di depan mata? Atau justru, […]

  • Apa Makna Mimpi Melihat Api Besar?

    Apa Makna Mimpi Melihat Api Besar?

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi lihat api besar banget? Yang menyala-nyala, merah-oranye terang, kadang bahkan disertai suara gemuruh, panas, dan kesan seolah dunia mau runtuh? Rasanya nyata banget sampai pas bangun, jantung masih deg-degan. Lalu kamu jadi mikir… “Ini pertanda apa ya? Jangan-jangan bakal ada musibah?” Atau malah jadi overthinking, buka internet, cari-cari arti mimpi […]

  • Apa Arti Mimpi Tersesat di Hutan?

    Apa Arti Mimpi Tersesat di Hutan?

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kamu mimpi jalan-jalan di hutan… terus nyasar? Awalnya santai, lihat pepohonan, dengar suara burung, suasananya damai. Tapi lama-lama, makin masuk, makin gelap, makin sepi, dan… kamu sadar: “Lho, ini di mana?” Jantung mulai deg-degan, kaki gemetar, dan kamu mulai nyari jalan keluar sambil terus ngomel dalam hati: “Kenapa sih bisa nyasar ke […]

  • Apa Makna Mimpi Berada di Tempat Asing?

    Apa Makna Mimpi Berada di Tempat Asing?

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi lagi jalan di tempat yang gak kamu kenal sama sekali? Bukan cuma sekadar jalan-jalan ke kota yang beda, tapi bener-bener asing. Entah di gang sempit dengan bangunan aneh, atau di ruangan luas yang nggak ada ujungnya. Kadang warnanya suram, kadang malah terlalu terang sampai bikin silau. Pokoknya, tempat itu terasa… […]

  • Apa Arti Mimpi Naik Pesawat?

    Apa Arti Mimpi Naik Pesawat?

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi naik pesawat? Bukan cuma duduk manis di bangku ekonomi sambil nunggu pramugari bagi kacang, tapi beneran terbang—melewati awan, melihat bumi dari ketinggian, dan ngerasa kayak… “Wah, gue bisa sampai sini.” Keliatannya sih biasa. Tapi coba deh tanya pelan-pelan ke diri sendiri… “Kenapa ya gue mimpi itu?” Kadang hidup suka nitip […]

  • Kenapa Mimpi Berbicara dengan Hewan?

    Kenapa Mimpi Berbicara dengan Hewan?

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu bangun tidur dengan rasa aneh, bukan karena mimpi buruk, tapi karena… kamu mimpi ngobrol sama kucing? Atau mungkin kamu duduk santai di taman, terus tiba-tiba burung pipit hinggap di bahu kamu dan bilang, “Udah, jangan galau terus.” Kamu bangun, bengong, terus mikir, “Apaan sih barusan?” Kedengarannya absurd, ya? Tapi… mimpi kayak […]

expand_less