Apakah Lebih Baik Mencuci Muka dengan Waslap?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
- visibility 71
- comment 0 komentar

Pernah gak sih kamu lagi cuci muka, terus tiba-tiba kepikiran:
“Sebenernya, lebih bersih mana sih… pake tangan atau waslap?”
Kelihatannya sepele ya. Tapi kalo dipikir-pikir, pertanyaan ini tuh mirip kayak kita nanya, “Lebih enak sahabatan sama yang jujur apa yang baik hati?”
Karena jawaban paling jujurnya adalah: tergantung.
Tergantung sama siapa yang pakai.
Tergantung kondisi kulitnya.
Dan yang paling penting… tergantung cara pandangnya.
Kita bahas waslap, yuk.
Alat kecil, lembut, fungsional. Ada yang bahannya katun, ada juga yang microfiber. Praktis. Bisa bantu angkat kotoran, bisa kasih sensasi eksfoliasi ringan. Tapi tahu gak? Kadang yang praktis itu juga bisa menyimpan jebakan.
Waslap itu ibarat sahabat yang setia nemenin kita tiap hari. Tapi kalo gak dirawat dengan benar—gak dicuci bersih, gak dikeringin dengan baik—dia bisa jadi tempat numpuknya bakteri dan kuman. Alih-alih bikin kulit makin bersih, malah bisa jadi biang jerawat.
Sama kayak orang.
Orang yang keliatannya care, selalu ada, tapi ternyata gak bersih niatnya… bisa-bisa malah nyakitin.
Sebaliknya, pakai tangan untuk cuci muka juga bukan berarti paling ideal.
Kalau kamu tipenya males cuci tangan dulu sebelum cuci muka—nah, itu juga bisa jadi masalah. Karena ya gimana, tangan kita kan sering pegang ini itu. HP, gagang pintu, uang, keyboard. Banyak banget bakteri nempel. Jadi ya, tangan juga bisa jadi ‘waslap hidup’ yang kurang steril.
Jadi, lebih baik mana? Waslap atau tangan?
Mungkin pertanyaan sebenarnya bukan “lebih baik yang mana”,
tapi: “Selama ini, udah benar belum cara kita memperlakukan keduanya?”
Karena kadang kita terlalu fokus nyari alat yang paling canggih, produk yang paling mahal, rutinitas yang paling hits di TikTok…
Padahal yang paling penting itu, cara dan niat kita merawat diri.
Cuci muka itu bukan cuma soal bersihin wajah.
Itu waktu kecil kita bareng diri sendiri. Momen singkat di hari yang sibuk, di mana kita bisa bilang,
“Eh, makasih ya udah kuat hari ini.”
“Sorry ya, tadi aku marah-marah.”
“Semangat ya, besok kita coba lagi.”
Entah kamu pilih pakai waslap atau tangan, yang paling penting adalah…
Kamu tahu kenapa kamu milih itu.

Ada yang pakai waslap karena kulitnya gampang kusam dan dia ngerasa butuh bantu eksfoliasi lembut.
Ada juga yang pakai tangan karena kulitnya sensitif dan gampang iritasi kalau kena gesekan.
Dua-duanya valid. Dua-duanya sah.
Tapi please ya, apapun pilihannya… tolong banget jaga kebersihannya.
Kalau pakai waslap, pastiin waslap-nya bersih, kering, dan gak dipakai lebih dari dua kali tanpa dicuci.
Kalau pakai tangan, ya jangan langsung nyentuh wajah kalau belum cuci tangan. Ingat, jerawat itu kadang bukan karena produk yang salah, tapi karena kebiasaan yang kita remehkan.
Sama kayak hubungan.
Kadang yang bikin rusak bukan karena orangnya jahat,
tapi karena cara kita memperlakukannya yang sembarangan.
Dan satu hal lagi yang jarang dibahas:
Mencuci muka, sesederhana itu, bisa jadi bentuk self-respect.
Bukan soal cantik atau ganteng.
Tapi soal, “Gue mau rawat diri gue, karena gue pantas.”
Banyak dari kita yang terlalu sibuk jaga penampilan di depan orang lain,
tapi lupa rawat diri sendiri waktu gak ada yang lihat.
Padahal… kualitas hidup itu bukan ditentukan dari ‘apa yang dilihat orang’, tapi dari ‘apa yang kita rasain setiap hari’.
Jadi, kalau kamu ngerasa lebih nyaman dan bersih pakai waslap—silakan. Tapi pastiin waslap-nya bukan cuma lembut di wajah, tapi juga bersih dari niat-niat males dan ceroboh.
Kalau kamu lebih sreg pakai tangan—oke juga. Asal tangan itu udah kamu bersihin dulu sebelum dia nyentuh wajah kamu.
Karena pada akhirnya, kulit kita tuh kayak perasaan.
Gampang ngambek kalau terus-terusan disalahpahami.
Gampang rusak kalau terlalu sering diabaikan.
Dan akan bersinar, kalau kita kasih perhatian yang tulus.
Dan satu hal yang jarang diingat orang:
Kulit bukan cuma lapisan luar. Dia juga nyimpan cerita.
Tentang berapa kali kita begadang buat kerja.
Tentang tangis-tangis diam-diam di kamar mandi.
Tentang tawa di pagi hari waktu lihat cermin dan bilang,
“Ya ampun, mata panda gue makin niat.”
Kulit gak butuh kamu sempurna.
Dia cuma butuh kamu hadir.
Di momen cuci muka yang katanya sepele itu…
ada kesempatan buat bilang:
“Aku sayang sama kamu, diri sendiri.”
Jadi, waslap atau tangan?
Itu urusan teknis.
Yang paling penting adalah…
Kamu masih inget buat peduli.
Dan semoga, apa pun yang kamu pilih…
bukan karena ikut-ikutan,
tapi karena kamu udah kenal siapa yang kamu rawat.
Yakni diri kamu sendiri.
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar