Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kesehatan » Bolehkah Memakai 2 Sabun Cuci Muka? Ini Jawabannya

Bolehkah Memakai 2 Sabun Cuci Muka? Ini Jawabannya

  • account_circle langkahsejati
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Pernah gak sih… kamu berdiri di depan cermin, tangan udah pegang sabun cuci muka, tapi otakmu mulai debat sendiri?

“Yang ini bagus buat pagi, tapi yang satu lagi enak banget dipake malam hari.”
“Yang ini ngangkat minyak, tapi yang satu ngelembabin banget.”
“Kalau dipakai dua-duanya… kira-kira over gak ya?”

Dan akhirnya kamu bengong, ngelihatin dua tube sabun di rak wastafel seolah-olah mereka bisa kasih jawaban.

Kita bahas yuk:
Apakah sebenarnya boleh memakai dua sabun cuci muka?

Tapi sebelum masuk ke ‘boleh atau enggak’, kita ngobrol dulu soal satu hal penting: setiap kulit punya kepribadian.

Iya, kayak manusia.
Ada yang kalem banget, sensitif, dikit-dikit merah.
Ada yang bandel, gak ngaruh meski dijemur matahari jam dua siang.
Ada juga yang labil—pagi berminyak, sore kering, malem jerawatan.

Dan karena kulit kita unik, ya gak bisa disamain satu resep untuk semua orang.
Termasuk soal sabun cuci muka.

Sekarang balik ke pertanyaan tadi:
Boleh gak sih pake dua sabun cuci muka?

Jawabannya: boleh aja.
Asal kamu ngerti kenapa kamu pake dua, dan kamu tahu cara ngedengerin sinyal dari kulitmu sendiri.

Misalnya nih…

Kamu punya satu sabun berbasis gel ringan untuk pagi hari. Yang fungsinya buat bersihin minyak sisa tidur dan ngebangunin kulit biar segar.
Lalu malamnya kamu pake sabun yang lebih rich, mungkin creamy atau mengandung exfoliant ringan buat ngangkat sisa makeup, debu, dan dosa-dosa hari itu.
Itu masuk akal. Kulit kamu memang butuh pendekatan yang beda di waktu yang beda.

Atau kamu punya satu sabun buat area T-zone yang super oily, dan satu lagi buat pipi yang gampang kering.
Kamu gak pake dua sabun bersamaan, tapi kamu tahu kapan dan di mana harus pake yang mana.

Itu bukan lebay.
Itu responsif.

Tapi… jangan juga pake dua sabun sekadar karena “yang ini viral” dan “yang itu lucu packaging-nya.”
Karena kalau asal tumpuk-tumpukan produk tanpa tahu fungsinya, kulit kita malah bingung sendiri.

Ibaratnya gini:
Kamu lapar, terus makan nasi padang dan burger sekaligus, terus ditutup es krim.
Ya kenyang sih. Tapi perutmu protes gak?
Bisa jadi.

Kulit juga begitu.

Kalau kamu pakai dua sabun yang dua-duanya keras, dua-duanya exfoliating, dua-duanya banyak busa dan fragrance… bisa jadi kamu malah ngilangin lapisan pelindung kulitmu sendiri.
Yang tadinya pengen glowing, malah jadi kemerahan, ketarik, bruntusan.

Jadi, bukan cuma soal jumlah… tapi juga keseimbangan.

Nah, kadang orang pakai dua sabun karena ngerasa:
“Satu sabun gak cukup. Harus bersih banget.”

Tapi…
Apakah kulit wajah kita harus bersih banget, kayak piring habis dicuci sunlight?

Enggak.
Kulit wajah tuh gak butuh dibikin ‘squeaky clean’.
Yang dibutuhin tuh bersih, tapi tetap lembab.
Bersih, tapi tetap punya barrier alami.
Dan kadang, sabun yang keliatannya gak “sebersih itu” justru yang paling ramah buat kulitmu.

Ada juga yang merasa, pake dua sabun itu bentuk niat.
Bentuk effort.
Kayak: “Liat dong, aku udah double cleansing. Aku tuh serius ngerawat kulit.”

Tapi pertanyaannya balik lagi:
Serius ngerawat kulit, atau lagi ngejar validasi dari skincare community di TikTok?

Kadang kita lupa, self-care itu bukan buat diukur dari berapa banyak produk yang kita punya.
Tapi seberapa tulus kita ngerti dan dengerin tubuh kita.

Kalau kulitmu nyaman dengan satu sabun—ya udah, stick dengan itu.
Kalau ternyata dua sabun bikin kulitmu happy dan seimbang, gak masalah juga.
Yang gak oke itu kalau kita cuma ngikut tren, tapi gak ngerti kenapa kita ngelakuinnya.

Dan akhirnya… semua balik ke satu hal: niat.

Apapun yang kamu lakukan ke kulitmu—mau satu sabun, dua sabun, bahkan gak pake sabun sama sekali—pastikan itu kamu lakukan karena kamu peduli.
Bukan karena takut gak cocok sama standar orang lain.

Karena yang paling tahu apa yang cocok buat kamu, ya cuma kamu.
Dan kulitmu.

Jadi sebelum nambahin sabun kedua ke rutinitasmu, tanya dulu ke diri sendiri:
“Ini buat siapa? Buat kulitku? Atau buat validasi?”

Dan kalau jawabannya tulus,
pasti hasilnya juga ikhlas.

Kesimpulan?
Boleh kok pakai dua sabun cuci muka.
Asal kamu tahu alasannya, ngerti fungsinya, dan bisa tanggung jawab atas reaksinya.
Karena skincare bukan soal banyak-banyakan produk.
Tapi soal bagaimana kamu merawat dirimu, sebaik kamu merawat orang yang kamu sayang.

Dan kadang…
bentuk cinta paling sederhana adalah dengan bilang ke diri sendiri:
“Aku cukup. Kulitku cukup. Dan aku gak perlu membuktikan apa-apa.”

Kalau sabun keduanya bikin kamu lebih kenal sama kulitmu, silakan lanjut.
Tapi kalau cuma bikin kamu makin bingung dan insecure,
mungkin… saatnya balik ke yang sederhana.

Yang penting bukan jumlah sabunnya,
tapi seberapa tulus kamu rawat dirimu sendiri.

  • Penulis: langkahsejati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hello world!

    Hello world!

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 89
    • 1Komentar

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

  • Kenapa Mimpi Melihat Cermin Pecah? Temukan Arti dan Maknanya

    Kenapa Mimpi Melihat Cermin Pecah? Temukan Arti dan Maknanya

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu mimpi melihat cermin pecah? Bukan cermin yang jatuh karena kesenggol atau cuma retak sedikit, tapi bener-bener pecah berantakan. Mungkin saat bangun, kamu merasa agak cemas, “Apa ya yang artinya?” Atau bisa juga kamu berpikir, “Ah, ini cuma mimpi aja, nggak ada yang perlu dipikirin.” Tapi tunggu dulu, coba deh kita lihat […]

  • Kenapa Saya Mimpi Terbang di Langit?

    Kenapa Saya Mimpi Terbang di Langit?

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pernah gak sih kamu bangun pagi-pagi, terus masih setengah sadar sambil mikir, “Tadi malem gue mimpi… terbang.” Iya, literally terbang. Di langit. Di antara awan. Ringan banget rasanya. Terus begitu sadar, langsung muncul pertanyaan iseng, “Ini pertanda apa ya? Apakah gue bakal sukses? Atau jangan-jangan… gue kebanyakan nonton film superhero?” Tapi coba kita tarik napas […]

  • Apa Arti Mimpi Menyelamatkan Orang Tenggelam?

    Apa Arti Mimpi Menyelamatkan Orang Tenggelam?

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Pernah nggak, kamu kebangun tengah malam, jantung deg-degan, karena dalam mimpi kamu baru aja nyelam ke laut buat nyelametin seseorang yang tenggelam? Kalau pernah, tenang, kamu gak sendiri. Kadang kita mikir, “Ah, cuma mimpi.” Tapi pernah nggak, sesekali, kamu coba bertanya, “Kenapa sih alam bawah sadar gue mutusin buat nampilin itu ke gue?” Apa cuma […]

  • Apa Arti Mimpi Melihat Kecelakaan?

    Apa Arti Mimpi Melihat Kecelakaan?

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kamu bangun dari tidur dengan dada sesak, gara-gara mimpi melihat kecelakaan? Rasanya kayak baru aja nonton film thriller, padahal cuma tidur di kasur empuk, AC adem, dan selimut tebal. Kadang, kita langsung mikir, “Aduh, ini firasat buruk apa gimana ya?” Tapi… pernah gak coba lihat dari perspektif yang berbeda? Karena bisa aja, […]

  • Apa Arti Mimpi Tersesat di Hutan?

    Apa Arti Mimpi Tersesat di Hutan?

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle langkahsejati
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pernah gak sih, kamu mimpi jalan-jalan di hutan… terus nyasar? Awalnya santai, lihat pepohonan, dengar suara burung, suasananya damai. Tapi lama-lama, makin masuk, makin gelap, makin sepi, dan… kamu sadar: “Lho, ini di mana?” Jantung mulai deg-degan, kaki gemetar, dan kamu mulai nyari jalan keluar sambil terus ngomel dalam hati: “Kenapa sih bisa nyasar ke […]

expand_less