Apa Bedanya Facial Wash dan Facial Foam?
- account_circle langkahsejati
- calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
- visibility 87
- comment 0 komentar

Pernah nggak sih kamu lagi cuci muka, terus mikir: “Ini sebenernya gue lagi pakai facial wash atau facial foam ya?”
Atau mungkin kamu pikir, “Lah emang beda?”
Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak orang juga mikir dua hal ini tuh sama aja. Sama-sama buat bersihin muka, sama-sama keluar dari tube, dan sama-sama punya embel-embel “membersihkan hingga ke pori-pori”.
Tapi coba deh kita lihat lebih dalam… mungkin perbedaan itu bukan cuma di teksturnya, tapi juga di niat si produk ini diciptakan.
Kayak kehidupan aja ya. Sama-sama kerja dari pagi sampe malam, tapi ada yang niatnya cari cuan, ada juga yang karena passion.
Sama-sama ngasih kado ke pasangan, tapi ada yang biar dipuji, ada juga yang tulus dari hati.
Nah, balik ke soal facial wash dan facial foam. Yuk kita bedah pelan-pelan.
1. Dari Bentuknya Aja Udah Beda
Facial foam, dari namanya aja udah ketauan: foam = busa. Artinya, produk ini bakal ngeluarin busa yang cukup banyak saat dipakai. Biasanya teksturnya creamy, dan pas dicampur air, dia langsung “ngembang” jadi busa halus.
Sedangkan facial wash? Lebih ke cair, gel, atau krim ringan. Busanya? Nggak sebanyak facial foam. Kadang malah hampir nggak berbusa sama sekali, apalagi kalau kamu pakai produk yang gentle.
Tapi nih ya, jangan langsung mikir “busa banyak = bersih banget”.
Belum tentu. Bisa aja malah terlalu bersih sampai bikin kulitmu kering.
Kayak orang yang terlalu “jaga image”. Di luar kelihatan rapi banget, flawless banget. Tapi dalemnya? Kering. Kosong. Lelah menahan ekspektasi.
2. Kandungan di Dalamnya
Facial foam cenderung punya bahan pembersih yang lebih kuat. Itu kenapa dia cocok buat kamu yang punya kulit berminyak, atau gampang berjerawat.
Dia bisa bantu angkat minyak berlebih, kotoran, bahkan sisa makeup tipis yang nyempil di pori-pori.
Tapi kalau kulitmu kering, sensitif, atau gampang ketarik abis cuci muka—facial wash bisa jadi penyelamat. Soalnya, facial wash biasanya lebih mild. Dia nggak terlalu “galak” sama minyak alami kulit.
Kayak temen yang ngerti banget batasan. Nggak akan maksa kamu cerita kalau kamu belum siap.

3. Hasil Setelah Pemakaian
Coba ingat-ingat deh, setelah pakai facial foam, muka kamu terasa kesat atau ketarik nggak?
Kalau iya, itu wajar. Karena produk ini emang punya efek deep cleansing.
Tapi facial wash? Lebih ringan. Habis pakai ini, muka biasanya masih terasa “kenyal” dan lembap.
Bukan karena belum bersih, tapi karena dia paham cara kerja kulit. Dia tahu kapan harus berhenti.
Nggak maksa semuanya keluar.
Nggak kayak orang yang tiap ketemu nanya: “Kapan nikah?” atau “Kerja di mana sekarang?”
4. Waktu Pemakaian Juga Beda
Buat kamu yang pakai makeup atau habis seharian di luar, facial foam bisa jadi pilihan buat step ke-2 setelah micellar water. Jadi dia kayak pasukan khusus yang turun buat bersihin sisa-sisa dosa seharian di wajah.
Tapi di pagi hari, waktu muka belum terlalu kotor, facial wash itu cukup banget. Bahkan justru lebih ideal, biar minyak alami di kulit nggak keburu disapu bersih semua.
Karena percaya deh, kulit juga butuh waktu buat adaptasi. Nggak bisa tiap hari dibersihin habis-habisan terus disuruh glowing.
5. Jadi, Mana yang Lebih Baik?
Jawabannya: tergantung.
Tergantung jenis kulitmu, tergantung kebiasaanmu, dan tergantung kebutuhanmu.
Kalau kamu tipe yang suka pakai sunscreen, makeup, atau sering naik motor seharian? Facial foam bisa bantu banget buat deep cleansing. Tapi jangan tiap hari juga ya, apalagi kalau kulitmu tipis dan gampang sensi.
Kalau kamu lebih banyak di rumah, jarang makeup-an, atau kulitmu emang gampang rewel? Facial wash bisa jadi opsi yang lebih lembut.
Sama kayak dalam hubungan. Nggak semua orang butuh pasangan yang powerful dan intense. Kadang, yang kita butuhin cuma seseorang yang gentle dan tahu kapan harus diam.
6. Nggak Harus Milih Salah Satu, Kok
Kalau kamu bingung, “jadi gue harus pakai yang mana dong?”
Jawabannya: kenapa nggak dua-duanya?
Pagi pakai facial wash yang lembut. Malam, setelah seharian kerja, pakai facial foam biar sisa polusi dan dosa-dosa jalanan luruh sempurna.
Kamu bisa kombinasiin, asal tahu batasan dan nggak berlebihan.
Karena kadang… yang bikin kulit rusak itu bukan karena produknya salah, tapi karena kita terlalu maksa.
Kayak hubungan yang dipaksain terus padahal udah tahu nggak sehat.
Akhir Kata
Facial wash dan facial foam itu bukan tentang mana yang lebih keren, lebih mahal, atau lebih wangi. Tapi tentang mana yang lebih tepat buat kamu.
Karena kulit, sama kayak hati—punya batas kenyamanan sendiri.
Dan tugas kita, bukan buat maksa dia nurut, tapi belajar untuk ngerti.
Ngerti kapan harus bersihin, dan kapan harus membiarkan dia bernapas.
Jadi, jangan cuma ngikutin tren. Kenali dulu dirimu.
Karena perawatan terbaik, bukan yang paling mahal. Tapi yang paling nyambung sama kebutuhan kamu.
Dan hey, kalau ada yang tanya: “Kamu pakai facial wash apa facial foam sih?”
Sekarang kamu bisa jawab dengan percaya diri:
“Aku pakai yang ngerti aku.”
- Penulis: langkahsejati

Saat ini belum ada komentar